My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 75 ~ Naya Hilang



“Sayang!” panggil Zaky dengan dada bergemuruh hebat saat tak mendapati Naya di kamarnya.


Zaky juga mengecek kamar mandi, namun kosong. Lalu ia berjalan cepat menuju balkon. Tapi tetap saja tidak ada Naya di sana, karena pintu balkon masih dalam keadaan terkunci dari dalam.


Zaky teringat kalau saat dia masuk ke kamar, pintunya tidak tertutup rapat. Jadi tadi dia masuk begitu saja. apakah mungkin istrinya saat ini sedang keluar sebentar. Tak lama kemudian Zaky keluar kamar dan menghampiri semua keuarganya yang sedang makan malam bersama. Beharap Naya juga ada di sana.


“Ada apa, Zak? Apa kamu belum siap? Jadi ingin makan malam bersama kami?” seloroh Nabil dengan nada gurauan. Dan disambut gelak tawa semua orang.


Namun sayangnya Zaky sama sekali tidak terpengaruh oleh gurauan Nabil. Pria itu mengedarkan pandangannya ke arah meja makan, dan tidak melihat Naya di sana.


“Naya hilang!” ucap Zaky dengan wajah pias.


Sebelum mendapati berbagai macam pertanyaan dari semua orang yang ada di meja makan, Zaky sudah terlebih duu berlari keluar untuk mencari istrinya.


Dengan nafas tersengal, Zaky sudah sampai di pos satpam, dia menanyakan tentang keberadaan Naya, atau barangkali ada orang asing yang mencurigakan dan membawa kabur Naya. Dan jawabannya ternyata tidak. Zaky pun segera mencari manager hotel untuk meminta ijin melihat rekaman cctv di area kamarnya.


“Apa kamu sudah menemukan Naya?” tanya Xavier yang kini ikut menyusul Zaky.


“Belum, Pa!” Zaky terus berjalan menuju ruangan manager hotel.


Zaky benar-benar tidak menyangka di hari bahagianya akan ada kejadian seperti ini. padahal sepanjang acara tadi aman-aman saja. beberapa bodyguard juga sudah menjamin keamanan ballroom. Namun satu hal yang Zaky lupakan. Bodyguard yang ia suruh hanya berjaga selama acara. Dan setelah acara selesai, bodyguard itu disuruh pulang karena tugasnya dianggap selesai.


Zaky mengeram kesal saat tidak bisa bertemu dengan manager hotel. Lalu Zaky meminta bantuan pada resepsionis.


“Mohon ditunggu sebentar, Tuan. Manager hotel kami sedang dalam perjalanan ke sini.” ucap resepsionis itu dengan ramah.


Semua anggota keluarga juga ikut panik dengan menghilangnya Naya. Terutama Senja dan Nyonya Rosma. Tapi mereka juga terus berdoa agar Naya baik-baik saja.


“Ayah, Rendra ke kamar dulu. Nanti kalau manager hotel sudah tiba, tolong beritahu Rendra.” Pamit Zaky pada ayahnya.


“Iya. kamu tenang saja. Naya pasti baik-baik saja.” Tuan Bagas berusaha menenangkan anaknya.


Zaky pun segera berlari menuju lantai empat dimana kamarnya berada. Dia ingin mengambil ponselnya yang tertinggal sekaligus ingin mencari sesuatu yang mungkin saja bisa mengetahui dimana Naya sekarang.


Kini Zaky sudah berada di kamar hotel dimana kamar itu akan ia gunakan untuk menyambut malam pertamanya dengan sang istri. Hatinya sungguh kalut saat Naya tiba-tiba menghilang. Andai saja tadi ia tidak membiarkan Naya pergi ke kamar sendiri, andai saja dia tidak tertahan lama di ruang makan, mungkin kejadian naas ini tidak akan terjadi. Kalau sudah seperti ini, Zaky tidak tahu harus menyalahkan siapa.


Tiba-tiba saja Zaky melihat tas istrinya masih tergeletak di atas koper. Itu tandanya Naya tidak pergi dengan kemauannya sendiri. Melainkan ada orang lain yang membawanya kabur. Lalu Zaky membuka tas milik Naya. Di dalam tas itu juga ada ponsel Naya. Lalu ada sebuah amplop kecil yang mencuri atensi Zaky. dia pun sangat penasaran dengan isinya.


Zaky meremat kertas yang ada di amplop itu dengan penuh amarah. Siapa orang yang mengirim surat itu? sepertinya orang itu memberikannya secara langsung pada Naya. Hanya saja Naya lupa membukanya, karena terbukti saat Zaky membuka amplop itu perekatnya masih tertutup rapat.


“Sialll! Aku tidak akan membiarkan kamu hidup kalau terjadi hal buruk dengan istriku.” gumam Zaky dengan tangan terkepal kuat.


Tak lama kemudian ponsel Zaky berdering ada panggilan dari ayahnya yang mengatakan kalau manager hotel sudah tiba. Dia segera turun untuk melihat rekaman cctv.


Tuan Bagas dan juga Xavier melihat wajah Zaky merah padam seperti sedang menahan sesuatu. Tapi kedua pria itu tidak berani bertanya. Karena mereka dipersilakan untuk masuk ke control room guna melihat rekaman cctv.


Di dalam rekaman itu terlihat seorang pria bermasker dan berbaju pelayan hotel berada tepat di depan kamar Naya. Tak lama kemudian pria itu masuk kamar dan dalam waktu yang sangat singkat sudah membopong tubuh Naya keluar dari kamar. selanjutnya kemana pria itu membawa Naya pergi, sudah tidak lagi tertangkap kamera cctv. Dan sepertinya pelaku sengaja melakukan itu.


Brakkk


“Kurang ajar!!!” Zaky menggebrak meja lalu mengumpat dengan kasar.


Ini adalah pertama kalinya Zaky tersulut emosi karena ada orang yang sengaja memancing amarahnya. Dia pun tidak tinggal diam. malam ini juga Zaky memutuskan untuk mencari Naya dengan meminta bantuan dari beberapa orang yang ahli di bidangnya.


“Tenang, Nak! Ayah akan menemanimu untuk mencari keberadaan menantu Ayah.” Ucap Tuan Bagas dengan mengusap punggung Zaky.


“Ayah di sini saja. Bunda juga butuh Ayah. Papa juga di sini saja menemani Mama.” ucap Zaky dengan menatap Ayah dan Papanya bergantian.


“Biar Nabil saja Om yang menemani Zaky.” sahut Nabil yang baru saja datang.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


Maap, othor hanya sanggup up 2 eps saja 🙏🙏