
Dengan langkah tergesa-gesa Zaky berjalan menuju kamar hotel dimana saat ini istrinya sedang disekap oleh Aksa. Zaky tahu keberadaan Naya dari Nevan. Pria itu menepati janjinya untuk mencari keberadaan Naya setelah pulang dari luar kota. Mungkin bagi Nevan tidak sulit, karena selama ini dia cukup tahu dengan kehidupan Aksa pasca cerai dari kakaknya.
Dan pagi ini juga, saat matahari belum menampakkan sinarnya, Zaky bersama Nevan menuju sebuah hotel pinggiran kota yang diduga tempat Naya disekap.
Ternyata saat mendekati kamar hotel, Zaky sudah dihadang oleh beberapa anak buah Nevan. Dia pun tidak tinggal diam. Zaky segera menumpas empat orang bertubuh kekar itu. walau sebenarnya dia agak kualahan, namun Nevan yang sudah dekat dengannya, pria itu segera membantu Zaky.
Nevan meminta Zaky segera masuk ke kamar, setelah diberi kartu akses yang ia minta dari resepsionis. Dan apa yang dilihat Zaky saat sudah berada di dalam kamar itu, membuat darahnya mendidih.
“Tolonggg!!!!!”
Bugh
Bugh
Bugh
Suara teriakan Naya membuat Zaky semakin murka. Dia langsung menghajar Aksa tanpa ampun. Tak peduli pria itu akan meregang nyawa, Zaky terus menghajarnya.
“Berengsek!!!”
Bugh
Bugh
Zaky menarik tubuh Aksa yang sudah jatuh tersungkur dan kembali menghadiahi beberapa pukulan tepat di wajahnya. Sedangkan Aksa sendiri sama sekali tidak menjawab umpatan Zaky. justru pria itu tersenyum sinis menatap Zaky.
“Kamu pantas mendapatkan balasan yang setimpal. Lihatlah istrimu! Aku sudah mencicipinya.” Ucapnya dengan suara lirih namun sarat dengan nada meledek.
Zaky semakin marah. Dia kembali menghajar Aksa sampai pria itu benar-benar terkapar. Mungkin Aksa akan mati di tempat itu juga kalau Nevan tidak segera masuk ke kamar dan menghentikan aksi Zaky.
“Berhenti, Zaky!!” Teriak Nevan dengan nafas tersengal karena habis beradu pukul dengan anak buah Nevan.
“Lebih baik kamu selamatkan Naya. Serahkan baj***an itu padaku.” Ucap Nevan tanpa berani melihat Naya.
Zaky pun melepaskan Aksa begitu saja. dia langsung melihat keadaan istrinya yang membuat hatinya teriris. Lalu Zaky menyelimuti tubuh Naya yang hampir telanjang, setelah itu membawanya keluar dari kamar hotel.
Sedangkan Nevan yang masih berada di kamar itu, dia tidak ikut menambah luka di tubuh mantan kakak iparnya. Dia akan menyerahkan Aksa ke pihak berwajib bersama dengan beberapa anak buahnya dan juga pihak hotel yang ikut terlibat di dalamnya.
***
Beberapa saat kemudian, Naya sudah berada di rumahnya. Ya, Zaky memilih untuk membawa Naya pulang daripada kembali ke hotel.
Dengan perasaan sedih, Zaky membersihkan tubuh istrinya yang habis dijamah oleh Aksa. Bahkan dia melihat sendiri ada bekas merah pada leher jenjang istrinya. Tentu saja itu adalah ulah Aksa.
Sedangkan Naya yang sejak tadi menutup mata, perempuan itu terus saja menangis seakan masih ketakutan dengan apa yang dilakukan Aksa tadi.
“Lepaskan aku! jangan lakukan itu!”
Zaky tidak tega mendengar suara rintihan istrinya. Kenapa di hari bahagianya justru ia diberi kejutan yang sangat menyesakkan seperti ini. akhirnya Zaky menutupi tubuh Naya dengan selimut tebal, lalu memeluknya dengan erat.
“Sayang, maafkan aku. semua ini salahku!” gumam Zaky berusaha menenangkan Naya yang masih terus meracau ketakutan.
Rupanya Naya mendangra suara suaminya. dia sedikit mengingat dengan kejadian dimana saat Aksa hampir saja merenggut mahkotanya, tiba-tiba Zaky datang. akhirnya Naya membalas pelukan Zaky tak kalah eratnya.
“Aku takut! Bawa aku pergi jauh, Mas!” rintihnya dengan mendekap erat tubuh suaminya.
“Kamu tenanglah, Sayang! Aku janji setelah ini akan membawamu pergi jauh. Maafkan aku.” balas Zaky lalu mencium pucuk kepala Naya.
***
Mendengar kabar bahwa Naya sudah berhasil diselamatkan dan dibawa pulang, seluruh keluarga Naya dan Zaky akhirya ikut pulang demi melihat keadaan Naya. Namun sayangnya setelah mereka sampai di kediaman Xavier, Zaky melarang anggota keluarganya untuk melihat Naya dengan alasan Naya masih butuh ketenangan. Padahal Zaky tidak ingin semua orang tahu dengan bahwa istrinya sudah dijamah oleh baj***an itu. Biarkan semua itu menjadi rahasia baginya.
Akhirnya pihak keluarga besar pun menerima alasan Zaky. mereka tidak lagi memaksa untuk bertemu Naya. Dengan kembalinya Naya saja sudah lebih dari cukup membuat mereka lega.
Kini Zaky baru saja masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Dengan pelan ia membangunkan Naya agar mau makan.
“Sayang, ayo bangun dulu. Kamu harus makan biar tidak sakit.”
Naya yang sebenarnya tidak tidur hanya membuka matanya sebentar. Dia sama sekali tidak berselera makan. Bayangan apa yang diperbuat Aksa tadi masih terus menghantuinya.
“Aku mohon, makanlah! Aku tidak ingin kamu sakit.” Sekali lagi Zaky membujuk istrinya agar mau makan. Namun Naya justru menangis terisak.
“Mas, aku… aku sudah disentuh-“
“Sttt…. Jangan katakan apapun! Setelah ini aku akan membawa kamu pergi jauh dari kota ini. jadi kumohon, menurutlah!” ucap Zaky dengan menahan rasa sesak di dadanya.
Zaky jelas mencintai Naya bagaimanapun keadaannya. Namun dengan mengingat kejadian tadi, dia sungguh tidak terima dengan apa yang dilakukan Aksa pada istrinya. Walau ia juga masih menyimpan pertanyaan, sejauh mana Aksa melakukan hal tak paantas itu pada istrinya.
Akhirnya Naya menganggukkan kepalanya. Zaky pun tersenyum tipis lalu menyuapi Naya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️