My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 93 ~ Kemarahan Naya



“Tuan, maaf menganggu waktunya sebentar!”


Vivi tersenyum penuh arti melihat tatapan Zaky yang berbeda, itu tandanya umpan yang dia berikan sudah berhasil memerangkap mangsanya. Jadi ia masuk ke ruangan Zaky sangat tepat.


Ya, saat Zaky sedang meeting tadi Vivi diam-diam masuk ke ruangan Zaky untuk memberikan obat perangsangg dosis tinggi ke dalam minuman Zaky. Vivi harus bertindak cepat agar bisa mendapatkan Zaky. karena dengan Zaky berhasil menjadi miliknya, otomatis pria itu nanti akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Vivi bahkan tidak peduli jika akan menjadi istri kedua Zaky. apalagi saat ini proses perceraiannya dengan sang suami sedang berjalan.


Zaky sudah tidak bisa konsentrasi lagi saat melihat Vivi masuk ke dalam ruangannya. Dalam hati kecilnya merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan sekretarisnya itu. tapi sayangnya tubuh Zaky semakin lama semakin panas.


“Tuan kenapa? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Vivi pura-pura panik lalu mendekati kursi Zaky.


Zaky hanya menggelengkan kepalanya dan berusaha mencegah Vivi untuk tidak mendekatinya. Tapi sayangnya pandangan mata Zaky semakin kabur diiringi gejolak dalam tubuhnya semakin liar dan ingin segera dikeluarkan.


“Tuan yakin tidak apa-apa?” tanya Vivi tersenyum puas. Ia yakin kalau Zaky sudah sangat lemah dan tidak bisa lagi mencegahnya.


Vivi mencondongkan tubuhnya pada Zaky yang sedang duduk gelisah. Bahkan wanita itu ingin mencium Zaky.


Cklek


“Kurang ajarrr!! Pak, tolong seret wanita jal***g itu sekarang juga!”


Seseorang tiba-tiba saja masuk dengan amarah yang sudah di ubun-ubunnya. Siapa lagi kalau bukan Naya. Dan seorang satpam yang berdiri di belakang Naya dengan cepat mendekati Vivi lalu menyeretnya keluar.


Vivi sangat panik saat melihat kedatangan Naya. Bahkan rencananya belum berhasil. Ia terus meronta dari genggaman satpam.


“Saya tidak salah. Tuan Zaky yang merayu saya!” teriak Vivi histeris.


“Cepat bawa dia keluar dan amankan, Pak!” pinta Naya pada satpam agar membawa Vivi keluar.


Setelah itu Naya menghampiri suaminya yang sudah tidak bisa dikendalikan. Bahkan tubuh Zaky yang sudah kepanasan sejak tadi, pria itu sudah menanggalkan bajunya dengan kasar. Untung saja hanya ada Naya yang ada di ruangan itu.


“Mas, kamu tenanglah! Lebih baik kamu guyur badanmu dengan air dingin.” Naya berusaha membantu suaminya meredakan rasa panas akibat obat peranggsang yang dimasukkan Vivi ke dalam minuman Zaky.


Naya memang sejak tadi sudah berada di kantor. terlebih saat Zaky sedang meeting di luar. Naya sengaja datang tidak memberitahu siapapun, kecuali bundanya. Dia memantau apa saja yang dilakukan Vivi saat bekerja. Naya juga sengaja masuk ke control room demi melihat gerak-gerik Vivi yang terpantai kamera cctv.


Benar saja, saat Zaky sedang meeting, Naya melihat Vivi memasuki ruang kerja suaminya tanpa membawa apapun. Beberapa menit kemudian Vivi keluar dengan mengembangkan senyum. Naya juga melihat Vivi menggenggam sesuatu di tangannya setelah itu membuangnya ke tempat sampah.


Naya mengabaikan panggilan telepon dari suaminya. dia sibuk meminta bantuan pada satpam untuk menangkap basah Vivi sekaligus mengambil sesuatu yang dibuang Vivi ke dalam tempat sampah tadi.


Beruntung Naya dengan cepat dan tepat waktu masuk ke ruangan suaminya. tapi wajahnya memrah saat melihat suaminya sudah menunjukkan aura berbeda.


Naya menarik tangan Zaky dan membawanya masuk ke kamar mandi, meskipun saat ini Zaky sudah melepas bajunya. Tapi tiba-tiba saja Zaky memeluk tubuh Naya dan menggendongnya, membawa ke sofa.


Zaky merebahkan tubuh Naya di atas sofa. Nafas pria itu sudah memburu karena gairrahnya sudah membumbung tinggi. Dengan kasar, Zaky melumaat bibir istrinya. Naya sampai kualahan mengimbangi permainan suaminya kali ini.


“Mas, jangan seperti ini. kamu menyakitiku!” keluh Naya karena permainan Zaky yang kasar.


Sayang sekali Zaky tidak menggubris ucapan istrinya. Tanpa babibu, Zaky langsung melesakkan senjatanya pada inti Naya yang sudah sedikit basah. Walaupun Naya tidak suka dengan perbuatan suaminya kali ini, tapi ia berusaha untuk tetap mengimbanginya. Karena Naya sadar kalau suaminya saat ini sedang berada dalam pengaruh obat peranggsang.


Cukup lama Zaky melampiaskan hasratnya pada Naya. Hingga keduanya sama-sama terkulai lemah di atas sofa. Tubuh Zaky juga benar-benar lemah dengan degup jantung yang masih berdegup kencang.


“Sayang, maafkan aku!” ucap Zaky sambil memeluk erat tubuh istrinya yang masih polos.


“Nggak apa-apa, Mas. Beruntung tadi aku datang tepat waktu. Kalau tidak, aku tidak bisa membayangkan kamu akan melakukannya dengan jal***g itu.” jawab Naya membalas pelukan Zaky.


Beberapa saat kemudian, Zaky dan Naya sudah berpakaian lengkap. Mereka segera menghampiri Vivi yang saat ini masih diamankan oleh satpam. Zaky memutuskan untuk melaporkan perbuatan Vivi pada pihak berwajib. Dengan beberapa bukti kuat yang ditunjukkan Naya melalui rekaman cctv, sepertinya akan mempermudah jalan Vivi masuk ke dalam jeruji besi.


Vivi berteriak histeris saat kedatangan polisi yag akan menangkapnya. Wanita itu rela bersujud di hadapan Naya dan Zaky demi meminta maaf dan tidak membawa kasusnya ke jalur hukum.


“Sayang, ayo kita pergi saja! biar pihak kepolisian yang menanganinya.” Ajak Zaky lalu membawa Naya pergi.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️