My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 55 ~ Terdiam Memaku



Pagi ini Naya sedang berada di rumah sakit. Semalam ia berniat menjaga Mamanya yang masih dirawat di rumah sakit, namun sayangnya dia harus lembur. Alhasil Mamanya hanya ditemani oleh Papanya saja.


“Katanya ada acara sama Kak Nabil, Sayang?” tanya Senja saat melihat anaknya pagi-pagi sudah datang.


“Acaranya masih lama kok, Ma. Papa kemana, Ma?”


“Masih pergi ke luar. Cari makan mungkin. Apa kamu sudah makan?”


“Sudah. Mama jangan khawatir. Mama kapan boleh pulang? nggak bosan apa, Ma tidur di rumah sakit?” selorohnya menghibur sang Mama.


“Kamu kira Mama senang apa. Tapi dokter bilang kalau hari ini kemungkinan Mama boleh pulang setelah dilakukan pemeriksaan yang terakhir.” Jawab Senja.


Tak lama kemudian Xavier masuk dengan membawa paper bag berisi makanan. Rupanya pria itu membelikan makanan untuk istrinya yang bosan dengan masakan rumah sakit.


Mereka bertiga ngobrol santai hingga tiba-tiba Nabil datang dengan setelan pakaian yang sudah rapi. Pria itu tampak terkejut melihat penampilan Naya yang masih menggunakan pakaian santai.


“Astaga, Naya!!! Acaranya kurang satu jam lagi dan kamu masih belum siap?” gerutu Nabil menahan emosinya.


Sedangkan Naya hanya nyengir tanpa dosa. Padahal dia sudah menyiapkan gaun yang akan dipakai nanti dan diletakkan di dalam mobil. Sedangkan untuk make up-nya Naya tinggal memoles sedikit wajahnya, dapat dipasstikan sudah cantik maksimal.


“Nggak usah ngambek gitu! Jadi nggak nyewa aku jadi kekasih boongannya?” goda Naya sambil mengerlingkan matanya.


Kalau tidak ada Om dan Tantenya pasti Nabil sudah menoyor kepala Naya. Bisa-bisanya di saat sedang panik justru Naya menggodanya.


Akhirnya Naya meminta ijin keluar sebentar untuk mengambil gaunnya. Ia akan berganti baju di toilet kamar inap Mamanya. Dan Nabil merasa lega setelah tahu Naya sudah menyiapkan semuanya.


Setelah beberapa saat berganti pakaian lengkap dengan memoles wajahnya. Naya sudah terlihat sangat cantik. Bahkan Nabil saja sampai terpukau melihat kecantikan adik sepupunya itu.


“Nggak usah lihat-lihat seperti itu. nanti jatuh cinta.” Ucap Naya sembari meletakkan pouch make up-nya ke dalam tas. Senja dan Xavier hanya tersenyum melihat tingkah anak dan keponakannya itu.


“Ya kali aku Zaky, yang jatuh cinta pada adiknya sendiri.” Ceplos Nabil dan seketika membuat semua orang terdiam.


Nabil merasa ucapannya salah. Dia merutuki kebodohannya karena telah membuat suasana ruangan menjadi mencekam.


“Yuk buruan, Nay! Om, Tante, Naya aku pinjam dulu. Peermisi!” ujar Nabil dan segera menarik tangan Naya keluar dari ruang rawat Senja.


Selama perjalanan menuju tempat acara, Naya tampak diam. terlebih setelah ucapan Nabil tadi saat di ruang perawatan Mamanya.


“Nay, udah dong jangan diam terus. Maaf, aku nggak sengaja bicara seperti tadi.” ucap Nabil merasa bersalah.


Naya hanya mengangguk samar dan tersenyum pada Nabil.


Sesampainya di tempat tujuan, Nabil segera menggandeng lengan Naya dan memasuki tempat dilangsungkannya acara. Mereka berdua mendapat sambutan hangat dari pemilik acara yang tak lain adalah rekan bisnis Nabil.


“Selamat datang Tuan Nabil! Cantik sekali kekasih anda.” Sapa seorang pria paruh baya, lalu memuji kecantikan Naya.


Naya hanya mengangguk ramah. Setelah itu Nabil melanjutkan langkahnya menuju tempat yang sudah disediakan.


Acara itu sangat meriah. Para tamu undangan juga sudah berkumpul di sana. Selain acara peresmian pembukaan mall, acara itu juga akan mengenalkan beberapa produk terkenal yang akan menempati stand mall itu. dan pengenalan berbagai macam produk mulai dari pakaian, tas, sepatu, dan lain-lainnya terutama dari brand terkenal itu akan dibawakan langsung oleh beberapa model berbakat terkenal.


Naya yang duduk di samping Nabil terlihat sangat menikmati acara tersebut. Mungkin setelah ini ia akan mencoba untuk berbelanja di mall ini. karena menurutnyabarang-barang yang dijual semuanya sangat berkualitas tinggi.


Tiba-tiba ponsel Naya berbunyi. Ada notif pesan masuk dari Papanya kalau hari ini juga Mamanya sudah diperbolehkan pulang. dan Xavier meminta agar nanti selesai acara tidak perlu datang ke rumah sakit.


Setelah membaca dan membalas pesan Papanya, Naya kembali menikmati acara itu. entah karena dia masih teringat ucapan Nabil tadi mengenai Zaky atau karena selama ini dia selalu memikirkan Zaky. tiba-tiba saja Naya seperti melihat keberadaan Zaky di tempat ini. Naya mengucek matanya. namun sekelebat bayangan Zaky sudah tidak terlihat lagi. Naya kecewa saat menyadari kalau baru saja hanya berhalusinasi.


Sementara itu di belakang stage, Shanum tengah bersiap untuk tampil ke atas panggung dengan menunjukkan pakaian dari brand terkenal. Sedangkan Zaky sejak tadi juga setia menemani sang adik yang terlihat gugup.


“Sudah, tenang saja. kamu harus fokus dan percaya diri!” Ujar Zaky memberikan semangat.


Prangg


Tiba-tiba saja ada insiden kecil dalam ruangan itu. salah saktu crew dari agency Shanum tampak mengalami luka di bagian tangannya setelah tak sengaja tertimpa sesuatu. Semua orang tampak panik. Apalagi setelah ini acara pertunjukkan brand pakaian akan dimulai.


“Biar saya antar ke rumah sakit!” Ucap Zaky memeberikan pertolongan.


Karena luka pada tangan pria itu cukup banyak mengeluarkan darah, akhirnya tidak ada pilihan lain kecuali menerima bantuan dari Zaky.


“Num, kamu nggak apa-apa kakak tinggal ke rumah sakit sebentar?” pamit Zaky sebelum membawa pria yang terluka itu.


“Baik, Kak. Aku nggak apa-apa.”


***


Zaky sudah di rumah sakit. Saat ini dia sedang menunggu pria tadi yang kini sedang mendapatkan beberapa jahitan. Salah satu crew juga baru saja tiba.


“Bagaimana keadaan teman saya, Mas?”


“Masih di dalam, sedang dijahit lukanya.” Jawab Zaky.


“Terima kasih banyak ya Mas! Mas bisa kembali lagi ke tempat acara. Biar saya yang menunggu teman saya.”


Zaky mengangguk. Setelah itu ia segera pergi ke rumah sakit dan menuju tempat acara tadi.


Zaky berjalan dengan tatapan lurus ke depan. Hingga saat tiba di koridor rumah sakit hendak menuju pintu keluar, netranya tak sengaja menatap seorang pria baya yang sedang mendorong kursi roda istrinya. Begitu juga dengan sepasang suami istri itu tidak sengaja melihat Zaky. ketiganya terdiam memaku di tempat.


“Mama, Papa!”


“Zaky!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️