My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 64 ~ Setannya Banyak



Hari ini Naya sudah kembali bekerja di kantor. setelah beberapa hari yang lalu ia melalui hari-harinya dengan sangat bahagia lantaran kedatangan orang yang sangat dicintainya, namun kini ia harus sendiri lagi. namun bukan berarti hubungan Naya dan Zaky tidak baik-baik saja, namun kini mereka sedang dalam masa memperjuangkan cinta.


Meskipun awalnya Naya sangat berat saat berpisah dengan Zaky kemarin, namun perlahan dia bisa menghapus rasa galaunya itu. lagipula mereka hanya terpisah oleh jarak yang tidak terlalu jauh. Jadi, komunikasi masih terus terjalin. Bahkan saat bangun tidur tadi pagi Naya sudah mendapatkan sapaan selamat pagi dari Zaky melalui sambungan video call. Sungguh hati Naya berbunga-bunga.


Naya sekarang sudah berada di ruangan kerjanya. Sejak tadi ia terus mengulas senyum karena tidak bisa melupakan senyuman Zaky yang masih terngiang-ngiang.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dari luar sontak membuyarkan lamunan Naya. Setelah itu dia mempersilakan orang itu masuk.


Cklek


“Selamat pagi, Nona!” sapa Alvaro.


“Selamat pagi juga, Kak Al!” jawab Nya dengan ramah.


Alvaro ikut tersenyum melihat aura Naya pagi ini yang terlihat bahagia. Dia juga tahu penyebabnya yang tak lain adalah Zaky. karena beberapa saat yang lalau saat Zaky bertandang ke kantor Xavier, dia bertemu dengan Alvaro. Dan di sana Zaky sempat ngobrol santai menceritakan tentang keberadaannya selama ini.


“Nona, ini saya ingin memberikan beberapa berkas penting dari Tuan Xavier. sekalian untuk mengingatkan kalau setelah jam makan siang nanti anda ada meeting dengan Tuan Daniel.” Ucap Alvaro sambil menyodorkan berkas yang dibawanya tadi.


“Baik, Kak. Terima kasih.” Jawab Naya singkat lalu mempersilakan Alvaro kembali ke ruangannya.


Naya ingat kalau hari ini memang ada jadwal meeting dengan rekan bisnisnya yaitu Tuan Daniel. Dia juga ingat, gara-gara bertemu dengan pria itulah ia sempat bertengkar dengan Zaky. mungkin setelah ini ia akan membatasi dirinya dari Daniel atau siapapun yang mencoba mendekatinya demi menjaga perasaan Zaky.


Akhirnya setelah sibuk dengan beberapa pekerjaannya, kini Naya sedang bersiap untuk meeting dengan Tuan Daniel. Karena meeting dilaksanakan setelah jam makan siang, jadi pihak Tuan Daniel tadi menghubungi Alvaro untuk sekalian makan siang di salah satu restaurant.


Naya kini sedang dalam perjalanan menuju restaurant. Dia datang seorang diri tanpa didampingi Alvaro.


Naya terkejut saat memasuki ruangan VIP ternyata di sana hanya ada Daniel. Padahal biasanya pria itu akan ditemani oleh asistennya. Jadi Naya merasa agak canggung jika meeting berdua seperti ini.


“Selamat siang, Nona Kanaya!” Sapa Daniel dengan ramah.


“Selamat siang juga, Tuan Daniel!”


Daniel mempersilakan Naya untuk menikmati makan siangnya dulu, begitu juga dengan dirinya. Naya menikmati makanannya dengan wajah tertunduk, karena merasa tidak nyaman kalau sejak tadi Daniel terus memperhatikannya.


“Apakah anda suka dengan makanannya,Nona?” Tanya Daniel basa-basi.


Naya hanya mengangguk sembari tersenyum tipis. Lalu kembali melanjutkan makannya.


“Ehm, kalau boleh tahu, apakah Nona Kanaya sudah memiliki kekasih?” Tanya Daniel.


“Sudah, Tuan.” Jawab Naya.


Benar saja, raut wajah Daniel langsung berubah setelah mengetahui bahwa Naya sudah memiliki kekasih. Pria itu berusaha kuat untuk baik-baik saja, walau sebelum berjuang, ia sudah patah hati.


***


Sementara itu saat ini Zaky juga sedang makan siang. Namun ia makan siamg bersama kedua orang tuanya di kantor. sudah menjadi hal yang biasa kalau Nyonya Rosma selalu membawakan makan siang untuk anak dan suaminya. meskipun ada meeting di luar sekalipun, Tuan Bagaskara akan memilih makan siang masakan istrinya. Begitu juga dengan Zaky. kecuali kalau sedang di luar kota.


“Jadi, kapan Ayah dan Bunda bisa pergi ke kota J bertemu Mama dan Papa Rendra?” tanya Zaky saat sedang menikmati makan siangnya.


“Bunda sih ngikut Ayah saja bisanya kapan. Apa kamu sudah tidak sabar untuk meminang Naya?” tanya Nyonya Rosam menggoda anak laki-lakinya.


“Bukankah Bunda tahu, kalau sesuatu yang baik itu harus disegerakan?” Jawab Zaky dengan pertanyaan.


Nyonya Rosam dan Tuan Bagas tersenyum mendengarnya. Mereka sebelumnya memang berniat ingin bertemu dengan orang tua angkat Zaky sejak lama. Namun Zaky masih belum memperbolehkannya. Dan setelah pertemuannya kemarin, Zaky justru buru-buru meminta kedua orang tuanya untuk berkunjung ke rumah Xavier. selain untuk mengucapkan terima kasih karena telah merawat Zaky sejak kecil, Zaky meminta orang tuanya untuk melamarkan Naya untuknya.


Belum sempat Tuan Bagas menjawab pertanyaan Zaky, tiba-tiba saja Shanum datang dan ikut bergabung untuk makan siang bersama.


“Pada bahas apaan sih ini kok kelihatannya sangat serius?” tanya Shanum sembari mengambil makanan yang sudah tersedia di sana.


“Budan dan Ayah akan pergi ke kota J untuk bersilaturahmi dengan orang tua angkat kakak kamu. Sekalian mau melamar kekasihnya.” Jawab Nyonya Rosma.


“Ya, nanti Ayah atur jadwal dulu untuk pergi ke sana.” Sahut Tuan Bagas.


“Wah, bener tuh Bunda. Sekalian saja setelah melamar, nikahkan langsung Kak Rendra dengan Naya. Karena setannya banyak kalau mereka tidak buru-buru menikah.” sahut Shanum sambil terkekeh melihat kakaknya.


“Setan apa maksud kamu, Sayang?” tanya Nyonya Rosma yang tampak bingung.


“Ya itu, setan yang membuat Kak Rendra tidak bisa menahan dir- hmmppppp” Zaky segera membekap mulut Shanum saat adiknya hendak mengatakan sesuatu yang tak sengaja dilihatnya kemarin.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️