My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 100 ~ Terima Kasih



Naya terdiam sejenak. Dia tahu bagaimana perasaan Mamanya saat ini. jelas sangat sedih karena ditinggal pergi anak-anaknya. Namun Naya juga tidak memiliki pilihan lagi selain menurut dengan suaminya.


“Jangan bersedih, Sayang! Mama tidak memaksa kamu untuk tinggal di sini. itu hanya pengandaian saja. bagi Mama dan Papa melihat kebahagiaan kalian saja sudah lebih dari cukup. Terlebih kamu sudah bisa melupakan kejadian pahit itu.” ucap Senja yang mengerti tentang pikiran Naya saat ini.


“Terima kasih, Ma. Naya janji akan sering datang berkunjung ke sini. bagaimanapun juga rumah ini adalah tempat lahir Naya. Jelas Naya tidak akan pernah melupakannya. Naya juga sangat merindukan masa-masa dimana kita sedang berkumpul bersama seperti dulu.” Ucap Naya.


Senja tersenyum samar. Wanita paruh baya itu kini sudah mulai paham sekaligus merasakannya langsung. suatu saat nanti jika anak-anak kita sudah dewasa terutama sudah berkeluarga, sebagai orang tua kita tidak bisa selamanya memaksakan kehendak mereka untuk tetap tinggal bersama kita. Dan itu sudah terjadi pada diri Senja.


Jika ditanya, siapakah orang yang paling dicintai dalam hidupnya. Tentu saja jawabannya adalah pasangan kita masing-masing. Karena pasangan kita lah yang akan selalu setia menemani kita sampai menua bersama. Dan Senja snagat bahagia melihat anak perempuannya sangat patuh dengan suaminya. sama halnya dengan dirinya.


***


Selama beberapa hari Naya masih tinggal di rumah kedua orang tuanya. Zaky masih sibuk mengatasi masalah adiknya. Beruntungnya Zaky bertemu dengan pengacara hebat atas bantuan Nabil.


Urusan Shanum sudah selesai. Zaky dan kedua orang tuanya bisa bernafas lega karena Shanum terbebas dari jeratan hukum dan tidak terbukti sama sekali atas kasus yang sempat menyeret namanya. Namun tetap saja, nama baik Shanum sudah menjadi bahan perbincangan publik. Untuk itu Zaky dan Ayahnya bertindak tegas. Mereka terpaksa meminta Shanum untuk keluar dari pekerjaan itu. dan Zaky akan meminta adik semata wayangnya itu tinggal bersama kedua orang tuanya lagi dan ikut bekerja di kantor.


Setelah Shanum pulang bersama Ayahnya, kini Zaky bisa menikmati kebersamaannya dengan sang istri. Tentunya dengan Mama dan Papanya juga.


Zaky sengaja menghabiskan waktunya lumayan lama di rumah Mama dan Papanya. Selain merasa bersalah karena beberapa hari meninggalkan sang istri, Zaky juga masih belum puas melepas rindunya terhadap Mama dan Papanya.


Saat ini mereka berempat sedang berkumpul di ruang keluarga. Zaky ingin mengatakan rencananya yang akan melakukan honeymoon bersama sang istri. Atau lebih tepatnya babymoon. Hal ini juga menjadi kejutan tersendiri buat Naya. Karena Naya sama sekali tidak mengetahui rencana suaminya itu.


“Iya, kalian besenang-senanglah! Tapi ingat, tetap jaga kesehatan Naya. Apalagi saat ini ada nyawa dalam rahim istri kamu.” Ucap Xavier menasehati.


“Tentu saja, Pa. jangan khawatir!” sahut Zaky dengan senyuman.


***


Hari berganti hari. Naya sudah kembali lagi tinggal bersama mertuanya. Dia sangat senag menikmati kehamilannya yang saat ini sudah menginjak usia delapan bulan. Apalagi ada Shanum, adik iparnya yang sering sekali mengajaknya pergi jalan-jalan saat sang suami sedang sibuk dengan urusan kantor.


Diperkirakan kurang satu bulan lagi Naya akan melahirkan. Tentu saja ada rasa was-was dan takut saat menghadapi persalinannya nanti. terlebih ini yang pertama kali baginya. Bunda Rosma selalu memberikan semangat dan motivasi terhadap menantunya itu.


“Terima kasih, Bunda.” Ucap Naya dengan tulus pada sosok ibu mertuanya.


“Bunda dulu juga seperti itu, Sayang. Hanya saja saat itu, setelah melahirkan suami kamu, Bunda harus menelan kenyataan pahit dimana suami kamu telah dibawa kabur oleh pembantu Bunda.” Ucap Bunda Rosma sedikit mengingat kenangan masa lalunya.


“Tapi sekarang Bunda sudah bahagia karena anak-anak Bunda bisa berkumpul bersama seperti sekarang ini. apalagi Bunda akan mendapatkan cucu dari menantu Bunda yang sangat cantik ini.” ujar Bunda Rosma, seketika membuat pipi Naya bersemu merah.


***


Hari ini Naya akan check up kehamilannya. Mungkin ini check up terakhirnya sebelum melahirkan. Wanita yang sedang hamil besar itu sering merasa kelelahan. Namun dia harus tetap semangat sampai hari itu tiba.


“Sayang, apa kamu sudah siap?” tanya Zaky yang baru saja keluar kamar.


“Sudah, Mas. Ayo, aku sudah tidak sabar ingin melihat anak kita.” Ajak Naya antusias.


Beberapa saat kemudian Zaky dan Naya pergi ke rumah sakit. Tidak menunggu lama, nama Naya dipanggil oleh seorang perawat dan diminta untuk segera memasuki ruang pemeriksaan.


Naya dan Zaky sangat bahagia melihat pergerakan anaknya dari balik layar monitor di sampingnya. Dokter mengatakan kalau keadaan janin Naya sehat dan berat badannya sudah stabil. Mungkin hanya menunggu beberapa hari saja bayi itu akan lahir. Naya juga sudah sering merasakan kontraksi palsu. Itu tandanya waktu persalinan semakin dekat.


“Mas, ini rumah siapa?” tanya Naya bingung saat sang suami sudah menuntunnya masuk ke dalam rumah itu.


Rumah yang berukuran sedang dengan beberapa perabot rumah yang lengkap. Bahkan Naya merasa sangat nyaman saat memasukinya.


“Ini rumah kita, Sayang! Nanti setelah kamu melahirkan, kita akan pulang ke rumah ini. apa kamu senang?” tanya Zaky.


Naya meneteskan air matanya haru. Baginya ini adalah kejutan yang sangat luar biasa. Kemudian ia menganggukkan kepalanya dan memeluk tubuh suaminya sebagai ungkapan rasa terima kasihnya pada Zaky yang selama ini sangat sabar dan selalu memperlakukan dengan istimewa.


“Terima kasih, Mas!” ucap Naya setelah mengurai pelukannya.


Namun rasa bahagia Naya ituhanya sekejap saja, karena pada detik selanjutnya Naya mersakan nyeri pada perut bagian bawah.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Zaky sangat khawatir. Apalagi saat melihat wajah pucat sang istri seperti menahan sakit.


“Mas, sepertinya aku akan melahirkan.” Jawab Naya dengan mencoba mengatur nafasnya.


Zaky pun sangat sigap. Dia segera membawa istrinya pergi ke rumah sakit.


.


.


.


*THE END


Akhirnya tamat juga. Terima kasih buat semua pembaca yang telah mengikuti kisah ini dari awal hingga akhir. Tapi tenang saja, di novel author yang berikutnya juga masih bisa kalian jumpai pasangan Zaky dan Naya. Tentunya dnegan anaknya yang lucu dan menggemaskan itu.


Happy Reading!!


...****************...


Untuk nama akun di bawah ini akan dapat GA pulsa. silakan DM author...!


Terima kasih sudah menjadi pembaca setia pada novel author yg receh ini🤗🤗



Jangan lupa mampir di karya baru author ya guys🤗


Di sana nanti masih bisa bertemu pasangan Naya Zaky😁😁


Langsung saja cuzz ke apk atau klik profil author, dan cari judul seperti di bawah ini👇