
Zaky dan Nabil terus mencari keberadaan Naya. Tidak peduli walau malam semakin larut dan akan berganti dengan pagi. dengan wajah frustasi, Zaky memukul-mukul setir mobilnya saat tidak mendapatkan petunjuk sama sekali dimana saat ini Naya berada.
“Kamu jangan emosi, Zak! Tenangkan hati dan pikiran kamu. Lebih baik kita kembali ke hotel dulu untuk istirahat sejenak.” Ucap Nabil yang saat ini sedang duduk di samping Zaky.
Zaky hanya diam. dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Dia benar-benar takut dengan keadaan Naya. Kemudian Nabil meminta Zaky berpindah posisi dengan dirinya yang memegang kemudi.
Dalam perjalanan menuju hotel Zaky terus berpikir tentang pelaku yang membawa kabur istrinya. Jika diingat dengan pesan singkat yang ditulis untuk Naya, menurutnya adalah orang lama yang menaruh dendam. Dan tidak suka dengan kebahagiaannya. Lalu siapa orang itu.
Entah kenapa tiba-tiba saja yang terlintas dalam otak Zaky hanya satu nama. Yaitu sosok yang dulu hampir menjadi istrinya. Yaitu Reva.
Zaky pun meminta orang suruhannya untuk menyelidiki Reva. Siapa tahu wanita licik itulah dalang di balik semua ini. karena Zaky dulu sempat membuka kedok Reva di depan umum, sehingga wanita itu menaruh dendam padanya.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Nabil yang sejak tadi melihat Zaky seperti mengetahui sesuatu.
“Aku hanya meminta seseorang untuk menyelidiki Reva. Karena kalau dilihat dari pesan yang diberikan untuk Naya, kuat dugaanku memang dia pelakunya.” Jawab Zaky.
Nabil hanya menganggukkan kepalanya. Dia juga setuju dengan pemikiran Zaky. tapi belum tentu juga Reva dalangnya. Karena setahu Nabil, setelah perusahaan Tuan Damar gulung tikar, pria itu memboyong keluarganya untuk tinggal di luar negeri. tapi tidak tahu juga kalau keluarga mereka masih menaruh dendam pada keluarga Xavier.
Sesampainya di hotel, Zaky dan Nabil sudah disambut oleh Xavier dan Tuan Bagas. Begitu juga dengan Barra, Papa Nabil. Ketiga pria itu ingin tahu tentang hasil pencarian Naya. Walau ketiganya juga berusaha untuk meminta bantuan orang lain dan belum membuahkan hasil.
“Belum ada titik terang. Lebih baik kita istirahat dulu. Kita butuh tenaga dan pikiran yang fresh.” Ucap Nabil karena Zaky sejak tadi tampak diam.
**
Zaky memasuki kamarnya dengan berat hati. Kamar yang sudah didesign sangat indah dengan taburan kelopak bunga mawar itu sia-sia karena hilangnya mempelai pengantin.
“Sayang, tunggu aku! aku akan membawamu kembali.” Gumam Zaky tanpa terasa air matanya keluar begitu saja.
Saat ini Zaky memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa. Rasa lelah yang mendera membuatnya cepat menemukan kantuknya. Walau dalam pikirannya dipenuhi oleh Naya.
Kurang lebih selama satu jam Zaky mengistirahatkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar deringan ponsel yang seketika itu membangunkannya. Di sana tertera nama Nevan. Zaky juga bingung kenapa pria itu menghubunginya di saat pagi buta seperti ini. padahal semalam dia sama sekali tidak menghubungi Nevan. Akhirnya Zaky tetap menerima panggilan Nevan. Siapa tahu pria itu tahu sesuatu.
Tidak lama panggilan itu berakhir. Nevan yang semalam tidak bisa hadir di acara pernikahan Naya dan Zaky karena sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota ternyata sudah mengetahui kabar hilangnya Naya dari Xavier. Nevan mengatakan pada Zaky kalau sesampainya dari luar kota yang diperkirakan setengah jam lagi, pria itu akan langsung ke hotel dan ikut mencari Naya. Zaky hanya mengiyakan saja. siapapun yang ikut membantunya dan menemukan Naya, dia akan sangat berterima kasih.
Sementara itu di sebuah kamar hotel yang cukup luas dengan pencahayaan yang temaram, tampak sosok perempuan sedang tidur lelap dengan masih mengenakan gaun pengantin. Hanya saja kedua tangan perempuan itu terikat di sisi kanan kiri ranjang.
Sedangkan seorang pria tak jauh dari tempat tidur itu tampak duduk dengan santai di sofa sambil mengebulkan asap rokok dari cerutunya.
“Pulas sekali tidurmu, Nona! Membuatku tidak sabar untuk mengajakmu bermain-main.” Gumamnya dengan tersenyum smirk.
Pria itu meletakkan cerutunya lalu meneguk minuman yang sudah tersedia di meja dekat sofa. Dia sedang menghubungi anak buahnya untuk memastikan kalau keberadaannya saat ini sangat sulit dijangkau. Karena dia tidak mau rencananya gagal sebelum berhasil mengeksekusi seorang pengantin perempuan yang sangat cantik dan mempesona itu.
“Kamu harus membayar semuanya. Semua yang pernah suamimu lakukan padaku. sudah cukup selama ini hidupku menderita karena ulah suamimu. Aku ingin tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang istri namun keperawanannya sudah diambil lebih dulu oleh pria lain. Hahahaha….”
Pria itu kembali menghisap cerutunya. Dengan sabar akan menunggu Naya bangun dan akan melakukan hari yang panjang penuh peluh keringat kenikmatan.
Karena suara tawa yang cukup keras, Naya pun mulai mengerjapkan matanya. namun dia tidak bisa bergerak bebas karena merasa ada sesuatu di tangannya.
“Dimana aku?” teriak Naya ketakutan saat menyadari kedua tangannya terikat di sisi ranjang.
“Kamu di sini, Sayang! Jangan takut!” Sahut seorang pria yang sejak tadi melihat Naya bergerak resah. Namun sayangnya Naya tidak bisa melihat wajah pria itu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️