My Brother My Husband

My Brother My Husband
Eps 95 ~ Pupus



Beberapa menit kemudian.


Saat ini Zaky sedang duduk di kursi tunggu sebuah rumah sakit tak jauh dari kawasan gedung perkantoran milik Ayahnya. Lebih tepatnya Zaky sedang duduk di depan ruang perawatan Naya.


Beberapa menit yang lalu, saat Naya tiba-tiba pingsan, Zaky sangat panik dan langsung membawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Kedua orang tuanya yang tahu juga ikut panik dan ikut mengantar Naya ke rumah sakit.


Saat ini Zaky membiarkan istrinya istirahat di dalam dan ditunggui oleh Bundanya. Pria itu sedang memijit keningnya. entah apa yang sedang dipikirkan Zaky saat ini. antara senang dan kecewa melebur jadi satu. Tapi tentunya rasa senang lah yang lebih mendominasi.


Akhir-akhir ini Zaky sangat disibukkan dengan pekerjaan kantor. dan itu memang sengaja ia lakukan demi memberi kejutan pada istrinya untuk mengajaknya pergi berbulan madu. Dan hari ini Zaky bahkan sudah memesan tiket bulan madunya. Rencananya ia akan berangkat akhir pekan lusa. Namun beberapa menit yang lalu ia mendengar kabar bahwa sang istri dinyatakan hamil. Pupus sudah rencana bulan madu itu. tapi tidak memungkiri kalau Zaky sangat bahagia dengan kehamilan Naya itu.


“Ren, istri kamu sudah bangun dan mencarimu. Bunda akan kembali dulu ke kantor Ayahmu.” Ucap Bunda Rosma membuyarkan lamunan Zaky.


“Oh iya, Bunda. Ya sudah, Rendra masuk dulu.” Jawab Zaky.


Saat Zaky masuk ke ruang rawat istrinya, terlihat Naya sedang berbaring di atas brankar. Wanita itu masih terlihat sedikit pucat, karena memang dokter mengatakan kalau tekanan darahnya sangat rendah.


“Sayang, bagaimana keadaan kamu? Apa masih merasa pusing?” tanya Zaky menggenggam lebut tangan istrinya.


“Mas.. aku sudah lebih baik. Memangnya ada apa denganku?” tanya Naya bingung kenapa bisa berada di rumah sakit.


Rupanya tadi Bundanya tidak memberitahu perihal keadaan Naya yang sedang menganndung. Saat Naya bertanya, Bunda Rosma memilih memanggil Zaky, dan membiarkan Zaky saja yang mengatakannya.


“Terima kasih, Sayang!” bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Zaky justru mengucapkan terima kasih sambil mengecup kening Naya. Sontak saja membuat Naya semakin bingung.


“Sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua. Karena di dalam sini ada calon buah hati kita.” Ucap Zaky menjawab kebingungan Naya sambil menyhentuh perut istrinya yang masih rata.


Naya sangat terkejut mendengarnya. Setelah itu air matanya mengalir begitu saja. betapa bahagianya dirinya saat ini karena telah menjadi istri yang sempurna untuk suaminya. sungguh berita ini menjadi anugrah terindah dalam pernikahannya.


Zaky mengusap lembut air mata istrinya, lalu memeluknya dengan erat. Naya masih tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia kini justru terisak lirih. Menangis karena bahagia.


“Terima kasih, Sayang. Aku sangat mencintaimu. Aku berjanji akan selalu menjaga kamu dan calon anak kita dengan penuh kasih sayang.” Ucap Zaky menatap haru isrinya.


“Ini adalah anugrah terindah dari Tuhan, Mas.” Sahut Naya tersenyum simpul.


Setelah mereka berdua saling berpelukan, Zaky membantu istrinya untuk duduk bersandar. Dia akan menyuapi Naya makan siang sebelum meminum obatnya. Dokter menganjurkan agar Naya dirawat di rumah sakit sampai keadaannya benar-benar pulih. Nanti sore juga akan dijadwalkan untuk pemeriksaan USG agar lebih tahu bagaimana kondisi kandungan Naya dan mengetahui usia kehamilannya.


Zaky menyuapi istrinya dengan sabar. Setelah itu memberikan obat untuk segera diminum oleh Naya.


“Terima kasih, Mas! Apa kamu sudah makan siang?”


“Sayang, maafkan aku. aku belum sempat membawamu pergi berbulan madu, tapi keburu kamu sudah hamil. Padahal aku tadi sudah memesan tiket bulan madu, dan rencananya akhir pekan lusa kita berangkat. Apa kamu kecewa?”


Naya menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum. Dia sangat terharu dengan usaha suaminya, walau akhirnya rencana itu gagal,


“Aku sama sekali tidak kecewa, Mas. Mungkin lain kali kita bisa pergi kalau kandunganku sudah kuat. Tapi bukan honeymoon lagi, melainkan babymoon.” Jawab Naya menenangkan hati suaminya.


“Baiklah. Sepertinya itu juga bukan ide yang buruk.”


Akhirnya siang itu Zaky tidak kembali ke kantornya. Ia standby di dekat istrinya terus. Khawatir jika tiba-tiba saja Naya mengeluhkan sakit lagi. apalagi sorenya, Naya dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan USG. Zaky juga sangat penasaran dan ingin tahu bagaimana rupa calon buah hatinya yang saat ini sedang berada di dalam rahim istrinya.


Zaky dan Naya juga sudah sepakat memberitahukan kabar bahagia itu pada Mama dan Papanya. Senja dan Xavier jelas sangat senang mendengarnya. Bahkan hari itu juga mereka memutuskan untuk datang menjenguk Naya sekaligus ingin menyapa calon cucunya.


Tak lupa Zaky juga memberitahu adik tercintanya, yaitu Shanum. Shanum juga tak kalah senangnya mendengar kabar kehamilan kakak iparnya. Itu tandanya ia akan mendapat panggilan baru di keluarganya, yaitu Tante. Hanya saja Shanum masih belum bisa pulang, lantaran job pemotretannya sangat padat.


“Sayang, apa kamu ingin sesuatu? Maksudku, mungkin saja kamu ingin makan apa gitu?” tanya Zaky yang sudah siap siaga menuruti ngidam istrinya.


Naya menjawabnya dengan anggukan kepala. Setelah itu ia memberi kode pada Zaky agar mendekat. Lalu Naya membisikkan sesuatu tepat di telinga Zaky.


“Kamu serius?” tanya Zaky tak percaya dengan keinginan istrinya.


.


.


.


*TBC


Kira² apa yg dibisikkan Naya hayo?😂😂


Oh iya, kurang beberapa bab lagi tamat ya guys...


Jangan lupa kasih dukungannya🤗


Happy Reading‼️