My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 61 ~ Hanya Kakak



Kini Zaky kembali melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan dimana Shanum melakukan pemotretan. tidak membutuhkan waktu lama, mobil Zaky sudah tiba di sana. Ia segera mengajak Naya masuk dan menunggu Shanum di lobby sesuai dengan permintaan Shanum tadi.


Saat Naya dan Zaky sedang duduk menunggu Shanum, tiba-tiba saja ada seorang pria yang memanggil Naya.


“Nona Kanaya? Kenapa anda bisa ada di sini?” tanya seseorang yang ternyata adalah rekan bisnis Naya.


“Tuan Daniel. Ehm, saya hanya menunggu teman di sini. kalau anda sendiri?” tanya Naya balik sambil melihat penampilan rekan bisnisnya itu yang menggunakan pakaian santai, tidak resmi seperti biasanya. Ah, iya. Naya lupa kalau sekarang hari minggu. Tapi untuk apa juga rekan bisnisnya itu ada di sini.


“Kebetulan saya ada urusan pribadi dengan Tuan Moreno, pemilik perusahaan ini. ternyata Tuan Reno sedang memantau langsung kegiatan pemotretannya, jadi saya langsung ke sini. beruntung sekali saya bisa bertemu dengan anda di sini, Nona.” Jawab Daniel mengabikan Zaky yang tengah duduk santai di sofa namun dengan tatapan tak ramah tertuju pada dua orang yang sedang berdiri di hadapannya.


“Oh begitu. Saya kira anda ikut kerjasama dengan perusahaan ini.” ucap Naya.


“Tidak. Perusahaan kita berbeda bidang. Anda lupa kalau perusahaan kita yang bergerak di bidang yang sama? Kebetulan mertua Tuan Reno masih ada hubungan kekeluargaan dengan orang tua saya, jadi tadi ada urusan sedikit yang mengharuskan saya langsung menemui Tuan Reno di hari minggu ini.” ucap Daniel panjang lebar.


“Ehm…”


Kedua orang yang sedang bicara sambil berdiri itu seketika menoleh saat mendengar suara deheman seseorang yang sedang duduk, yaitu Zaky.


“Kak, kenalkan dia Tuan Daniel rekan bisnisku. Tuan Daniel, kenalkan dia kakak saya.” ucap Naya memperkenalkan kedua pria itu.


Keduanya lalu berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing. Daniel mengulas senyum ramah pada Zaky walau merasa aneh dengan sikap Zaky yang terlihat cuek.


“Saya kira tadi kekasih anda, ternyata hanya kakak.” Ucap Daniel dengan binar mata bahagia.


Naya merasa tidak enak pada Zaky setelah mendengar ucapan Daniel. Apalagi melihat wajah Zaky yang murung, membuat Naya tidak berani menatapnya lagi. beruntungnya setelah itu Daniel buru-buru pergi setelah mendapatkan telepon dari seseorang.


Kini Naya kembali duduk di samping Zaky sambil menunggu Shanum. Naya sama sekali tidak berani melirik Zaky yang masih terlihat kesal.


“Ck, apa itu yang kamu katakan menyibukkan dari dengan pekerjaan kantor? benar saja, rekan bisnis kamu good looking gitu.” Ucap Zaky dengan nada kesal.


“Kak Zaky ngomong apa sih? Aku hanya menghormatinya tadi.” jawab Naya namun sepertinya Zaky tetap tidak terima.


“Kak Zaky!” tiba-tiba saja Shanum memanggil Zaky setelah selesai meeting.


Shanum mengangguk samar pada Naya yang juga ikut menunggunya bersama Zaky. setelah itu Zaky beranjak dari duduknya dan segera mengajak Shanum pergi. Bahkan karena rasa kesalnya pada Naya, Zaky sampai lupa memperkenalkan Shanum.


Zaky membukakan pintu depan mobil untuk Shanum. Sedangkan Naya membuka sendiri dan memilih duduk sendiri di jog belakang. Naya juga tidak banyak bicara karena tahu kalau suasana hati Zaky tidak baik-baik saja.


“Kita mau kemana, Kak?” tanya Shanum memecah keheningan.


“Kita langsung kembali ke hotel saja. Kakak lelah.” Jawab Zaky seolah lupa kalau di jog belakang ada Naya.


Shanum semakin bingung dengan jawaban kakaknya. Kalau kembali ke hotel, lalu apakah kakaknya akan membawa Naya ikut juga.


“Tapi perutku lapar, Kak. Bagaimana kalau kita makan dulu?” ucap Shanum memberi solusi.


“Makan pesan di hotel kan bisa, Num. kamu ini manja banget.” Sahut Zaky dengan wajah kesal.


“Aku turun di sini saja, kalau kalian akan kembali ke hotel.” Ucap Naya yang sejak tadi tahu kalau suasana hati Zaky sedang tidak baik.


Ckiiittttt


Zaky mengerem mobilnya mendadak. Dia terkejut mendengar suara Naya yang sedang duduk di jog belakang. Bagaimana dia bisa lupa kalau sejak tadi ada Naya bersamanya. Bahkan Zaky membiarkan Naya duduk sendirian di jog belakang.


Shanum menggerutu kesal akibat ulah kakaknya yang berhenti mendadak. Untung saja dia memakai seatbelt, jadi kepalanya tidak sampai terbentur dashboard.


“Maaf!” ucap Zaky setelah menyadari kesalahnnya. Tapi entah itu pada Shanum atau Naya.


Sedangkan Naya yang menyadari mobil Zaky tiba-tiba berhenti mendadak setelah mendengar permintaannya yang ingin turun, dia terpaksa membuka pintu mobil dan segera keluar. Karena ia menganggap Zaky menurunkannya di tempat itu juga.


Namun saat Naya sudah keluar dari mobil, Zaky pun ikut turun dan menghampiri Naya. Dia mencekal tangan Naya yang hendak pergi, lalu membukakan pintu depan yang saat ini sedang ada Shanum duduk di sana.


“Num, keluarlah! Kamu pindah ke belakang.” Ucap Zaky.


Setelah Shanum keluar dan berganti duduk di jog belakang, barulah Zaky menyuruh Naya duduk di depan.


“Maafkan aku! sekarang masuklah.” Ucap Zaky dengan suara yang lebih lembut.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️