
“Bunda, kami berangkat ke kantor dulu!” pamit Naya kebetulan Bunda Rosma ada di depan baru saja mengantar suaminya.
“Iya. hati-hati! Bunda senang lihatnya kalau kalian berdua selalu nempel seperti ini.” sahut Bunda Rosma tersenyum hangat.
“Iya, Bun. Jaman sekarang rawan pelakor.” Lanjut Naya membuat Bunda Rosma semakin bingung.
Setelah itu Zaky langsung menarik tangan isrinya untuk segera berangkat ke kantor. dia benar-benar heran dengan sikap istrinya yang tiba-tiba posesif seperti itu. seolah-oleh dirinya kini sebagai dalam masa pemantauan dari pelakor. Pdahal sudah berulang kali Zaky meyakinkan pada Naya kalau sama sekali tidak ada hubungan dengan sekretarisnya.
“Kenapa sih, Mas?” tanya Naya saat mereka berdua sudah berada di mobil.
“Aku nggak mau telat saja. kalau kamu masih ingin ngobrol dengan Bunda, tidak ikut ke kantor juga tidak masalah, kok.” Jawab Zaky enteng, lalu menyalakan mesin mobilnya.
“Kenapa sih dari tadi kamu sepertinya melarang aku ikut pergi ke kantor. apa jangan-jangan benar, kamu ada hubungan terselubung dengan sekretarismu itu?” Naya mendadak geram dengan suaminya. moodnya pagi ini benar-benar berantakan. Akhirmya ia keluar dari mobil dan membiarkan suaminya pergi ke kantor sesuai dengan keinginan Zaky tadi.
Hal itu semakin membuat Zaky serba salah. Dia mau mencegah Naya keluar mobil, tapi waktu juga sudah siang. Namun kalau dibiarkan, pasti wanita itu akan terus mencurigainya.
Drt drt drt…
Ada pesan masuk di ponsel Zaky dari sekretarisnya yang mengatakan kalau pagi ini ada meeting penting dengan jajaran petinggi perusahaan. Zaky menghela nafasnya pelan. Akhirnya ia memilih pergi ke kantor daripada merayu istrinya yang sedang merajuk. Mungkin nanti saja saat sudah pulang, ia akan mengajak Naya bicara baik-baik.
***
Zaky kini sudah sampai kantor. ia langsung memasuki ruangannya. Dan kedatangan Zaky sudah disambut oleh Vivi yang sepertinya sejak tadi sudah menunggunya.
“Selamat pagi, Tuan!” sapa wanita itu dengan ramah.
Zaky hanya mengangguk tersenyum sebagai jawaban. Entah kenapa perasaan Zaky juga tidak enak. Padahal sebelum-sebelumnya Vivi bersikap biasa saja. dan perubahan sikapnya dapat ia lihat semenjak kehadirannya di kantor.
“Ehm, apa Tuan sudah memerika berkas yang saya berikan kemarin? Kalau sudah, biar saya perbaiki kesalahannya.” Tanya Vivi menahan langkah Zaky yang akan memasuki ruangannya.
Zaky hanya mengangguk lalu masuk ke ruangannya diikuti oleh Vivi, karena berkasnya ada di dalam tas. Dan Vivi tampak tersenyum penuh arti saat memasuki ruangan Zaky.
Zaky menuju meja kerjanya. Ia mengambil berkas untuk diberikan pada Vivi. Sedangkan Vivi berdiri tepat di depan meja Zaky. jangan lupakan dengan penampilan wanita itu. entah kenapa Zaky juga merasa perubahan penampilan sekretarisnya itu yang terlihat semakin berani. Tapi Zaky berusaha tetap tenang dan tidak melihatnya.
“Lain kali kamu bisa cek ulang sebelum memberikannya pada saya. berkas itu bukankah sudah kita bahas setelah meeting kemarin? Lalu saya juga sudah menelitinya lagi.” ucap Zaky lalu memberikan berkas itu pada Vivi.
“Baik, Tuan.” Vivi mengambil berkas itu dari tangan Zaky lalu dengan sengaja ia menyentuh tangan Zaky. sontak Zaky langsung menghindar dan menjauhkan tangannya dari Vivi. Sedangkan Vivi hanya tersenyum seperti tidak punya dosa.
“Kamu bisa keluar sekarang juga!” usir Zaky mencoba untuk tetap bersabar.
Setelah Vivi keluar dari ruangannya, hawa panas yang dirasakan Zaky perlahan menghindar. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia harus bertindak cepat untuk melakukan sesuatu sebelum Vivi semakin berulah. Atau Naya yang akan semakin murka padanya.
Zaky melihat jam di tangannya. meeting yang akan diadakan masih kurang satu jam lagi. kemudian ia memutuskan untuk mendatangi ruangan Ayahnya agar bisa bicara mengenai sekretarisnya yang mulai kurang ajar itu.
Setelah itu Zaky mulai menceritakan semuanya tentang Vivi. Bahkan gara-gara wanita itu membuat Naya salah paham.
“Ternyata masih sama yang dilakukan Vivi.” Ujar Tuan Bagas setelah mendengar cerita Zaky.
“Maksud Ayah apa?” Zaky benar-benar tidak mengerti.
“Sebelum kamu datang dan menempati posisi wakil presdir, Vivi pernah menajdi sekretaris Ayah. Tapi hanya sebentar, karena saat itu ada perombakan jabatan. Dan selama kurang lebih dua bulan menjadi sekretaris presdir, dia juga melakukan hal yang seperti yang dilakukan padamu.” Jawab Tuan Baga membuat Zaky melongo tak percaya.
“Lalu kenapa Ayah masih mempertahankan karyawan seperti dia?” tanya Zaky terkejut.
“Ayah sudah memperingatkan dulu. Bahkan Bunda kamu sendiri juga memergokinya. Lalu dia menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Dia memakai alasan karena menjadi tulang punggung keluarga. Ayah dan Bunda akhirnya memberikan dia kesempatan lagi. dan selama itu sampai sekarang, dia benar-benar tidak mengulangi perbuatannya itu. tapi setelah kamu menceritakan semua ini, Ayah akan memindahkan dia saja. kalau untuk memecatnya, Ayah tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak.” Jawab Bagas.
Setelah mendengar ucapan Ayahnya, Zaky merasa lebih tenang. Ia kembali ke ruangannya dan mempersiapkan beberapa berkas penting untuk meeting sebentar lagi.
***
Meeting Zaky kali ini cukup lama. Sampai mendekati jam makan siang, baru ia menyelesaikan pembahasan pembangunan proyek dengan kliennya. Setelah itu Zaky pamit undur diri kembali ke kantor. siapa tahu istrinya datang memberi kejutan.
Sesampainya di kantor, kecewa yang didapatkan Zaky. karena Naya tidak datang. rupanya istrinya itu benar-benar merajuk. Kemudian Zaky mengambil ponselnya untuk menghubungi Naya. Sayang sekali panggilannya tidak terjawab.
Zaky meminum segelas air putih di atas meja kerjanya sambil mencoba menghubungi Naya lagi. tapi tetap tidak ada jawaban.
“Kenapa tubuhku rasanya panas seperti ini?” gumam Zaky sambil mengendurkan dasinya, karena merasa ada yang aneh dengan tubuhnya saat ini.
Tok tok tok
“Tuan, maaf menganggu waktunya sebentar!”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
Guys, maap ya kalau up'nya ngga rajin seperti biasanya🙏 othor juga sibuk bgt di dunia nyata. mohon dimaafkan😁😁🙏🙏✌️