
Shanum yang mulutnya tiba-tiba dibungkam oleh kakaknya, ia tidak terima. Setelah merasa bekapan tangan Zaky mengendur, Shanum langsung menggigit tangan Zaky.
Arrgghhhh…
Teriak Zaky kesakitan saat merasakan gigitan Shanum. Kedua orang tua mereka hanya menggelengkan kepala tanpa melerai pertengkaran antar dua saudara itu.
“Sudah, sudah! Kalian ini seperti anak kecil saja. cepat habiskan makanan kalian.” seru Tuan Bagas menengahi petengkaran Zaky dan Shanum.
Shanum cukup puas melihat kakaknya kesakitan. Lalu dia hendak melanjutkan ucapannya tadi, namun urung karena mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya.
Usai makan siang, Nyonya Rosam segera membereskan sisa makanannya, lalu wanita itu juga akan segera pulang. namun sebelumnya, Tuan Bagas memberitahu sesuatu hal penting, karena baru saja pria itu mendapat pesan dari asistennya mengenai jadwal meetingnya dengan beberapa klien.
“Sepertinya Ayah ada jadwa kosong minggu depan. Namun belum pasti juga, tapi tidak ada salahnya jika persiapan untuk pergi ke kota J.” ucap Tuan Bagas sambil meneliti beberapa jadwa melalui ponsel pintarnya.
“Tapi Shanum ada pemotretan, Yah!” sahut Shanum dengan wajah cemberut.
Zaky mengerutkan keningnya bingung. Kenapa adiknya yang pusing, padahal kan ini acaranya, bukan acara Shanum.
“Lalu apa hubungannya dengan pemotretan kamu? Kamu tidak ikut pun tidak jadi masalah.” Tanya Zaky sengaja menggoda adiknya.
“Ish, Kakak jahat banget! Pokoknya aku harus ikut.” Sahut Shanum kekeh dengan keinginannya.
Nyonya Rosma tidak mempermasalahkannya. Begitu juga dengan Tuan Bagas. Namun mereka meminta Zaky untuk tidak memberitahu keluarga Naya terlebih dulu, karena dikhawatirkan tidak jadi berangkat sesuai dengan jadwalnya. Dan Zaky pun setuju.
***
Selama seminggu ini Zaky dan Naya selalu berkomunikasi melalui sambungan telepon. Hubungan mereka berdua semakin dekat. Bukan sebagai kakak adik lagi, melainkan pasangan kekasih. Zaky juga tak segan-segan bersikap mesra pada Naya, dan Naya pun dibuat klepek-klepek oleh Zaky.
Namun sampai saat ini Naya belum memberitahu pada Mama dan Papanya mengenai hubungannya dengan Zaky. bisa dikatakan kalau mereka kembali menjalin hubungan backstreet. Naya belum siap melihat kesedihan Mamanya jika mengetahui hubungannya. Dia senagaj menunggu kedatangan Zaky bersama kedua orang tuanya untuk langsung meminta restu pada Mama dan Papanya. Tapi selama ini baik Senja maupun Xavier terihat santai-santai saja. apalagi mereka pernah menanyakan kabar Zaky pada Naya. Dan Naya hanya menjawab baik-baik saja. walau dalam hatinya ingin menganggap kalau sinyal yang diberikan oleh Mama dan Papanya adalah sinyal sebagai lampu hijau atas hubungannya.
**
Saat ini Naya sedang bersanati di balkon kamarnya setelah menyelesaikan makan malam bersama kedua orang tuanya. Dan tak lama kemudian terdengar deringan suara ponselnya. Siapa lagi kalau bukan Zaky.
Wajah Naya berbinar saat melihat id pemanggil itu. tidak menunggu waktu lama, ia segera menggeser tombol warna hijau dan langsung menampakkan wajah Zaky yang sangat tampan.
“Memangnya nggak boleh? Masak iya harus marah-marah?”
Zaky tersenyum mendengarnya. Selama seminggu ini ia sangat merindukan Naya. Meskipun komunikasi mereka tidak pernah absen, namun bagi Zaky rasanya sangat berbeda kalau tidak bertemu secara langsung.
Mereka berdua menghabiskan waktunya untuk melepas rindu. Seperti malam-malam sebelunya, Zaky juga selalu menyempatkan diri untuk ngobrol dengan Naya sebelum tidur.
Sebenarnya besok Zaky dan keluarganya sudah dipastikan akan datang ke kota J untuk bertemu dengan keluarga Naya. Namun Zaky tidak ingin mengatakannya pada Naya. Pria itu sengaja memberikan kejutan pada Mama dan Papanya, khususnya pada Naya.
“Apa kamu sudah mengantuk, Nay?” Tanya Zaky saat melihat Naya seperti kelelahan dan butuh istirahat.
“Hmm… tapi aku masih kangen sama Kak Zaky.” jawabnya dengan suara manja. Bahkan saat ini Naya sudah berpindah tempat dengan rebahan di atas tempat tidur.
“Ya sudah, kamu tidur saja nggak apa-apa. Oh, iya. aku mau bilang kalau besok tidak sempat menghungi kamu, aku minta maaf. Karena besok aku ada pekerjaan di luar kota yang mungkin tidak sempat memegang ponsel.” Ucap Zaky.
“Iya, Kak. Nggak apa-apa. Kalau Kak Zaky bilang begini kan aku jadinya nggak khawatir kalau tidak ada kabar dari kakak. Asal segera hubungi aku kalau sudah ada waktu luang.” Jawab Naya cukup bijaksana, tapi belum tahu bagaimana realitanya besok.
Tak lama kemudian Zaky mengakhiri obrolannya dan mempersilakan Naya untuk segera tidur.
***
Dan ternyata benar. Kalimat bijaksana yang diucapkan Naya semalam hanyalah hisapan jempol belaka. Karena pada kenyataannya, dari mulai pagi sampai siang ini wajah Naya tampak murung karena sama sekali tidak bisa menghubungi Zaky.
Awalnya dia merasa biasa saja kalau Zaky tidak mengirim pesan, atau meneleponnya. Mungkin kekasihnya itu sedang dalam perjalanan ke luar kota. Tapi saat menjelang jam makan siang, naya mencoba menghubungi ponsel Zaky. dan hasilnya di luar dugaan Naya. Ponsel Zaky sedang berada di luar jangkauan. Pesan yang ia kirim hanya tertera symbol ceklis satu. Bahkan terakhir aktif ponselnya yaitu semalam setelah mereka berdua melakukan panggilan video. Naya pun langsung berpikiran buruk, kalau sepertinya Zaky sengaja menghilang darinya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️