My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 80 ~ Menghilangkan Trauma



Saat ini Zaky dan Naya sudah bergabung di meja makan untuk makan malam bersama keluarganya. Tuan Bagas dan Nyonya Rosma masih tinggal di rumah besannya demi memastikan keadaan menantunya. Mungkin mereka juga tidak akan lama di rumah Xavier. mengingat Tuan Bagas memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dalam waktu lama.


“Ayah dan Bunda senang melihat keadaan Naya sudah membaik. Mungkin semua ini ujian di awal pernikahan kalian. Kami percaya kalau kalian kuat menghadapinya, kalian akan menemukan kebahagiaan keluarga kalian nantinya.” Ucap Tuan Bagas.


“Iya, Yah. Terima kasih atas dukungannya.” Jawab Zaky.


“Ayah juga minta maaf tidak bisa berlama-lama tinggal di sini. besok Ayah dan Bunda harus pulang karena ada pekerjaan kantor yang sudah menanti.” Lanjut Tuan Bagas.


“Tidak apa-apa, Tuan Bagas. Saya sangat mengerti dengan posisi anda. Anda jangan khawatir tentang keadaan Naya. Justru saya sangat berterima kasih karena anda telah meluangkan waktu anda sampai keadaan Naya benar-benar membaik.” Sahut Xavier ikut menimpali.


Zaky melirik Naya. Dia memberi kode pada istrinya apakah saat ini juga mengatakan niatnya yang ingin tinggal di luar kota. Dan Naya menganggukkan kepalanya. Walau dia tidak tahu bagaimana nanti respon kedua orang tuanya, khususnya sang Mama.


“Ehm, Ma, Pa maaf. Zaky juga ingin mengatakan sesuatu hal yang penting juga. ini bukan keinginan Zaky, melainkan keinginan Naya sendiri demi kebaikan dirinya juga.” ucap Zaky tiba-tiba.


Seketika itu Senja menghentikan kegiatan makannya. Entah kenapa firasatnya tidak baik setelah mendengar ucapan Zaky baru saja.


“Ada apa?” tanya Xavier penasaran.


“Untuk sementara ini, Naya ingin tinggal di luar kota, Pa. dia masih trauma dengan kejadian kemarin. Maaf. Zaky hanya ingin yang terbaik untuk istri Zaky, Pa.” jawab Zaky setelah itu menundukkan kepalanya, karena tidak berani menatap kekecewaan pada wajah Mamanya.


Sedangkan Senja yang ingin protes karena tidak terima dengan keputusan Zaky, Xavier langsung memegang lembut tangan istrinya agar memahami apa yang dialami oleh Naya. Akhirnya dengan berat hati Senja menurut dengan kode yang diberikan oleh sang suami.


Tuan Bagas dan Nyonya Rosma juga terkejut mendengar keinginan Naya. Tapi mereka juga mendukung asal demi kebaikan menantunya.


“Papa tahu dan mengerti. Kalian tenang saja. Papa dan Mama mengijinkan kalian tinggal jauh dari kota ini, asal itu di rumah orang tua kalian juga.” Jawab Xavier.


“Terima kasih, Pa. memang kita nanti akan tinggal bersama Ayah dan Bunda kok.” Ujar Zaky merasa lega.


Tuan Bagas dan Nyonya Rosma sangat bahagia mendengarnya. Mereka akhirnya tidak kesepian lagi jika nanti Zaky dan Naya akan tinggal bersamanya. Terlebih sekarang Shanum sudah memiliki job yang padat dan tidak bisa tinggal lama di rumah.


Sedangakan Senja sejak tadi hanya diam. ada rasa tidak rela dalam hatinya karena akan berpisah dengan anak perempuannya. Tapi dia juga tidak boleh egois. Demi kebaikan Naya juga pastinya dia akan rela melakukan apapun.


“Ma… Apa Mama mengijinkan Naya?” Kali ini Naya memberanikan diri bertanya langsung pada Mamanya yang sejak tadi diam.


Senja menatap Naya dengan mata yang hampir menumpahkan air matanya. namun sekuat tenaga ia mencegah agar air matanya tidak jatuh. Lalu ia menganggukkan kepala dengan tersenyum tipis pada Naya.


Naya dan Zaky akhirnya merasa lega. Mereka kembali melanjutkan makannya setelah beberapa saat terjeda. Zaky juga memutuskan akan memboyong Naya besok bersamaan dengan pulangnya kedua orang tuanya. Menurutnya semakin cepat semakin baik, agar Naya tidak lagi teringat dengan kejadian buruk yang menimpanya beberapa hari yang lalu.


***


Keesokan harinya Zaky dan Naya sudah mempersiapkan semua pakaiannya yang akan dibawa pulang ke rumah orang tuanya. Namun yang menata semua pakaian itu bukan Naya, melainkan Zaky. karena pria itu sama sekali tidak mengijinkan Naya menyentuh apapun selagi keadaan sang istri belum pulih sepenuhnya. Memang secara keseluruhan kesehatan fisik Naya terlihat baik-baik saja. namun Zaky tahu kalau sampai saat ini istrinya masih menyimpan kenangan buruk akibat ulah Aksa waktu itu.


Saat mereka berdua sedang berada di dalam kamar, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang cukup keras dan berulang-ulang. Karena penasaran, Zaky segera membukakan pintu.


“Kakak!!! Kenapa kalian akan pergi dari kota ini? Lalu aku di sini sama siapa? Kenapa kalian pergi sangat mendadak seperti ini tanpa memberitahuku terlebih dulu?” cerocos Shanum tanpa jeda setelah Zaky membuka pintu kamar.


“Sudah ngomongnya?” tanya Zaky setelah Shanum selesai bicara. Namun perempuan itu masih terlihat kesal.


Zaky akhirnya menarik Shanum keluar dari kamar dan mengajaknya bicara empat mata. Sepertinya akan lebih baik Shanum diajak bicara berdua dan diberi pengertian tentang kondisi kakak iparnya.


“Kamu mengerti sekarang?” tanya Zaky setelah mengajak bicara Shanum.


“Iya. ya sudah, demi kebaikan Naya.” Jawab Shanum.


“Nah gitu dong.” Ujar Zaky sambil mengacak rambut Shanum.


Beberapa saat kemudian Naya dan Zaky sudah menuruni tangga dengan membawa koper berisi pakaian mereka. Di sana juga tampak Tuan Bagas dan Nyonya Rosma yang sedang menunggu anak dan menantunya. Setelah berpamitan dengan Senja dan Xavier, akhirnya mereka segera pergi meninggalkan kediaman Xavier. entah Zaky akan mengajak sang istri tinggal bersama orang tuanya selamanya atau hanya sementara. Namun yang pasti saat ini dia berusaha menghilangkan trauma yang dialami Naya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️