
Warninggggg!!!!!🔥🔥🔥
Kini Zaky sudah berada di ruangannya bersama Naya. Padahal Naya ingin pulang setelah selesai menemani suaminya makan siang. Tapi sayangnya Zaky melarangnya dan memintanya untuk terus menemani bekerja sampai nanti saatnya pulang.
“Kesinilah!” Zaky memanggil Naya yang sedang duduk di sofa tak jauh dari kursi kerjanya.
Naya hanya menurut. Dia berjalan mendekati Zaky, tapi tiba-tiba saja Zaky menarik tangannya hingga Naya jatuh tepat di atas pangkuan suaminya.
“Mas, jangan seperti ini. nanti kalau ada yang masuk bagaimana?” ucap Naya merasa tak tenang.
“Tenang saja, aku sudah mengunci pintunya. Aku sangat merindukanmu, Sayang!” jawab Zaky dengan menempelkan kepalanya tepat di dada Naya.
Naya yang merasa geli dengan ulah suaminya, sontak saja ia bergerak dan hal itu ternyata membangunkan sesuatu di balik celana Zaky.
“Sayang, aku menginginkannya lagi. bisa kita melakukannya sekarang?” tanya Zaky dengan suara parau menahan gairaahnya.
Naya kebingungan menghadapi sikap suaminya. padahal intinya masih meninggalkan rasa ngilu setelah semalam baru saja melakukannya utuk yang pertama kalinya. Tapi dia juga tidak mau berdosa lantaran menolak keinginan suaminya.
“Mas kan sedang di kantor dan sedang sibuk. Nanti saja ya saat sudah di rumah kita bisa melakukannya lagi.” bujuk Naya.
Zaky adalah wakil presdir. Dan di ruangannya jelas tidak semewah ruangan Ayahnya. Kalau di ruangan Ayahnya pasti ada kamar tidur yang memang disediakan untuk beristirahat. Tapi tidak di ruangan Zaky. sedangkan saat ini keinginan Zaky untuk menyentuh istrinya sudah berada di ubun-ubun dan tidak bisa ditunda lagi.
“Tapi aku menginginkannya sekarang, Sayang. Aku sudah kecanduan dengan semua yang ada di tubuhnmu.” Sahut Zaky dan tidak lagi memberikan kesempatan pada Naya untuk berbicara. apalagi membujuknya untuk melakukannya di rumah.
Masih di posisi yang sama, Zaky kini sedang meraup bibir Naya dengan penuh kelembutan. Memasukkan lidahnya membelit lidah Naya dan mengeksplor setiap rongga mulut Naya. Naya pun nelingkarkan tangannya pada leher Zaky lalu ikut larut dalam permaian lidah suaminya.
Suara cecapan dari kedua bibir yang sedang bercumbu itu mengisi keheningan ruangan yang sangat sepi itu. puas dengan permainan bibir, Zaky kini turun ke leher jenjang istrinya dan menambah tanda merah di sana.
Naya mendongakkan kepalanya memberi Zaky kesempatan untuk menciumi lehernya. Meskipun rasanya geli-geli sedap, tapi Naya sangat menikmatinya.
Zaky melakukannya secara berurutan. Kini kepalanya sudah bertengger tepat di atas dada Naya. Dia mengusak lembut kepalanya dia atas aset yang masih terbungkus kain itu. Zaky tidak menyangka kalau Naya justru membuka kancing bajunya dan mengeluarkan isi buahnya dari penyangga berwarna maroon itu, agar Zaky lebih leluasa menikmatinya.
“Terima kasih, Sayang!” ucap Zaky dengan seulas senyum manis ditujukan pada Naya.
“Aku hanya berusaha mempermudah jalanmu, Mas.” Sahut Naya dan langsung menenggelamkan kepala Zaky diantara belahan dadanya.
Zaky sudah tidak bermain dengan lembut lagi saat menemukan sumber kehidupannya. Dia selalu seperti bayi yang sedang kehausan saat mencecap dua aset milik istrinya secara bergantian.
Naya juga sangat menikmati permainan itu. ia bahkan sudah melupakan rasa ngilu pada intinya. Karena sekarang dia juga sangat menginginkan sentuhan Zaky.
Karena sudah cukup lama keduanya melakukan pemanasan, kini Zaky menggendong Naya menuju sofa untuk melakukan penyatuan.
Kebetulan sofa di ruangan Zaky itu cukup nyaman dan bisa digunakan mereka untuk memadu kasih.
“Mas!!” lirih Naya saat Zaky sudah duduk berjongkok dan menghadap paha Naya yang sudah terbuka lebar.
“Sayang, aku sangat merindukan milikmu. Aku sangat suka aromanya. Kamu diam saja, biarkan aku yang bekerja memuaskanmu.” Ucap Zaky lalu tanganya terukur menarik kain segitiga berahan tipis milik Naya.
Zaky hanya menyingkap kain segitiga itu ke samping. Kemudian ia menjulurkan lidahnya ke sana untuk memberikan sentuhan lembut yang akan membuat Naya terbang melayang.
Sentuhan lidah Zaky sontak membuat Naya terkejut hingga tanpa sadar ia mengangkat pinggulnya dan teapak kakinya sudah berada di atas punggung Zaky. hal itu jusrtu membuat Zaky lebih mudah menyesap madu pada inti istrinya.
Naya terus mengeluarkan suara desaahnnya saat Zaky terus aktif di bawah sana. Meremat rambut Zaky dan menekannya semakin dalam seolah Naya tidak ingin kegiatan itu berakhir.
“Mas?” Naya menatap suaminya dengan bingung karena tiba-tiba saja Zaky sudah menghentikan kegiatannya di bawah sana. Ingin memintanya untuk kembali melakukan itu tapi Naya malu.
Zaky berdiri dan melepas semua pakaiannya tak bersisa. Naya sangat terkejut saat melihat senjata milik suaminya sudah berdiri kokoh tepat di hadapannya.
“Sayang, berilah dia sentuhan dengan tangan kamu. Setelah ini kita akan menemukan kenikmatan kita.” Pinta Zaky sambil menuntun tangan mungil Naya agar menyentuhnya.
Akhirnya siang itu di ruang kerja Zaky, tepatnya di sofa, sepasang pengantin baru yang sedang dimabuk asmara sangat puas menikmati kegiatan bercintanya. Tak peduli dengan peluh keringat yang membasahi tubuh masing-masing, asal keduanya sama-sama puas.
“Aku sangat mencintaimu, Sayang.” Ucap Zaky lalu mendaratkan kecupan singkat di kening istrinya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
Maap guys, hari ini cuma up 1 eps saja🙏🙏