My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 89 ~ Kecupan Singkat



Zaky menatap wajah lelah istrinya yang tengah berbaring di atas sofa dengan pakaian yang sudah lengkap. Waktu sudah menunjukan pukul setengah empat sore. Ternyata permainannya tadi lumayan lama dan menyita banyak waktu. Pekerjaan Zaky juga harus terbengkelai lantaran sedang asyik menikmati pergumulan panas dengan sang istri.


“Sayang, kamu tunggu sebentar ya? Lima belas menit lagi pulang. aku membereskan pekerjaanku dulu.” Ucap Zaky sambil berjongkok di tepian sofa.


“Kalau Mas masih sibuk, aku pulang dulu nggak apa-apa.” Jawab Naya sambil merasakan remuknya badan akibat ulah suaminya.


“Tidak. Sebentar, hanya lima belas menit.” Tolak Zaky lalu bergegas menuju meja kerjanya.


Naya hanya menanggapinya dengan senyuman tipis. Lebih baik dia beristirahat sejenak sambil menunggu suaminya. meskipun badannya remuk, namun tidak dapat dipungkiri kalau jiwanya sangat tentram. Apalagi Zaky selalu memperlakukan dengan lembut penuh kasih sayang.


Sementara itu Zaky kembali mengecek beberapa dokumen di laptopnya sebelum menyimpan dan mematikan laptop. Sejenak Zaky melihat ponselnya yang begitu banyak panggilan dan pesan masuk. Namun ia mengabaikannya dulu karena lebih mementingkan istrinya yang sangat kelelahan dan sedang menunggunya.


Akhirnya Zaky sudah membereskan semua pekerjaannya. Tepat sesuai ucapannya, lima belas menit dia sudah mengajak Naya keluar dari ruangannya. Sebelumnya Zaky sudah mengatakan pada sang Ayah kalau semua pekerjaannya sudah selesai sekaligus meminta ijin untuk pulang terlebih dulu.


Meskipun Zaky anak dari presdir, namun ia masih tetap menghormati sang Ayah. Jika ada apapun selalu meminbta ijin terlebih dulu. Tidak berbuat semena-mena dan seenaknya sendiri.


Cklek


Baru saja Zaky keluar dari ruangannya dengan menggandeng Naya, seseorang sudah berdiri tepat di depan pintu ruangan Zaky.


“Ada apa, Vi?” tanya Zaky bingung menatap sekretarisnya.


“Tuan, ini ada beberapa berkas yang perlu anda cek ulang lagi. saya sejak tadi menghubungi anda tapi sama sekali tidak ada jawaban.” Ucap Vivi menahan kesal.


Usai jam makan siang tadi Vivi melihat Zaky masuk ke ruang kerjanya. Entah karena alasan apa, wanita itu sangat tidak suka terhadap Naya. Lalu beberapa menit kemudian ia mencari alasan untuk bisa masuk ke dalam ruangan Zaky, namun sayangnya saat mengetuk pintu tidak ada sahutan sama sekali. Bahkan pintunya terkunci dari dalam. Vivi semakin kesal dibuatnya. Sampai-sampai ia menghubungi ponsel Zaky dan juga mengirim pesan tapi tidak ada jawaban.


Vivi sangat yakin kalau di dalam ruangan itu Zaky pasti sedang bercinta dengan istrinya. Hal itu membuat Vivi semakin geram dan mengepalkan kuat tangannya.


“Baiklah, sini. nanti saya akan cek di rumah. karena saya akan pulang sekarang juga.” jawab Zaky mengambil berkas yang sedang dibawa Vivi.


“Tapi, Tuan. Saya harus memperbaikinya sekarang juga. jadi saya akan menunggu hasilnya dari Tuan. Saya tidak masalah jika harus lembur.” Ucap Vivi membuat Naya mencium bau-bau tidak beres pada sekretaris suaminya.


“Ya sudah Mas lanjutkan saja pekerjaannya. Aku bisa pulang sendiri naik taksi kok.” Naya menjeda ucapannya sambil melihat reaksi Vivi yang sudah mengembangkan senyum tipis.


“Tapi aku tidak janji untuk melanjutkan yang tadi.” lanjut Naya setengah berbisik tapi masih bisa didengar oleh Vivi.


Zaky melotot tak percaya dengan ucapan istrinya baru saja. Padahal tadi, setelah melakukan kegiatan panasnya, Naya tidak mengatakan sesuatu. Tapi kenapa sekarang berbicara seperti itu. tentu saja Zaky sangat senang mendengarnya. Akhirnya ia memilih tetap pulang.


Naya berjalan sambil merangkul pinggang suaminya dengan manja. Dia mencuri kesempatan untuk melihat ekspresi wajah Vivi yang tampak kesal. Naya hanya melirik Vivi dengan tersenyum sinis.


Kini Zaky dan Naya sudah berada di dalam mobil. Sikap Naya berubah seperti sedia kala. Tidak seperti saat di depan Vivi tadi. bahkan saat ini cenderung dingin terhadap suaminya.


“Sayang, kamu kenapa?” Zaky heran melihat perubahan sikap istrinya.


“Nggak apa-apa. Mas cepatlah, aku sangat lelah dan ingin segera istirahat.” Jawab Naya dengan nada jutek.


Zaky hanya menghela nafasnya dengan pelan. Lalu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Zaky hanya menebak kalau sikap istrinya dingin karena Vivi tadi. mungkin lebih baik ia bicarakan nanti saja saat sudah sampai rumah.


Beberapa saat kemudian mobil Zaky sudah memasuki halaman rumah. Naya berjalan lebih dulu memasuki rumah dan menuju kamarnya. Sedangkan Zaky hanya mengekori saja tanpa banyak bertanya.


Sesampainya di kamar, Naya mengganti pakaiannya dan mencuci mukanya sebentar. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“Hei, kamu sedang marah?” tanya Zaky tiba-tiba sudah berada di atas tubuh Naya.


“Nggak. Aku hanya lelah. Biarkan aku istirahat dulu, Mas.” Jawab Naya dengan malas, lalu membuang mukanya.


“Baiklah, aku akan membiarkan kamu untuk istirahat. Tapi aku nggak mau lihat wajah jutek kamu yang jelek itu. aku tahu kamu sedang marah karena Vivi. Nanti kita akan bicara setelah kamu bangun tidur.” Jawab Zaky dengan suara tegas.


Naya juga akhirnya merasa bersalah pada Zaky. karena tidak semestinya ia bersikap jutek pada Zaky.


“Maaf. Baiklah, berikan aku waktu sebentar untuk istirahat.” Jawab Naya dengan meninggalkan kecupan singkat pada bibir Zaky.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️