
Hari ini keluarga Zaky memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. Sebenarnya Zaky tidak rela harus berpisah dengan Naya yang saat ini statusnya sudah menjadi calon istri. Namun karena pekerjaan kantor yang sangat padat dan jabatannya sebagai wakil Ayahnya, Zaky tidak boleh egois, dan harus bersikap professional.
Mata Naya berkaca-kaca saat hendak melepas kepergian sang pujaan hati. Walaupun jarak mereka tidak begitu jauh. Bahkan hanya ditempuh beberapa kendaraan darat mereka bisa bertemu, ternyata waktu lah yang menghalangi mereka.
“Sayang, jangan sedih gitu dong!” ucap Zaky tak tenang saat melihat raut kesedihan Naya.
Saat ini Naya sedang berada di hotel dimana keluarga Zaky menginap. Tuan Bagas dan Nyonya Rosma sengaja memberi waktu sepasang kekasih itu untuk bepamitan sebelum terpisah dua bulan.
Bukannya menjawab, Naya justru semakin terisak dalam pelukan Zaky. sedangkan Zaky sendiri juga bingung bagaimana cara menenangkan calon istrinya.
“Meskipun pernikahan kita dua bulan lagi, aku janji tiap weekend akan kesini, menemui kamu. Kamu jangan khawatir!”
Akhirnya ide itu yang muncul di otak Zaky untuk menenangkan Naya. Dan benar saja, Naya langsung mengurai pelukannya dan menatap mata calon suaminya dengan intens.
“Kak Zaky janji ya akan datang kesini seminggu sekali?” tanya Naya memastikan, dan dijawab anggukan kepala oleh Zaky.
“Aku janji. Tapi ada syaratnya.”
Naya mengerutkan keningnya bingung. Sama sekali tidak mengerti apa maksud Zaky. “Syarat” bukannya pria itu mencintainya tanpa syarat? Lalu kenapa sekarang bicara seperti itu.
“Kita sebentar lagi akan menikah. dan aku ini calon suami kamu, bukan kakak kamu lagi. jadi aku minta kamu mengganti panggilan untukku.” Zaky menjelaskan dengan mengurai senyuman tipis di bibirnya.
“Tapi aku sudah nyaman dengan panggilan Kak Zaky.”
“Tapi aku bukan kakak kamu lagi, Naya.”
Keduanya kini justru berdebat masalah panggilan. Padahal beberapa detik yang lalu Naya sedang bersedih lantaran akan ditinggal Zaky. tapi kini dia seakan lupa dengan kesedihannya hanya gara-gara panggilan.
“Tetap saja kan, My Brother My Husband.” Jawab Naya.
“Iya. aku tahu itu. aku hanya minta kamu ganti panggilan untukku.” Kekeh Zaky tak mau mengalah.
“Ya sudah iya, Mas Zaky SAYANG! Puas??” jawab Naya dengan muka cemberut.
“Nah gitu, dong!” Zaky merasa lega sekaligus senang dengan panggilan itu. meskipun kedengarannya Naya memanggilnya dengan tidak ikhlas, tapi dia tahu calon istrinya itu lama-lama akan terbiasa dengan panggilan itu.
“Terima kasih, Sayang!” Zaky menghadiahi kecupaan singkat pada bibir Naya. Naya yang sejak tadi memasang wajah kusut, kini seketika berbinar saat mendapat vitamin dari orang terkasih.
Tak lama kemudian Naya bersama Zaky keluar dari kamar hotel menuju basement dimana saat ini Ayah, Bunda, adiknya menunggu di sana.
Shanum memperlihatkan raut wajah tak ramahnya saat melihat kedatangan Zaky dan Naya. Zaky sama sekali tidak mengerti kenapa adiknya tiba-tiba seperti itu. dia melihat Bundanya seolah ingin bertanya. Tapi belum juga Nyonya Rosma menjawab, Shanum sudah marah-marah.
“Shanum! Jaga bicara kamu.” Sentak Zaky karena tidak suka dengan sikap adiknya.
“Hari ini aku ada pemotretan. sesampainya nanti aku langsung menuju tempat lokasi. Tapi gara-gara menunggu kalian berdua, jelas akan membuatku terlambat. Dan otomastis pihak agensi tidak lagi memakai aku karena kesalahan ini.” Ucap Shanum dan langsung masuk mobil begitu saja tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di sana. Nyonya Rosma sudah berusaha menenangkan anak perempuannya, tapi sepertinya Shanum sudah terlanjur kesal.
Naya merasa sangat bersalah. Semua ini penyebabnya juga dari dirinya yang seolah menahan kepergian Zaky.
“Ayah, Bunda, maafkan Naya! Semua ini karena-“
“Sudah, nggak apa-apa Sayang. Nanti juga Shanum akan baik lagi. kamu jangan khawatir.” Potong Nyonya Rosma yang mengetahui bagaimana perasaan Naya saat ini.
Akhirnya hanya kedua orang tua Zaky yang berpamitan pada Naya. Sedangkan Shanum berada di dalam mobil tidak ingin keluar lagi.
Naya melambaikan tangannya melepas kepergian keluarga Zaky. hatinya yang sempat sedih sudah kembali tenang dengan janji Zaky yang akan datang menemuinya seminggu sekali. Tapi kini Naya sedih lagi karena telah melukai perasaan calon adik iparnya.
***
Pertunangan Naya dan Zaky yang dilangsungkan secara sederhana itu ternyata cukup menyita perhatian publik. Semua karyawan perusahaan Xavier sudah mengetahui kabar pertunangan itu. karena memang Xavier sendiri yang memberitahukannya.
Semua orang ikut senang mendengar kabar bahagia itu. namun ada beberapa orang yang mencibir kabar pertunangan Naya dan Zaky.
Meskipun publik sudah tahu kalau Zaky hanya anak angkat Xavier dan Senja, namun mereka masih tak percaya kalau pada akhirnya Naya akan bersatu dengan Zaky dalam ikatan pernikahan.
“Sepertinya Tuan Xavier yang membuat pengakuan tentang Zaky anak angkatnya itu hanya settingan belaka. Setelah Zaky menghilang cukup lama dan kembali dengan membawa kabar pertunangan dengan Naya, justru itu semakin aneh bukan? Tuan Xavier sengaja melakukan itu hanya menutupi dan membuktikan kalau Zaky hanya anak adopsi. Padahal dia tidak ingin harta kekayaannya jatuh ke orang lain, yaitu menikahkan Zaky dan Naya.” Ujar salah satu orang dari perkumpulan kaum julid terhadap keluarga Xavier.
Mereka yang berjumlah sekitar enam orang itu tampak seru mencuitkan kabar tidak benar dan semakin memperkeruh keadaan. Padahal mereka juga mencari uang di perusahaan Xavier. bagaimana bisa membicarakan keburukan bos mereka dengan membentuk kelompok minoritas yang bahasannya selalu julid terhadap keluarga besar Xavier.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
Maaf guys hr ini up 2 eps saja karena othor lg demam nih, radang tenggorokan kambuh. klo udah sembuh nanti akan up seperti biasanya.🙏🙏