My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 91 ~ Lamaran Kerja



Setelah beberapa saat menghabiskan waktu di ruang kerja, kini Zaky mengajak istrinya keluar dan bergabung makan malam bersama Ayah dan Bundanya. Kebetulan kedua orang tuanya juga baru saja memasuki ruang makan.


“Bundan, Maaf Naya tadi tidak ikut membantu di dapur. Naya tadi sepulang dari kantor Mas Zaky ketiduran.” Ucap Naya merasa bersalah.


“Tidak apa-apa, Sayang. Bunda sangat paham kok bagaimana pengantin baru itu.” Jawab Bunda Rosma dengan senyum penuh arti.


Wajah Naya memerah. Sepertinya mertuanya itu tahu tentang apa yang Sudha terjadi tadi siang di kantor suaminya. sedangkan Zaky sendiri hanya menanggapinya dengan senyuman.


“Ayo, Sayang makan dulu! Bukannya kamu tadi bilang kelaparan setelah tadi siang kita, awwww!” Zaky meringis kesakitan saat Naya menginjak kakinya.


Naya benar-benar tidak menyangka kalau Zaky akan bicara sepertin itu di depan mertuanya. Meskipun kedua mertuanya paham, tapi bagi Naya dia sangat malu jika berbicara mengenai ranjang.


“Kenapa Ren?” tanya Bunda Rosma panik. Apalagi wajah Zaky memerah. Sepertinya Naya menginjaknya cukup keras.


“Nggak apa-apa, kok Bunda. Ya sudah, ayo lanjutkan makannya.” Jawab Zaky menenangkan bundanya yang sangat khawatir.


Sedangkan Naya bersikap cuek dan kembali melanjutkan makannya tanpa melihat Zaky sama sekali. Baginya itu hukuman yang pantas buat sang suami yang bicara tanpa filter.


Usai makan malam, kedua orang tua Zaky lebih dulu meninggalkan ruang makan. Jadi kini hanya tersisa Zaky dan Naya yang masih di sana.


“Sayang, kakiku masih sakit loh ini setelah kamu injak tadi.” ucap Zaky mendrama.


“Biarkan saja. itu balasan karena Mas kalau bicara tanpa disaring dulu.” Jawab Naya.


“Tapi nggak seharusnya kamu menginjak kakiku seperti ini.” sahut Zaky masih berpura-pura sakit dan berharap istrinya merasa bersalah.


Benar saja, Naya merasa bersalah. Padahal tadi ia menginjak kaki suaminya biasa saja. hanya menunjukkan peringatan agar Zaky tidak melanjutkan kalimatnya yang tak pantas didengar.


“Maaf, Mas. Ya sudah, ayo aku bantu berjalan. Sepertinya Mas harus istirahat kalau masih sakit kakinya. Aku juga malam ini bisa tidur dengan tenang tanpa ada yang merusuh.” Ucap Naya diakhiri dengan senyum jahil.


Zaky yang awalnya sangat tersentuh dengan permintaan maaf istrinya, seketika itu ia terkejut mendengar kalimat terakhir Naya. Padahal ia hanya berpura-pura kesakitan. Kalau tahu ujungnya akan seperti ini, lebih baik ia jujur saja kalau kakinya sudah tidak sakit.


“Eh, ini sudah sembuh kok, Sayang. Tentunya tidak akan mengganggu saat kita melakukannya lagi nanti malam.” ucap Zaky penuh semangat. Lalu tanpa aba-aba ia menggendong Naya dan membawanya masuk ke kamar.


“Mas, turunkan! Aku bisa jalan sendiri. Nanti kalau Ayah dan Bunda lihat bagaimana?” Naya terus meronta dalam gendongan sang suami. tapi sayangnya Zaky tidak menggubrisnya.


Kini mereka berdua sudah masuk kamar. perlahan Zaky menurunkan Naya tepat di atas tempat tidur. Zaky langsung mengungkung tubuh istrinya. Naya menjadi salah tingkah saat mendapat tatapan dalam dari suaminya.


“Mas, jangaan seperti ini. perutku masih terlalu kenyang. Tidak baik langsung dibuat tidur.” Ucap Naya sambil memalingkan muka.


“Oh begitu. Baiklah, lebih baik kamu duduk dulu. Atau kita pakai gaya lain selain di atas tempat tidur?” usul Zaky dengan tersenyum jahil pada istrinya.


Naya segera bangkit dan duduk bersandar pada headboard. Wajahnya memanas karena sejak tadi Zaky tak henti-hentinya menatap tanpa berkedip.


“Kenapa, hem? Aku hanya ingin menagih janji kamu, Sayang. Apa kamu sudah lupa?” ujar Zaky mengingatkan.


“Iya, iya aku ingat. Tapi aku perutku masih penuh. Nanti tidak nyaman.” Jawab Naya mencari alasan yang masuk akal.


“Biasanya kalau kekenyangan sebentar lagi akan ketiduran. Kamu jangan banyak alasan, Sayang. Aku tahu kamu tadi hanya makan sedikit. Jadi itu sama sekali tidak menganggu kit ajika melakukannya sekarang juga, bukan?” ucap Zaky dengan tangan yang sudah bergerak nakal menyentuh area sensitif milik Naya.


Akhirnya sepasang pengantin baru itu kembali mereguk kenikmatan dalam kegiatan bercintanya. Saling memberi kenikmatan, saling memuaskan dalam berbagai macam gaya yang selalu membuat keduanya semakin mabuk kepayang.


Desahann panjang dari bibir keduanya mengakhiri drama percintaan mereka malam ini. meskipun udara sangat dingin, namun nayatanya olahraga malam itu telah mengeluarkan banyak keringat.


“Tidurlah, Sayang. Terima kasih selalu membuatku puas.” Ucap Zaky setelah mencium kening istrinya.


“Kamu juga selalu membuatku melayang, Mas.” Jawab Naya setelah itu menelusupkan kepalanya pada dada bidang suaminya.


***


Keesokan harinya Zaky sudah bersiap untuk pergi ke kantor. sedangkan Naya hari ini akan tetap di rumah bersama Bundanya. Mungkin nanti siang ia akan datang ke kantor Zaky untuk makan siang bersama seperti kemarin.


“Sayang, aku berangkat dulu ya? Kalau kamu masih capek, nanti kamu nggak usah datang ke kantor. aku makan siang sendiri saja tidak apa-apa.” Ucap Zaky setelah selesai sarapan.


Naya tampak memicingkan matanya pada Zaky. sementara Zaky sudah merasakan hawa tidak enak saat melihat tatapan aneh dari istrinya.


“Apa kamu sengaja melarangku datang ke kantor agar bisa berduaan dengan sekretarismu itu, Mas?” tanya Naya penuh selidik.


“Sumpah, Sayang! Aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya ingin kamu tidak kelelahan saja.” Zaky berusaha meyakinkan Naya yang sudah menaruh curiga terhadapnya.


Naya tidak menggubris sama sekali ucapan suaminya. justru kini ia meminta Zaky untuk menunggunya sebentar, karena ia akan masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu. Dan bebera[a saat kemudian Naya sudah keluar kamar dengan membawa tas kecil dan memakai cardigan.


“Sayang, kamu mau kemana?” tanya Zaky bingung saat melihat penampilan istrinya lebih rapi.


“Ayo, katanya mau ke kantor! hari ini aku ikut kamu, Mas. Sekaligus membuat lamaran kerja sebagai sekretaris dan akan aku ajukan langsung pada Ayah.” Jawab Naya lalu menggandeng tangan suaminya keluar rumah.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️