My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 87 ~ Menenangkan Hati



Zaky yang tampak fokus berbicara serius dengan sekretarisnya tidak mendengar suara pintu terbuka, bahkan panggilan Naya juga ia tidak mendengarnya. Sedangkan wanita yang sedang duduk tepat di sebelah Zaky mendengar suara Naya namun ia pura-pura tidak mendengarnya.


Karena merasa diabaikan, Naya akhirnya memilih keluar dan menemui Bundanya saja. sepertinya Zaky juga sangat sibuk. Tapi perasaan Naya tidak enak.


“Sayang!” panggil Zaky saat tangan Naya sudah meraih handle pintu.


Zaky menghampiri istrinya. Ia sangat terkejut melihat kedatangan istrinya. Bahkan Naya sepertinya akan keluar dari ruangannya. Itu berarti Naya sudah sejak tadi masuk.


“Maaf, aku tadi sedang fokus dengan pekerjaan. Apa kamu sudah lama?” ucap Zaky lalu menggandeng tangan Naya untuk duduk di sofa yang ia gunakan tadi.


“Nggak. Baru saja. aku kira menganggu kesibukan kamu, jadi aku memilih keluar saja.” jawab Naya.


“Tuan, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu. Nanti kalau masih membutuhkan bantuan saya, anda tinggal menghubungi saya kapanpun.” Ucap sekretaris Zaky yang bernama Vivi.


“Baiklah. Ini juga sudah jam waktu makan siang.” Jawab Zaky dengan ramah.


Vivi segera keluar dari ruangan Zaky. dia mengangguk hormat sembari mengulas senyum pada atasannya. Namun saat melewati Naya, Vivi sama sekali tidak tersenyum ataupun menyapanya. Wanita itu justru pura-pura tidak melihat keberadaan Naya.


Setelah Vivi keluar dari ruangan Zaky, Naya segera duduk di sofa dengan perasaan yang tak karuan. Tapi sayangnya ia tidak bisa mengungkapkannya pada Zaky. entah kenapa saat melihat sosok Vivi, Naya teringat dengan perbuatan Reva dulu. Tapi Naya tidak berharap hal itu terjadi.


“Kamu kok nggak bilang mau datang kesini, Sayang?” tanya Zaky sambil membereskan beberapa dokumennya.


“Kenapa memangnya? Apa kamu terkejut karena sedang bersama sekretarismu tadi?” jawab Naya dengan pertanyaan bernada datar.


“Hei, kenapa nada kamu berubah jadi jutek seperti itu? apa kamu sedang cemburu?” Zaky terkekeh melihat sikap istrinya yang sudah dipastikan kalau Naya sedang cemburu saat melihat Vivi tadi.


“Bukan cemburu. Hanya saja aku akan belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Ya sudah, kalau masih belum selesai, aku tunggu di ruangan Ayah saja.” jawab Naya sekaligus pamit keluar ke ruangan ayah mertuanya.


Zaky benar-benar tidak mengerti dengan maksud ucapan istrinya. Karena tidak seharusnya Naya cemburu dengan Vivi yang statusnya sudah memiliki suami. dan selama ini wanita itu bekerja dengan baik, tidak ada yang perlu dicurigai. Zaky segera menahan Naya yang akan keluar dari ruangannya. Dia tidak ingin membuat Naya berpikiran buruk tentangnya.


“Sayang, please percayalah kalau aku tidak ada hubungan apa-apa dengan sekretarisku.” Ucap Zaky meyakinkan.


“Kenapa kamu bilang seperti itu, Mas? Aku nggak mencurigaimu. Aku hanya curiga dengan dia. Dan aku cukup belajar banyak dari pengalaman yang sudah-sudah. Kamu ingat dengan Reva kan? Dia dulu selalu mencari perhatian kamu saat aku sedang bersamamu. Padahal saat itu memang dia adalah kekasih kamu. Entahlah, aku takut karma akan datang padaku.” ucap Naya yang mendadak hatinya gelisah.


“Sayang, jangan berpikiran yang macam-macam! Itu semua tidak akan terjadi. Tidak ada karma atau apaun namanya. Aku akan selalu menjaga cinta kita.” Zaky menarik Naya ke dalam pelukannya dan meyakinkannya lagi.


Zaky sangat tahu apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan oleh istrinya. Dia juga tidak mau hal buruk menimpa pernikahannya. Jadi ia akan berusaha mencegah hal buruk itu terjadi.


“Iya, Mas. Maaf kalau menurut kamu aku posesif.”


“Tidak, Sayang. Kamu jangan minta maaf. Aku tahu apa yang kamu rasakan. Ya sudah, ayo kita ke ruangan Ayah untuk makan siang bersama.


Zaky mengajak Naya masuk ke ruangan Ayahnya. Rupanya Tuan Bagas juga baru saja selesai meeting. Naya pun ikut membantu bundanya menyiapkan makan siang yang sudah dibawa tadi.


Mereka berempat menikmati makan siang itu dengan khidmat sambil sesekali berbincang ringan. Hanya saja anggota mereka kurang lengkap karena tidak ada kehadiran Shanum. Padahal Zaky biasanya sangat usil dengan adiknya itu.


“Apa kalian berdua tidak berencana untuk pergi berbulan madu?” tanya Tuan Bagas yang lebih dulu menyelesaikan makannya.


“Tentu saja, Yah. Tapi Rendra mencari waktu yang tepat dulu. Ayah juga tahu kan kalau perusahaan sedang sibuk-sibuknya menjelang tutup tahun.”


“Ya sepertinya waktu liburan akhir tahun saja kalian pergi berbulan madunya. Waktunya juga lebih panjang.” Sahut Bunda Rosma ikut menimpali.


“Naya ikut saja. yang penting tidak mengganggu pekerjaan Mas Zaky. apalagi sudah cukup lama Mas Zaky mengambil cuti karena menema-“


“Sudah Sayang, jangan bahas itu lagi, ok? Ya sudah aku sudah selesai makannya, ayo kita kembali lagi ke ruanganku.” Ajak Zaky.


Sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi itu saling lirik lalu tersenyum penuh arti. Mereka sangat bangga mempunyai anak seperti Zaky yang sangat pandai menenangkan hati istrinya.


“Semoga tidak ada lagi badai besar yang menimpa kebahagiaan mereka berdua. Cukup di awal saja badai itu datang. dengan begitu Rendra dan Naya sama-sama bisa saling menjaga cinta mereka masing-masing.” Ujar Tuan Bagas.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️