
Rupanya kaum julid yang berjumlah enam orang itu sedang berada di sebuah restaurant untuk makan siang. Jelas saja obrolan mereka sempat terekam oleh orang-orang yang tak sengaja berada di tempat itu juga. dan otomatis menjadi santapan hangat dan bisa disebarluaskan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah.
Bahkan kabar itu cepat sekali menyebar melalui beberapa akun media sosial yang sering digandrungi kebanyakan orang saat ini.
Naya memang bukanlah selebgram atau artis terkenal. Namun perusahaan milik Xavier sangat terkenal di seluruh penjuru negeri. jadi pihak pemburu berita tidak selalu menyorot tentang kesuksesan sosok Xavier saja, melainkan sisi negatifnya juga termasuk kabar miring itu. terlebih Naya adalah seorang wakil presdir yang sebentar lagi pasti akan naik jabatan menjadi presdir.
Dalam hitungan menit, berita terpanas yang bersumber dari orang yang salah dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kini menjadi tranding topic dengan judul “Demi harta kekayaan yang tak ingin berpindah tangan, sampai membuat settingan anak angkat.” Judul berita yang ditulis dengan huruf kapital itu diberi juga dibubuhi dengan hastag #Pernikahan adik-kakak #NayaZaky.
Naya yang sedang pusing dengan beberapa dokumen dibuat terkejut dengan kedatangan Alvaro tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Bahkan pria itu terlihat sangat panik saat sudah berada dalam ruangan wakil presdir.
“Ada apa, Kak?” Tanya Naya sedikit kesal karena Alvaro tiba-tiba masuk.
“Nona, apa anda sudah melihat kabar terbaru di media sosial?” tanya Alvaro dengan nafas tersengal.
“Berita apa sih, Kak?” Naya memang sejak tadi sangat sibuk. Dia sama sekali tidak sempat membuka ponselnya.
“Lebih baik jangan lihat, Nona. Biar semuanya saya atasai.” Ucap Alvaro.
Namun sayangnya Naya bergerak cepat. Dia membuka ponselnya. Mata Naya terbelalak saat membaca berita yang muncul pada berandanya. Dia tidak menyangka akan muncul kabar tidak benar seperti ini. hatinya kembali sakit. Seburuk itukah dirinya di mata orang-orang. Apalagi ini menyangkut nama baik keluarganya.
Beberapa saat kemudian ponsel Naya berdering. Ada banyak panggilan masuk dari Papanya yang sedang meeting di luar. Begitu juga dari Zaky yang pastinya sudah tahu kabar ini. tapi sayangnya Naya sama sekali tidak menerima panggilan itu.
“Nona, tenang saja! serahkan semuanya pada saya.” ucap Alvaro menenangkan Naya yang saat ini tampak pucat setelah membaca berita bohong tentang keluarganya.
“Bagaimana aku bisa tenang, Kak. Ini menyangkut nama baik keluargaku.”
Alvaro benar-benar bingung. Tidak mungkin dia meninggalkan Naya sendirian. Sedangkan dirinya harus bertindak cepat untuk menghapus kabar buruk itu.
Drt drt drt
Ponsel Alvaro bergetar ada panggilan masuk dari Zaky. dia segera menerima panggilan itu karena sejak tadi Naya mengabaikannya.
Alvaro diam saja mendengar ucapan Zaky di seberang sana. Sesekali dia menganggukkan kepala tanda mengerti dengan apa yang disampaikan oleh temannya itu. Zaky hanya berpesan agar Naya tetap tenang.
“Nona, sekarang anda tetap di sini saja. jangan keluar kemana pun. Karena saya yakin semua karyawan juga tengah membicarakan kabar buruk ini. saya akan keluar sebentar untuk mengatasinya.” Ucap Alvaro setelah mengakhiri panggilannya dengan Zaky.
Naya hanya mengangguk. Dia juga tidak berani keluar, karena pastinya akan mendapat tatapan aneh dari semua karyawannya. Meskipun kabar itu tidak benar, tetap saja hati Naya tidak sekuat itu.
**
Menghapus kabar itu sangatlah mudah bagi Alvaro. Tapi tidak, untuk mencari oknum yang tidak bertanggung jawab itu. namun setidaknya usahanya itu bisa membuat Naya cukup lega.
Karena khawatir dengan keadaan Naya, Zaky sampai mengirim dua orang bodyguard untuk menjaga Naya. Dia tidak ingin terjadi hal buruk pada calon istrinya saat mendekati hari pernikahan.
“Mas tenang saja. aku tidak apa-apa. Tidak perlu repot-repot menyewa bodyguard.” Ucap Naya melalui sambungan telepon.
“Naya, mulai sekarang kamu tanggung jawabku. Aku tidak mau terjadi hal buruk denganmu di saat kita berjauhan seperti sekarang ini. jadi, tolong mengertilah.” Ucap Zaky dengan nada memaksa.
Naya menghembuskan nafasnya pelan. Kalau sudah seperti ini tidak ada pilihan lain selain menurut dengan calon suami.
“Baiklah.” Jawab Naya akhirnya.
**
Hari ini Naya sama sekali tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja setelah mendangar kabar buruk yang menimpa dirinya. Meskipun berita itu sudah berhasil diredam oleh Alvaro, tetap saja Naya masih cemas.
Saat jam pulang kantor tiba, Naya sengaja pulang paling akhir. Dia tidak ingin bertemu dengan karyawannya yang sudah pasti membaca berita tadi. padahal suasana di luar sudah cukup kondusif setelah kedatangan dua orang bodyguard kiriman Zaky tanpa Naya ketahui.
Naya melihat jam di pergelangan tangannya. dia rasa waktunya sudah tepat untuk pulang, karena semua karyawannya pasti sudah keluar semua.
“Selamat sore, Nona! Kami berdua ditugaskan oleh Tuan Rendra untuk menjaga anda.” Ucap seorang bodyguard tepat saat Naya baru keluar dari ruangannya.
Naya sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau secepat itu Zaky akan mengirim bodyguard untuknya.
Kemudian salah satu dari dari bodyguard itu meminta kunci mobil Naya, karena Naya tidak diperbolehkan menyetir sendiri. Naya pun hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. yang terpenting dia aman dan selamat.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️