
“Kamu baru saja menciumku, Mas?”
Naya bertanya dengan wajah bingung. Dan hal itu sukses membuat Zaky tertawa, karena menurutnya ekspresi Naya sangat lucu. Padahal sebelumnya mereka sudah pernah berciuman, namun seakan Naya lupa dengan rasanya.
“Tidak. Aku hanya mengecup bibir kamu. Kalau mencium itu seperti ini.” jawab Zaky sembari mencondongkan wajahnya pada Naya tapi dengan cepat ditahan oleh Naya.
“Aku malu nanti ada yang lihat.” Jawab Naya lalu pergi meninggalkan Zaky dengan wajah yang memerah seperti tomat.
Naya berjalan masuk ke dalam rumah. dan Zaky mengekorinya dari belakang. Namun begitu sampai dalam rumah, Naya terlihat bingung, kemana dia selanjutnya. Karena tadi saat baru saja sampai, dia langsung memilih pergi ke taman belakang.
“Apakah anda tersesat, Nona?” tanya Zaky menggoda.
“Eh, aku tidak tahu dimana kamarku?” jawab Naya dengan bingung.
“Kamu tidak punya kamar di sini. yang ada kamar kita.” Jawab Zaky lalu meraih tangan Naya dan membawanya naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Sekali lagi Naya dibuat salah tingkah oleh sikap Zaky. meskipun keduanya sejak dulu sudah akrab. Namun rasanya tetap beda apalagi saat ini status mereka sudah berubah. Tidak hanya itu saja. setelah selama satu tahun terpisah dan kini mereka kembali bersatu dalam ikatan suami istri tetap membuat Naya harus kembali beradaptasi dengan Zaky.
Zaky membawa Naya ke lantai dua dimana di sana hanya ada dua kamar dan satu halaman luas yang diperuntukkan untuk tempat bersantai. Kamar itu adalah kamar yang ditempati Zaky selama ini. sedangkan satunya lagi kamar milik Shanum yang otomatis sangat jarang ditempati oleh adik Zaky itu.
Naya sangat gugup saat baru saja memasuki kamar sang suami dengan aroma khas maskulin yang menyeruak memenuhi indra penciumannya. Kamar yang didominasi dengan cat berwarna abu-abu hitam itu cukup membuat Naya nyaman berada di dalamnya. Hanya saja keberadaan Zaky yang membuat jantungnya tidak aman saat ini.
“Kamu mau istirahat dulu atau mandi dulu?” tanya Zaky saat Naya masih berdiri tepat di sisi ranjang.
“Ehm, aku lelah. Sepertinya tidur dulu sebentar.” Jawab Naya tanpa melihat Zaky dan langsung naik ke atas tempat tidur.
“Ya sudah, aku mandi dulu kalau gitu. Kalau cari baju ganti kamu masih ada di koper itu, nanti akan aku masukkan ke dalam lemari.” Ucap Zaky berlalu masuk ke kamar mandi.
Naya bangun kembali lalu mencari baju gantinya. Rasanya sangat tidak nyaman jika tidur tanpa mengganti baju terlebih dulu.
Selesai berganti baju, Naya kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Hawa dingin suasana pegunungan masuk melalui celah jendela kamarnya hingga membuat Naya menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya. Tidak perlu memakai AC, ruangan kamarnya sudah dingin nan sejuk.
Setelah menutupi tubuhnya dengan selimut, rupanya ia tidak bisa tidur sama sekali. Padahal tadi dia sudah merasa kantuk. Lalu kenapa sekarang jadi susah tidur.
Tanpa ia sadari tiba-tiba saja ada yang menyibak selimut tebal yang sedang dipakainya. Dan seketika itu ada seseorang yang masuk ke dalam selimut lalu memeluknya dengan erat dan nyaman.
“Kenapa, hem? Kamu pasti tidak bisa tidur sebelum aku peluk seperti ini kan?” tanya Zaky penuh percaya diri.
“Jangan GR deh, Mas. Aku hanya butuh adaptasi saja, makanya agak susah megawalinya tadi.” Jawab Naya mengelak.
“Oh begitu? Ya sudah, aku peluk guling saja. kamu bisa kan tidur tanpa aku peluk.” Ucap Zaky sengaja menggoda istrinya.
Naya langsung berbalik badan dan mencekal tangan Zaky yang hendak melepas pelukannya. Karena ucapannya tadi tidak sesuai kenyataan.
“Jangan! Begini saja.” ucap Naya tertunduk malu.
Zaky semakin gemas melihatnya. Dia pun mengeratkan kembali pelukannya dan Naya ikut membalasnya. Naya menelusupkan kepalanya je dalam ceruk leher Zaky hingga ia merasakan desiran aneh dalam tubuhnya. Tapi Zaky berusaha sekuat mungkin untuk menahannya sebelum Naya benar-benar melupakan traumanya.
“Sayang, jangan gerak-gerak terus! Nanti ada yang bangun.” Ucap Zaky karena sejak tadi Naya tidak kunjung diam. mungkin hawa dingin membuatnya terus mencari kehangatan.
“Siapa yang bangun, Mas?” tanya Naya dengan polosnya.
“Dia. Di bagian tubuhku yang bawah.” Jawab Zaky dengan menahan gejolak aneh dalam dirinya.
Naya semakin bingung. Lalu ia menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya dan Zaky dan dengan polosnya mencari sesuatu di bagian bawah tubuh Zaky yang katanya bangun. Seketika itu Naya tersadar dan melihat ada benda aneh tamapk menonjol dari balik celana suaminya. dengan wajah memerah, dia berbalik badan memunggungi Zaky.
“Aku tidak akan memaksamu.” Ucap Zaky dengan memeluk Naya dari belakang dengan erat. Dan Naya merasakan ada sesuatu yang sedang menggeliat pada pantatnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️