My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 57 ~ Otaknya Linglung



“Sayang, kemarilah! Lihat siapa yang datang!” Panggil Senja.


Naya buru-buru mencegah agar air matanya tidak tumpah. Lalu ia melangkah mendekati meja makan. Naya baru sadar kalau di samping Zaky ternyata ada seorang perempuan. Tapi, tunggu dulu! Sepertinya Naya ingat siapa perempuan itu. Perempuan yang menjadi model brand pakaian saat peresmian mall tadi. Ya, dia adalah Shanum. Tadi Zaky menghubunginya dan memintanya datang ke rumah Xavier.


Dada Naya kembali sesak saat Zaky datang ke rumah dengan membawa perempuan. Apa maksud semua ini. Dan kini Naya sudah mengambil duduk di samping Papanya. Bibir Naya kelu saat melihat Zaky sejak tadi menatapnya. Ingin sekali memeluk pria itu kenyataannya telah berbeda.


“Kak Zaky apa kabar?” tanya Naya berusaha tenang.


“Aku baik. Kamu bagaimana, Nay?”


“Baik, Kak.”


Kedua orang tua Naya dan juga Shanum hanya diam saja melihat interaksi Zaky dan Naya saat ini. sedangkan Zaky sendiri juga bingung. Ingin sekali memeluk Naya tapi kenapa dia tidak mempunyai keberanian. Apalagi yang dia lihat saat Naya sudah banyak berubah. Bukan seperti Naya yang dulu lagi. dari penampilannya saja sudah terlihat seperti perempuan yang sangat mandiri dan dewasa. Zaky tidak menemukan sosok Naya yang periang dan manja lagi.


“Ya sudah, ayo dilanjutkan lagi makannya!” ucap Xavier kembali mencairkan suasana.


“Sayang, ayo makan!” lanjut Senja menatap Naya yang masih diam.


Melihat binar di mata Mamanya, Naya ikut bahagia dengan kepulangan Zaky. jadi, dia harus benar-benar mengubur perasaan itu. demi kebahagiaan kedua orang tuanya.


“Ehm, Naya baru saja selesai makan, Ma. Naya permisi dulu, mau ganti pakaian.” Pamit Naya dengan sopan lalu meninggalkan ruang makan.


Zaky menatap Naya penuh kerinduan. Dia juga berpikiran yang sama dengan Naya. Kalau ia harus mengubur perasaannya pada Naya demi kebahagiaan orang tuanya.


**


Waktu sudah malam. namun Naya tidak kembali lagi ke bawah dan bergabung dengan Zaky dan perempuan yang ia tak tahu namanya. Naya sengaja melakukan itu demi menjaga jarak dengan Zaky. karena memang kedatangan pria itu kesini hanya demi kedua orang tuanya.


“Naya!” panggil Zaky saat Naya sedang duduk di sofa ruang santai yang ada di lantai dua.


Naya yang terkejut langsung menoleh ke suamber suara. Dia tidak menyangka kalau Zaky akan menghampirinya saat sedang duduk sendiri di tempat ini.


“I… iya Kak.” Jawab Naya dengan canggung.


“Kenapa tidak turun?” Tanya Zaky yang masih berdiri di samping Naya.


“Oh, itu. ini tadi habis menerima panggilan dari teman, Kak.” Jawab Naya berbohong.


Zaky tahu kalau Naya sedang berbohong. Tapi dia tidak begitu mempermasalahkannya. Lalu keduanya sama-sama terdiam dan suasana canggung kembali menghampiri.


“Maafkan aku, Nay! Maafkan aku memilih pergi meninggalkan kalian semua.” Ucap Zaky akhirnya.


“Nggak apa-apa, Kak. Mungkin memang itulah jalan yang terbaik dari kesalahan yang sengaja kita, ehm, maaf aku ciptakan.” Jawab Naya dengan membuang muka karena tidak sanggup menatap mata Zaky terlalu lama.


“Dan kini Kak Zaky sudah bahagia. Aku senang melihatnya.” Potong Naya.


Grep


Zaky langsung duduk di sebelah Naya dan memeluk Naya dengan erat. Dia sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa rindu pada Naya. Perempuan yang sangat ia cintai sekaligus ia rindukan.


Naya menahan isakannya saat merasakan hangatnya pelukan Zaky. bibirnya kelu tidak mampu berucap sepata kata pun. Biarlah untuk kali ini saja menikmati pelukan Zaky. lagipula sebentar lagi dia tidak akan pernah merasakan pelukan ini lagi.


“Aku sangat tersiksa, Nay. Aku hidup tidak begitu baik setelah memutuskan pergi dari rumah. aku masih menyimpan perasaan ini. perasaan yang sampai kapanpun tidak pernah berubah.” Ucap Zaky.


“Percuma, Kak. Untuk apa kamu datang dengan memberi alasan itu tapi justru kamu membawa luka. Mungkin sampai kapanpun kita ditakdirkan hanya sebagai saudara. Karena kamu sudah memiliki yang lain.”


Rupanya Naya salah paham dengan keberadaan Shanum tadi. dan Zaky tahu pasti kalau itulah penyebab Naya tidak turun setelah berpamitn untuk ganti pakaian tadi.


“Aku akan menjelaskan semuanya. Sepertinya kamu salah paham. Tapi aku senang mendengarnya.” Ucap Zaky setelah mengurai pelukannya.


Naya sama sekali tidak mengerti dengan maksud ucapan Zaky baru saja. namun belum sempat ia bertanya, Zaky sudah menghadiahi cubitan pada pipinya.


“Besok, aku tunggu di café langganan kita. Maaf, aku harus kembali ke hotel bersama Shanum.” Ucap Zaky lalu tersenyum tipis pada Naya.


Naya sangat kesal. Bisa-bisanya Zaky menyebut nama perempuan lain setelah memperjelas bahwa perasaannya masih sama. Apa maksud semua itu.


Tak lama kemudian Zaky menyodorkan ponselnya dengan menunjukkan tangkapan layar kode untuk men’scan no ponsel Naya.


“Bagi nomor kamu!” ucap Zaky dan Naya langsung menyodorkan ponselnya.


“Besok aku tunggu. Jangan sampai tidak datang. aku pergi dulu ya, Nay!” pamit Zaky dengan mengulas senyuman.


Sedangkan Naya hanya menganggukkan kepalanya, karena mendadak otaknya linglung.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️