
“Kamu jangan tidur di kamar ini, Mas! Aku mual lagi melihat wajah kamu.” Ucap Naya membuang muka lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
Zaky sama sekali tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh istrinya baru saja. namun ia tidak percaya dengan itu semua. Menganggap ucapan Naya hanya angin lalu. Atau memang akal-akalan istrinya saja yang sedang kesal lantaran gagal pergi jalan-jalan.
Zaky jug sangat kasihan melihat istrinya yang masih lemas. Akhirnya ia ikut bergabung dan merebahkan tubuhnya di samping Naya yang memakai selimut tebal sebatas dada.
Baru saja Zaky melingkarkan tangannya di perut Naya, tiba-tiba saja Naya langsung bangkit dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi. wanita itu kembali merasa mual-mual. Zaky pun panik lalu ikut membantu istrinya dengan cara memberikan pijitan ringan di tengkuk Naya.
Nafas Naya tampak ngos-ngosan setelah beberapa kali muntah namun tidak ada yang dikeluarkan.
“Sayang, ayo aku bantu ke kamar!” ucap Zaky dan siap menggendong Naya.
“Stop! Bukankah aku sudah bilang, tidurlah di luar, Mas! Malam ini aku tidak ingin melihat wajah kamu.” Ucap Naya tnpa mau melihat wajah suaminya.
Zaky mengusap wajahnya dengan kasar. Ternyata ucapan isrinya benar. Tadi ia memaksakan diri untuk ikut tidur bersama, ternyata efeknya Naya kembali mual. Dengan wajah penuh kekecewaan, akhirnya Zaky memilih keluar dari kamar mandi. lebih tepatnya keluar dari kamarnya.
Terdengar suara pintu kamar tertutup, barulah Naya keluar kamar mandi dan kembali tidur. Dia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri. Melihat suaminya malam ini benar-benar membuat perutnya mual. Apakah ini akan berlangsung lama atau hanya malam ini saja. Naya juga bingung sendiri.
Sementara itu Zaky menuruni tangga dengan wajah lemas dan kecewa. Baru kali ini diusir oleh istrinya sendiri dari kamar. yang membuat Zaky kecewa adalah alasan Naya yang menurutnya tak masuk akal. Bagaimana mungkin istrinya merasa mual saat melihat wajah tampannya ini.
“Kenapa, Ren?” tanya Bunda Rosma yang sedang membawa minuman hangat. Minuman yang dibuat khusus untuk menantunya.
“Apa itu, Bun?” tanya Zaky mengabaikan pertanyaan Mamanya.
“Ini minuman hangat yang sudah Bunda campur dengan rempah-rempah. Pasti akan mengurangi rasa mual Naya.” Jawab Bunda Rosma.
“Ya sudah Bunda bawa saja ke kamar.” sahut Zaky lalu segera masuk menuju kamar tamu.
Bunda Rosma pun heran dengan sikap anaknya. padahal minuman tadi mau diberikan pada Zaky agar segera diminum oleh Naya.
“Kalian bertengkar?” tanya Bunda Rosma menghentikan langkah Zaky.
“Nggak kok Bun. Malam ini Naya tidak mau melihat wajah Rendra. Katanya membuat perutnya semakin mual.” Jawab Zaky dengan lesu.
Sontak Bunda Rosma menahan tawanya. Apalagi dnegan wajah Zaky yang ditekuk seperti itu. antara kasihan dan merasa lucu saja. sungguh aneh sekali ngidam Naya kali ini.
***
Beruntungnya rasa mual Naya karena melihat wajah suaminya tidak berlangsung lama. Hanya malam itu saja. selanjutnya Zaky sudah diperbolehkan lagi tidur di kamar. Zaky pun bersorak senang. Apalagi sudah lama ia menahan hsratnya tidak menyentuh sang istri.
“Sayang, apa kamu tidak menginginkan sesuatu? Katakan saja, aku siapa mengabulkan permintaan kamu.” Tanya Zaky yang saat ini sedang tidur memeluk istrinya.
Naya yang baru saja selesai makan malam dan perutnya terasa kenyang. Apalagi malam inidia tidak merasa mual lagi, membuatnya tidak menginginkan sesuatu apapun.
“Nggak ada, Mas. Terima kasih atas tawarannya. Terima kasih juga sudah sabar menghadapi sikapku yang berubah-ubah.” Jawab Naya.
Naya tampak mengerutkan keningnya bingung. Apa benar suaminya ngidam. Tapi kenapa ngidamnya seperti dibuat-buat.
“Ngidam apa, Mas? Sejak kapan Mas ngidam?” tanya Naya penasaran.
“Aku ngidam ingin menyentuh kamu, Sayang.” Jawab Zaky dengan tangan yang sudah bergerilya.
Naya seketika mengeluarkan suara desahannya karena permainan nakal tangan suaminya. jujur saja dia juga sangat merindukan sentuhan itu. hanya saja selama ini ia masih takut karena kehamilannya.
Cukup lama Zaky memberikan sentuhan pada area favoritnya. Hingga ia sudah tidak bisa menahan hasraatnya lagi.
“Sayang, aku akan melakukannya dengan pelan. Janji, tidak akan melukainya.” Bisik Zaky berusaha membuat istrinya rileks.
Naya menganggukkan kepalanya dan mempersilakan suaminya untuk melanjutkan kegiatan panas itu. Zaky benar-benar menepati janjinya. Ia melakukannya dengan sangat lembut dan tidak membuat istrinya kelelahan ataupun sakit.
Cup
“Sekarang tidurlah! Terima kasih.” Ucap Zaky setelah mengecup kening istrinya dan perut rata Naya.
***
Hari berganti hari. Kandungan Naya kini sudah melewati trimester pertama. perempuan itu sudah bisa menjalani kehamilannya dengan baik. Tidak ada lagi dram morning sickness yang membuatnya lemas.
Zaky berencana akan mengajak istrinya berkunjung ke rumah Mama dan Papanya weekend besok. Mengingat selama ini keduanya sama sekali belum pernah berkunjung ke kota kelahiran Naya, karena memang keadaan Naya tidak memungkinkan.
Saat ini Zaky sedang berada di dalam kamar bersama istrinya. Ia membantu Naya mengemasi beberap baju yang akan ia bawa selama tinggal beberapa hari di rumah orang tuanya. Namun tiba-tiba saja pintu kamarnya ada yang mengetuk.
“Ada apa, Yah?” tanya Zaky terkejut.
“Ada hal penting yang ingin Ayah sampaikan pada kamu, Ren. Lebih baik kamu sekarang juga pergi ke rumah mertua kamu. Sekalian Ayah juga akan ke sana. Adik kamu sedang tersandung masalah dengan pekerjaannya. Ayah harap kamu bisa ikut menangani kasus itu.” Ucap Bagas dengan serius.
.
.
.
*TBC
Guys, besok jgn ditungguin up ya?🙏 othor sibuk banget🙏🙏 Maap ya, insyallah lusa tamat🙏🙏
Happy Reading‼️