My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 90 ~ Tentang Vivi



“Maaf. Baiklah, berikan aku waktu sebentar untuk istirahat.” Jawab Naya dengan meninggalkan kecupan singkat pada bibir Zaky.


Sayangnya niat Naya ingin memberikan kecupan singkat pada suaminya itu berubah menjadi lumaatan lembut. Karena Zaky enggan menjauhkan kepalanya dari Naya, justru menekan kepala Naya untuk memperdalam ciumannya.


Pukulan kecil pada dada Zaky membuat pria itu harus menyudahi ciumannya. Padahal tadi ia juga sudah mengijinkan Naya untuk beristirahat sejenak. Tapi kenapa dia kembali terpaancing saat merasakan manis bibir istrinya.


“Ya sudah, kamu istirahat dulu. Nanti kita akan bicara lagi, dan ingat. Aku juga akan menagih janji kamu.” Ucap Zaky tersenyum.


Naya langsung menutup matanya karena tidak ingin meladeni ucapan suaminya tentang menagih janji. Padahal tadi ia bilang seperti itu hanya berbohong agar sang suami tidak mengurungkan niatnya pulang awal. Naya juga merutuki kebodohannya, kenapa memakai alasan itu. kalau sudah seperti ini, dirinya harus tetap bertanggung jawab. Padahal badannya masih terasa remuk dan menyisakan rasa sedikit ngilu pada intinya.


**


Zaky membiarkan istrinya istirahat sejenak. Ia akan membersihkan tubuhnya dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya tadi yang diberikan oleh Vivi.


Beberapa saat kemudian Zaky sudah berada di ruang kerjanya yang ada di lantai bawah. Pria itu sedang meneliti berkas pemberian Vivi tadi. Zaky mengerutkan keningnya karena berkas itu sudah benar dan tidak ada kesalahan sama sekali. Padahal berkas itu juga sudah dibahas tadi pagi setelah meeting.


Akhirnya Zaky meletakkan berkas itu di atas meja. Membiarkannya saja karena tidak ada yang perlu diperbaiki. Justru sekarang Zaky membuka laptopnya untuk mencari informasi tentang sekretarisnya. Tak lupa ia juga meminta seseorang untuk menyelidiki Vivi ataupun keluarganya.


Bukannya Zaky bodoh atau tidak tahu tentang sikap Vivi saat tadi bertemu dengan istrinya. Hanya saja kebanyakan pria seperti itu. tidak akan menuduh orang sembarangan tanpa bukti yang akurat. Karena pria selalu menggunakan pikiran yang logis untuk mengungkap sesuatu, apapun itu.


Berbeda halnya dengan wanita yang hati dan perasaannya sangat peka. Hanya mengandalkan insting saja wanita bisa mengerti atau bahkan menduga bahwa kejahatan sudah tercium. Meski terkadang instingnya juga tidak selamanya benar. Itu sebabnya kebanyakan pria menganggap kalau wanita seperti cenayang.


Tidak membutuhkan waktu lama Zaky mendapat informasi tentang Vivi. Wanita yang sudah lima tahun bekerja di perusahaan Ayahnya, dan menjadi sekretarisnya selama kurang lebih setahun itu sudah memiliki suami dan dua orang anak.


Selama bekerja di perusahaan Tuan Bagas, rumah tangga Vivi memang sudah bermasalah lantaran sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap. Lebih sering menjadi pengangguran. Ditambah lagi kedua anaknya masih sangat kecil. Itu informasi yang baru saja didapat Zaky dari seseorang.


Zaky bisa menyimpulkan kalau selama ini keadaan ekonomi keluarga Vivi sedang tidak aman. Dengan begitu, sepertinya Vivi menggunaka jalan pintas. Tapi Zaky tidak mau menuduhnya secara langsung apakah Vivi memang sengaja menggodanya. Namun setidaknya, kini ia bisa memberi jarak agar tidak terlalu sering berinteraksi dengan wanita itu.


Cklek


Zaky sangat terkejut saat tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka dan menampakkan Naya sedang membawa secangkir kopi untuknya. Dan jangan lupakan penampilan wanita itu yang terlihat lebih segar, tentunya juga sangat cantik.


“Sayang, kamu sudah bangun?” tanya Zaky sambil menatap Naya tanpa berkedip.


Benar saja, saat Zaky melihat jam dinding ternyata sudah jam enam. Padahal ia sama sekali tidak mengerjakan pekerjaan kantor seperti yang istrinya bilang. Melainkan sedang emncari informasi tentang Vivi. Tapi Zaky tidak memberitahu pada Naya. Biarlah semua itu menjadi urusannya tanpa melibatkan Naya.


“Terima kasih, istriku.” jawab Zaky lalu meminum kopi buatan Naya.


Setelah itu Naya duduk di sofa tak jauh dari meja kerja Zaky. dia menunggu suaminya yang ingin berbicara penting seperti yang dikatakan tadi sebelum ia tidur.


“Sayang, aku tahu apa yang pikirkan tentang Vivi.” Ucap Zaky yang kini sudah duduk di sebelah Naya.


“Terus?”


“Aku tidak mau menuduhnya yang tidak-tidak kalau tidak ada bukti. Kamu jangan khawatir, aku akan menjaga jarak dengannya kalau kamu memang sudah menduga hal buruk tentang Vivi.” Jawab Zaky menatap intens mata istrinya.


“Ck, pelakor jaman sekarang sangat berbahaya. Kamu jangan menganggap remeh dia. Walaupun kamu mengatakan tak sedikitpun tertarik dengannya, kalaun dia sudah bertidak sangat jauh dan di luar batas bagaimana? Kamu juga pria normal. Dia juga masih cantik walau usianya lebih tua darimu.” Ucap Naya tidak puas dengan jawaban suaminya.


“Hei, kamu menganggapku pria hidung belang yang mudah terpedaya dengan semua wanita sekssi dan cantik?” Zaky jelas tidak terima mendengar jawaban istrinya.


“Aku nggak bicara seperti itu. hanya saja kebanyakan pria seperti itu. Aku nggak mau tahu bagaimana caranya agar wanita itu tidak lagi menjadi sekretaris kamu, Mas.” Jawab Naya tak mau kalah.


Zaky hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak semudah itu juga ia beeganti sekretaris. Apalagi selama ini memang tidak ada masalah dengan Vivi. Tapi Zaky ingat janjinya dengan Naya kalau akan selalu membuat wanitanya bahagia.


“Baiklah. Nanti akan bicarakan dengan Ayah.” Jawab Zaky cukup membuat hati Naya puas.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️