
Naya sangat lega setelah kepulangan Papa dan calon suaminya dengan membawa kabar tentang penangkapan pelaku itu. bahkan yang membuat Naya terkejut sekaligus tidak percaya bahwa pelakunya adalah karywannya sendiri. Pantas saja sangat sulit untuk mencari pelaku itu. karena musuh dalam selimut memang susah ditemukan. Beruntungnya Zaky bisa bergerak cepat dengan mendapatkan beberapa bukti akurat.
“Lalu apa yang Papa lakukan selanjutnya terhadap enam karyawan itu?”
“Tentu saja Papa akan memecatnya dengan tidak hormat. Masih ada satu pelaku lagi yang belum tertangkap. Papa sudah minta bantuan polisi untuk terus mengejarnya.” Jawab Xavier.
***
Usai penangkapan pelaku penyebar berita hoax itu, Zaky menepati janjinya pada Naya untuk mempersiapak pernikahannya. Waktu Zaky juga sudah tidak terlalu padat di kantor. karena memang Ayahnya memberikan waktu untuk mempersiapkan pernikahan itu.
Mulai dari konsep pernikahan dan juga gaun pengantin, Zaky menyerahkan sepenuhnya pada Naya. Naya juga sangat antusias memilih gaun pengantin sesuai dengan keinginannya dan impianya saat masih remaja dulu.
Tanpa terasa hari pernikahan Naya dan Zaky sudah semakin dekat. Seminggu lagi mereka akan resmi menyandang status suami istri. Selama itu pula Zaky sering berkunjung ke kota J untuk membantu persiapan pernikahan mereka. Nyonya Rosma juga tidak tinggal diam. Beliau juga ikut Zaky berkunjung ke rumah Naya. Wanita paruh baya itu juga perlu membicarakan acara pernikahan anaknya dengan calon besannya.
Begitu juga dengan Shanum, yang tak lain adik Zaky. dia juga ikut antusias membantu acara pernikahan kakaknya. Hubungan Shanum dengan Naya juga sudah membaik setelah sempat ada sedikit perselisihan dulu. Apalagi saat ini dia sedang ada projek pemotretan di kota J.
**
Saat ini Naya sedang berada di butik kenamaan yang ada di kota J. dia datang kesana untuk mengambil gaunnya sekaligus untuk memastikan kalau sudah tidak ada lagi kekurangan pada gaun yang dipesannya.
Selama seminggu ini Naya off dari pekerjaan kantor. dia ingin fokus untuk acara pernikahannya. Sedangkan Zaky dan keluarganya akan datang tiga hari sebelum hari H.
Naya sekali lagi mencoba gaun pernikahannya. Dia memutar tubuhnya di depan cermin besar. Melihat pantulan dirinya yang dibalut dengan gaun oengantin yang sangat elegan itu membuat Naya semakin tidak sabar untuk menyambut hari bahagianya.
“Bagaimana Nona? Apa masih ada yang perlu diperbaiki?” tanya pegawai butik yang sejak tadi mengikuti Naya mencoba beberapa gaun yang dipesannya.
“Tidak. Saya rasa ini sudah sangat sempurna. Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan.” Jawab Naya.
Setelah itu Naya masuk ke ruang ganti untuk melepas gaunnya dengan dibantu oleh pegawai butik. Lalu Naya keluar dan diminta untuk menunggu beberapa saat sampai gaunnya selesai dipacking.
Namun saat Naya baru saja keluar dari ruang ganti, ia berpapasan dengan salah satu pegawai butik dan memberikan sebuah amplop kecil untuk Naya.
“Apa ini, Mbak?” tanya Naya bingung.
“Saya tidak tahu, Nona. Tadi ada seseorang yang menitipkan ini pada saya untuk diberikan pada Nona Naya.” Jawab pegawai itu.
Setelah beberapa saat menunggu, dan gaun pesanannya sudah ia terima, Naya langsung pulang. kebetulan hari ini Shanum akan datang ke rumah setelah pemotretan. dan selama beberapa hari ke depan sampai hari pernikahannya, Shanum akan tinggal di rumah Naya. Jadi Naya tidak merasa kesepian lagi. terlebih besok waktunya ia perawatan tubuh dan pastinya kalau ada Shanum, Naya tidak akan pergi sendirian.
Sesampainya di rumah ternyata Shanum sudah tiba lebih dulu. Dua perempuan yang akan menjadi ipar itu saling memeluk erat. Hubungan Naya dan Shanum memang sangat dekat. Tak jarang Shanum juga sering curhan pada Naya mengenai sosok pria yang telah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. namun sayangnya Shanum enggan menyebutkan siapa sosok itu pada Naya.
“Apa kamu sudah lama menungguku, Num?” tanya Naya saat mereka berdua memasuki kamar.
“Lumayan sih. Tapi aku tadi ikut Tante Senja membuat kue. Jadi tidak bosan lah menunggu kamu. Oh iya, Kak Zaky tadi nelpon aku katanya kamu dilarang sering-sering keluar sendiri.” Ucap Shanum.
Memang setelah masalah penyebaran berita hoax itu Naya meminta pada Zaky untuk tidak memakai bodyguard lagi dengan alasan risih dan tidak bisa bebas. Naya sudah meyakinkan Zaky kalau tidak akan ada apa-apa. Akhirnya Zaky menuruti permintaan Naya dengan syarat sering-sering menghubunginya setiap saat.
“Baiklah. Memang kakak kamu sangat posesif sekali.” Jawab Naya.
“Itu tandanya cinta, Naya.” Sahut Shanum sambil menepuk pundak Naya sebelum akhirnya ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Naya hanya menggelengkan kepalanya melihat Shanum yang sudah merebat di atas tempat tidurnya. Sepertinya dia sangat kelelahan. Jadi Naya membiarkan Shanum beristirahat dulu.
Tak lama kemudian terdengar deringan ponsel Naya. Siapa lagi kalau bukan Zaky. pria itu sejak tadi sangat kesal pada Naya karena panggilannya tak kunjung diangkat. Zaky sangat khawatir jika terjadi hal buruk dengan calon istrinya.
Naya mengatakan kalau memang ponselnya dalam keadaan silent. Dan tadi sedang berada di butik untuk mengambil gaun. Zaky pun lega mendengarnya. Dan benar apa yang dikatakan oleh orang suruhannya.
Meskipun Zaky sudah tidak memakai bodyguard yang mengawal Naya, tapi dia diam-diam meminta seseorang untuk mengawasi Naya dari jarak jauh agar tidak membuat calon istrinya itu risih. Dan orang suruhannya mengatakan kalau Naya baik-baik saja.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️