
Dua hari istirahat di rumah, keadaan Naya sudah lebih baik. Zaky sebenarnya ingin membawa istrinya ke dokter agar mendapatkan penanganan khusus, sayangnya Naya menolak. Akhirnya Zaky hanya bisa pasrah dan tidak memaksa lagi.
Dan hari ini juga keluarganya diijinkian untuk menemui Naya. Namun sebelumnya Zaky sudah mengatakan pada Naya agar tidak menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Cukup mereka berdua saja yang tahu dan akan menjadi rahasia mereka berdua. Naya pun akhirnya setuju.
Sedangkan proses hukum untuk Aksa dan beberapa orang yang terlibat di dalamnya, Zaky meminta bantuan Nevan agar Aksa diberi hukuman seberat-beratnya tanpa menyangkut pautkan masalah tindak asusila. Karena bagaimanapun juga nanti pihak kepolisian akan tetap membutuhkan Naya sebagai saksi korban. Dan Zaky tidak menginginkan hal itu.
***
Senja dan Nyonya Rosma menangis pilu saat melihat Naya sedang terbaring di atas tempat tidur. Beruntungnya hari ini wajah Naya kebih segar daripada hari sebelumnya. Jadi kedua wanita paruh baya itu sama sekali tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya.
“Apa kamu baik-baik saja, Sayang?” Tanya Senja yang sejak tadi tidak berhenti menangis.
“Mama jangan khawatir! Naya baik-baik saja. maaf, selama dua hari ini memang Naya butuh istirahat. Bukan karena ingin menghindar dari kalian semua.” Jawab Naya.
“Iya, Nak. Bunda mengerti kok. Bunda sekarang lega kalau kamu baik-baik saja.” sahut Nyonya Rosma yang sedang duduk di depan Naya.
Kedua wanita paruh baya itu pun cukup lama berada di kamar Naya. Mereka terus menghibur Naya dengan memberikan banyak dukungan agar Naya kembali bersemangat menjalani hari. Apalagi baru saja Naya resmi menyandang status sebagai seorang istri.
Tak lama kemudian Xavier dan Tuan Bagas ikut masuk ke kamar Naya. Kedua pria itu juga ingin melihat keadaan Naya. Akhirnya siang itu suasana kamar Naya cukup ramai dengan hiburan dari kedua orang tua dan mertuanya.
Sedangkan Zaky saat ini sedang berada di luar. Tepatnya di sebuah café yang tak jauh dari rumahnya. Zaky sedang betemu dengan Nevan untuk membahas kasus hukum yang menjerat Aksa dan anak buahnya.
“Kamu jangan khawatir, Zak! Aku sudah menuntut mereka dengan hukuman yang sangat berat. Lusa akan sidang putusan hukumannya. Kamu tidak perlu hadir, cukup aku saja yang menyelesaikan semua ini.” ucap Nevan.
Nevan melarang Zaky ikut hadir sidang, karena memang dia ingin menebus kesalahannya pada Zaky dan Naya. Sedikit banyak, ulah balas dendam Aksa terhadap Zaky adalah karena perbuatannya juga. dulu dia ikut membantu Zaky mencari bukti perselingkuhan Reva dengan Aksa. Jadi, biarkan masalah hukuman yang menimpa Aksa akan menjadi tanggung jawabnya.
“Terima kasih banya, Van. Kamu selama ini telah banyak membantuku. Aku tidak tahu bagaimana cara membalas perbuatan baikmu ini.”
“Sudah, lupakan saja. aku tidak berharap apapun. Aku hanya ingin hubungan kita ke depan semakin erat layaknya saudara. Itu lebih dari cukup buatku.”
Usai bertemu dengan Nevan, Zaky pun memutuskan untuk pulang. begitu juga dengan Nevan. Pria itu juga berjanji jika urusannya sudah selesai, akan datang ke rumah untuk melihat kabar Naya.
***
“Apa kamu sudah lebih baik?” tanya Zaky setelah mencium kening istrinya.
“Iya. Mama dan Bunda sejak tadi menghiburku.” Jawab Naya.
Kedua orang tua Naya dan Zaky memang tidak tahu perihal yang dialami Naya selama disekap oleh Aksa. Zaky hanya mengatakan kalau Naya disekap di rumah kosong oleh Aksa hingga membuat Naya sangat ketakutan. Dan Zaky juga meminta pada Ayah dan Papanya untuk tidak ikut campur menangani masalah hukum yang akan menjerat Aksa, walau kedua pria itu tetap ingin ikut andil.
Setelah berbincang-bincang sejenak dengan Mama dan Bundanya, Zaky mengajak Naya masuk ke kamar untuk beristirahat sebentar sampai nanti waktu makan malam tiba.
Zaky membiarkan Naya berbaring di atas tempat tidur, sedangkan dirinya mandi untuk membuat tubuhnya lebih segar. Beberapa saat kemudian Zaky keluar dari kamar mandi langsung menuju walk in closet untuk berganti pakaian. Lalu ia menghampiri Naya yang masih diam di atas tempat tidur.
“Maaf, Mas. Seharusnya aku menyiapkan baju ganti buat kamu.” Ucap Naya merasa bersalah.
“Tidak apa-apa, Sayang. Lain kali kalau keadaan kamu sudah pulih seratus persen, aku akan mengijinkan kamu menyiapkan semua kebutuhanku.” Jawab Zaky dengan tenang lalu menarik Naya ke dalam pelukannya.
“Nay, apa kamu sudah yakin ingin pergi dan tinggal jauh dari kota ini?” tanya Zaky tiba-tiba.
“Iya. kenapa memangnya? Apa kamu tidak menyetujuinya?” Tanya Naya balik.
“Bukan. Bukan seperti itu, Sayang. Kalau kamu sudah yakin, nanti aku akan meminta ijin pada Papa dan Mama. dan kita akan tinggal bersama Ayah dan Bunda. Bagaimana?”
“Baiklah. Aku setuju, asal tetap tinggal bersamamu dan jauh dari kota ini.” jawab Naya mantap.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️