My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 71 ~ Selamat Pagi Calon Istri



Sesampainya di rumah, Naya sudah disambut oleh kedua orang tuanya. Sejak tadi Senja sangat khawatir dengan keadaan Naya, namun Xavier melarang sang istri untuk datang ke kantor karena keadaan yang belum cukup stabil menurutnya. Sedangkan Xavier yang selesai meeting tadi langsung pulang lantaran istrinya memaksa pergi ke kantor.


“Sayang, kamu baik-baik saja?” tanya Senja sambil memeluk Naya.


“Naya baik, Ma. Mas Zaky megirim bodyguard untuk Naya setelah ada kabar buruk tadi.” jawab Naya.


Xavier juga melihat keberadaan dua orang pria berada di luar rumahnya. Ternyata Zaky bertindak cepat. Dan Xavier sangat bersyukur.


Tak lama kemudian Naya masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam bersama kedua orang tuanya. Hari ini benar-benar hari paling melelahkan bagi Naya. Lebih tepatnya lelah batin karena adanya kabar buruk yang menerpa keluarganya.


Selesai mandi, Naya bergegas keluar kamar untuk makan malam bersama Mama dan Papanya. Namun sebelumnya ia membaca pesan dari Zaky kalau pria itu sedang ada sibuk di luar kota bersama ayahnya. Zaky berpesan pada Naya agar tidak terlalu memikirkan kejadian tadi. karena calon suaminya itu sudah berusaha mencari orang-orang yang telah menyebar berita tadi.


Kini Naya sudah bergabung dengan Mama dan Papanya di meja makan. Tidak banyak yang dibicarakan diantara mereka bertiga. Karena sebelumnya Xavier juga sudah memerintah orang untuk mencari pelaku itu.


“Sayang, Mama harap kamu tetap tenang dan jangan terlalu memikirkan kejadian tadi. anggap saja itu semua ujian kamu dan Zaky mendekati hari pernikahan kalian.” ucap Senja memberikan nasehat pada Naya.


“Iya, Ma. Apa kita tidak perlu lagi melakukan klarifikasi dengan memberikan beberapa bukti nyata tentang status Mas Zaky? Naya ingin orang-orang tahu yang sebenarnya.” Jawab Naya dengan memberikan saran yang menurutnya masuk akal.


“Tidak usah, Nay! Biarkan saja. lagipula klarifikasi Papa saat itu sudah lebih dari cukup. Kalau kita semakin geram dan berusaha menyangkal kabar itu, orang-orang justru akan berasumsi lain dan semakin memperuh keadaan. Kalau kita diam saja dan tetap tenang, Papa yakin si penyebar hoax itu akan diam dengan sendirinya.” Sanggah Xavier.


Naya terdiam sejenak mencerna ucapan Papanya. Sepertinya memang benar. Lebih baik diam saja. lama-lama juga kabar itu akan menghilang dengan sendirinya. Walaupun sudah berhasil dihapus oleh Alvaro, tentu saja masih menyisakan sedikit desas-desus dari beberapa orang yang masih penasaran.


***


Seminggu berlalu. Hari ini Zaky akan datang untuk menemui Naya sesuai dengan janjinya setelah acara pertunangannya dulu. Namun kedatangan Zaky selain untuk melepas rindu dengan calon istrinya, dia juga akan mengngkap pelaku yang telah menyebarkan berita hoax tentang hubungannya dengan Naya.


Beberapa hari yang lalu Zaky sudah mendapatkan informasi dari orang suruhannya yang sudah menemukan pelaku itu. berhubung saat itu Zaky masih berada di luar kota, jadi dia memilih untuk menundanya dulu dan akan mengungkap langsung saat datang ke kota J.


Pagi-pagi sekali Zaky sudah sampai di rumah orang tua angkatnya. Dia tidak memberitahu Naya akan kedatangannya. Mungkin Naya juga tidak berani memaksa untuk datang karena dia tahu kalau calon suaminya sedang sibuk.


Zaky tahu kebiasaan Naya kalau weekend seperti ini pasti akan malas bangun pagi. meskipun sudah bangun, Naya enggan keluar kamar dan masih betah di atas tempat tidur.


“Zaky? sejak kapan kamu datang, Sayang?” tanya Senja terkejut saat melihat Zaky sudah berada di dapur.


“Baru saja, Ma. Mama apa kabar? Papa dimana?”


“Nggak, pasti dia sedang malas-malasan di kamar. lebih baik di sini saja nungguin Mama memasak. Kebetulan Zaky belum sarapan, karena tadi berangkatnya pagi-pagi sekali.”


Senja akhirnya membiarkan Zaky menemaninya masak. Tak lama kemudian Xavier yang baru selesai jogging memasuki dapur sangat terkejut saat melihat keberadaan Zaky. bagaimana bisa saat masih jam setengah tujuh pagi, Zaky sudah berada di sini. mengingat jarak rumahnya dengan rumah Xavier membutuhkan waktu kurang lebih empat jam perjalanan.


“Segitu kangennya kamu sama Naya, sampai pagi-pagi sekali sudah tiba?” tanya Xavier setelah meminum segelas air putih.


“Papa nih tahu saja.” jawab Zaky dengan gurauan.


“Selain itu Zaky kesini karena ada tujuan lain, Pa. Zaky sudah menemukan siapa pelaku yang menyebar berita bohong itu. nanti Zaky minta tolong Papa untuk menyelesaikan masalah itu.”


Sebenarnya Xavier sudah tidak mau ambil pusing dengan masalah itu. tapi melihat keantusiasan Zaky mengungkap pelaku itu akhirnya ia mau membantunya. Bagaimanapun juga Zaky pasti sangat khawatir dan takut akan terulang lagi kejadian seperti ini.


Beberapa saat kemudian Senja sudah menyelesaikan masakannya. Dia juga sudah menyajikannya di atas meja makan. Mereka bertiga bersiap untuk sarapan bersama dan meninggalkan Naya yang masih berada di dalam kamar. karena Senja tahu, semenjak Naya sibuk dengan pekerjaanya, di saat weekend seperti ini Naya akan sarapan paling telat.


“Ma, apa sudah selesai masaknya? Perut Naya lapar nih.” Ucap Naya dengan masih mengenakan pakain tidurnya. Dia masih belum sadar dengan keberadaan Zaky di sana.


“Astaga Naya! Kamu baru bangun dan langsung ke sini? nggak malu sama calon suami kamu?” gerutu Senja saat melihat penampilan anaknya yang acak-acakan. Meskipun masih terlihat cantik.


“Mama bilang apa sih? Mana ada Mas Zaky di sinnnii……” jawabnya dengan suara semakin lirih sambil mengucek matanya untuk memastikan kalau yang ada di ruang makan adalah calon suaminya.


“Selamat pagi calon istri!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️