
"Yo, lama tidak bertemu om."
Riko melambaikan tangannya kepada Verst yang sudah sejak lama mereka tidak pernah bertemu. Sebuah reunian yang sangat tidak menyenangkan bagi Verst. Kebencian sudah tertanam dalam-dalam akibat tindak seenaknya saja dari Riko si julukan Raja Gila tersebut.
"Hahaha, kau benar-benar melakukan semua apa yang kamu mau lakukan ya, Riko."
Ya, Riko hanya melakukan apa yang ingin ia sendiri lakukan dalam dunia itu. Riko sudah membuang segala hal dengan apa yang ada dalam dunia nyatanya.
"Siapa itu Riko. Aku si Raja Gila, The MAD King. Aku tak kenal dengan orang yang kau sebutkan itu."
"Hahaha, kau memang sudah tak terkendalikan lagi ya. Sebenarnya apa yang kamu inginkan di dunia ini."
"Bukannya sudah jelas. Aku hanya ingin kekuasaan. Aku ingin semuanya berada dalam kendaliku."
"Aku, Lostopine Verst akan sepenuhnya bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan. Keinginanmu itu mengacaukan seluruh struktur dunia ini. Kau membuat perang dimana-mana kembali ada."
Baru kali ini Riko melihat Verst menanggapi dengan begitu serius kepadanya. Riko membatin maaf karena tak ingin memenuhi apa yang Verst harapkan. Riko seperti itu pada dasarnya juga karena mereka para penguasa dunia tersebut. Riko juga seperti itu karena dia memilih langkah yang harus dia jalani sendiri.
Rikk tak peduli bagaimana tanggapan orang lain kepadanya. Riko sudah tak peduli akan hal tersebut. Riko hanya ingin membuat dunia itu menjadi lebih baik lagi tanpa ada niat terselubung.
"Kau seolah merasa tak bersalah dengan apa yang kalian lakukan. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Kau tak memiliki hak untuk mencampuri apa yang aku lakukan."
Verst, selama ini dia pasti terus mencari Riko. Verst menyamarkan dirinya sebagai pak Opin sang Wali kota sampai-sampai tak terlalu memedulikan tugasnya yang sudah menjadi seorang pengawas.
"*Maaf saja aku selalu menghindarimu. Meski aku membencimu tetapi aku tetap menghormatimu.
"*Verst, kau pasti ingin sekali menghabisi ku bukan. Tatapanmu begitu penuh dengan rasa bersalah, padahal itu semua seharusnya tak usah kau pikirkan. "
"Hahaha, apanya yang tak memiliki hak untuk mencampurimu sedangkan kau dengan seenaknya menginjak-injak hak hidup orang lain," ucap Verst.
Riko menghembuskan napas seolah merasa capek menanggapi perkataan Verst. Tidak, sebenarnya Riko sedang tak bisa mengendalikan dirinya.
Ingin rasanya Riko berbicara langsung dengan Verst. .
"Hei, sepertinya aku benar-benar tak menyukaimu."
"Hahaha, ya aku juga sudah tahu itu. Untuk apa juga kau harus suka padaku, aku bukan kaum pelangi."
"Hah? Goblin, buka itu yang aku maksud."
"Sudahlah, biarkan aku yang menghabisi nya ya."
Yeah, aku sudah tak ingin melihatnya lagi. Kuharap ia akan tenang meninggalkan memorinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Verst tak menyangka akan salah mengira seperti itu. Terlepas dari harapannha akan seberapa kuatnya Riko, Verst tak menyangka malah akan sekacau ini.
Sudah cukup, Verst sudah tau Riko memang adalah orang yang mudah belajar segala sesuatu. Riko hanya terus mencari pengakuan hingga dirinya lupa akan segalanya.
"Hahaha, Keputusan tetaplah keputusan, aku takkan menyesali apa yang telah aku putuskan. Aku yang memilihmu adalah pilihanku, dan oleh sebab itu aku bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku pilih."
Perisai Verst tercipta oleh harga dirinya. Semakin tinggi harga diri yang harus ia pertahankan maka perisai yang tercipta darinya juga semakin kuat.
Sudah sewajarnya perisai digunakan sebagai pertahanan, ia diciptakan untuk melindungi penggunanya dari serangan. Perisai itu akan melindungi Verst dari segala sesuatu, termasuk harga dirinya.
【Unlock Levels】
【activate all hidden abilities】
【Magic Shield】
【Physical Shield】
【Turning Shield】
【Mirror Shield】
【The King of the Shield】
.
.
.
.
Seperti biasanya anak itu terlihat begitu tenang. tapi ini akan berakhir di sini.
"Iya, benar. Om kau akan berakhir di sini."
Sejak kapan dia melangkah ke belakangku.
dentingan besar seperti ribuan kaca yang pecah terdengar begitu hebat di telingaku.
Sayang sekali Riko. itu takkan sesuai dengan harapanmu. perisaiku takkan hancur begitu saja meski kau begitu keras berusaha. semakin kau melawannya maka dampak yang akan terjadi akan kembali timbul kepadamu 10 kali lipatnya.
Crack, serangan timbul balik akhirnya telah mengenainya.
Verst sudah menduganya, Riko tetap tenang seolah berpikir hal itu akan lumrah terjadi kepadanya. tak ada tanda serangan pembalik itu menggores tubuhnya. Padahal yang terjadi di sekitarnya hancur Lebur berhamburan seperti angin topan.
Verst melihat pemuda itu yang kemudian dia mengulurkan tangannya kepada Vers seolah ingin menangkanya, Riko kemudian mengepalkan tangannya.
Rupanya Riko menyerang dari dalam, serangan sihir. Sayang, itu juga takkan mempan kepada Verst. Serangan tersebut hanya memutar balikkan dampaknya kepada si pengguna.
Kali ini Riko tampak menundukkan kepalanya dan memegang dadanya.
Verst segera mengambil peluang dan segera menuju pada Riko. Verst menggunakan pedang besar yang seharusnya dipegang dua tangan, namun ia gunakan dengan satu tangan untuk membantingnya ke arah Riko.
Orang yang memiliki julukan sebagai Raja Gila memang bukan orang biasa. Riko menghindari serangan Verst dengan menghempaskan kakinya untuk terdorong ke atas langit. Serentak tempat tersebut menjadi runtuh.
Verst melihat ke arah pintu pekarangan atap kastil itu. Ia mengkhawatirkan ada seseorang di dalam kastil tersebutm
"Apa mereka baik-baik saja?" "
"Jangan berpaling dariku. Lestopine Verst."
Hawa mencekam itu begitu kental dirasakan Verst. Suara Riko yang begitu berat seolah seperti bukan berasal darinya.
Entah darimana Riko tiba-tiba mengeluarkan pedang dan melancarkan serangan yang menembus seluruh perisai Vers.
Verst menahannya menggunakan pedang besar. Tak sempat Verst menggunakan perisai itu karena terkejut dengan serangan Riko yang tepat di titik buta perisai Verst.
Mata Riko menjadi begitu merah. Meski begitu efek pembalikan dari perisai yang menyelimuti tubuh Verst berhasil menyayat bahu Riko.
Verst menggunakan efek perisai pendorong. skill【Shield Cannon】 Verst membuat Riko terhempas. Saat Riko dalam keadaan masih terhempas di udara Verst kemudian menggunakan tingkat kelincahannya untuk bergerak menuju Riko lalu menyerangnya dengan telak menggunakan pedang besar.
Riko terhempas ke bawah menghancurkan lantai-lantai kastil.
Namun, serangan itu takkan membuat Riko terluka berat apalagi lumpuh. Mengetahui itu Verst memutar badannya dan membanting ujung pedangnya ke arah bawah. Verst mengikuti berat dari pedang tersebut dan menerobos angin untuk menyerang Raja Gila itu.
Tak sampai dua detik Verst melihat dengan jelas bahwa Riko akan tertusuk. Namun, Riko segera membuat Verst kaget dengan menatap tajam mata Verst sembari tersenyum bahwa itu saja masih belum cukup.
Verst tak pernah melihat dengan jelas semacam apa kemampuan Riko sebenarnya. Yang Verst ketahui dari dia hanyalah seorang provokator yang sangat handal, kemampuan untuk mengendalikan orang lain hanya dengan ucapannya, dan satu lagi yang paling penting.
Crack, Riko menyerang Verst dari samping setelah Riko dengan lihainya menggerakkan tubuhnya di udara.
Tepat sekali pedang Riko mengenai Verst di bagian leher. Meski begitu, pedang tersebut tertahan oleh perisai Verst , akan tetapi damage guncangan yang diberikan Riko menggetarkan kepala Verst seolah Verst merasakan bahawa dirinya dipukul oleh benda logam yang besar.
Verst baru ingat jelas, Riko dapat mengetahui pergerakan dan tindakan seseorang seolah ia membaca seluruh gerak-gerik masa depan yang akan dilalui orang itu.
Verst tersentak kaget ketika ada darah yang keluar dari hidungnya. Tak pernah ada kejadian ketika ia bertarung dan menahan serangan ia mengeluarkan setetes pun darah.
Dalam keterkejuran Verst, ia kembali melihat dengan samar-samar keadaan Si Raja Gila itu. Rupanya SI Raja Gila juga terkena efek baliknya. Wajahnya juga sudah tak karuan penuh dengan luka bonyok.
Verst menghentikan hempasan terjun jatuh bebasnya, salah satu skill yang memiliki kemampuan untuk Verst bisa berdiri di atas udara adalah 【Flying Shield】, apapun skill Verst itu berakhiran Shield. Sebenarnya Verst malas membuat namanya dengan baik, ia hanya mengikut rekomendasi nama skill yang tertera.
Disaat Verst berdiri dengan tenang, ledakan kecil yang menerobos membuat dia begitu terkejut. pandangan Verst sekilas mengabur.
Apa yang terjadi. Verst melihat ke arah Si Raja Gila. Ia berdiri di atas udara dengan memandang Verst begitu rendah. salah satu tangan Si Raja Gila samar-samar memegang busur. Busur tak berwarna, seperti kaca namun lebih menyerupai cahaya.
Verst tersadar ada sesuatu yang sangat buruk terjadi pada dirinya, ia melihat ke arah badannya sendiri. rupanya Verst terkena serangan yang begitu serius. anak panah yang si Raja Gila itu luncurkan menerobos perisai juga badan Verst.