
Naya baru saja sampai di café langganannya dimana dulu sering menghabiskan waktunya dengan Zaky. tentunya di saat status mereka masih adik kakak dan belum mengutarakan perasaan masing-masing.
Hari minggu suasana café lebih ramai dari biasanya. Naya bahkan sedikit kesulitan mencari tempat duduk yang nyaman, karena hampir semua kursi terisi penuh.
Akhirnya pandangan Naya tertuju pada sebuah tempat duduk yang pernah ia tempati dulu. Di sana lumayan sepi pengunjung karena kebanyakan pengunjung memilih tempat paling tengah dan beramai-ramai dengan teman-teman mereka.
Naya belum melihat tanda-tanda kedatangan Zaky. akhirnya ia memesan minuman terlebih dulu sambil menunggu Zaky datang.
“Nay, maaf aku sedikit terlambat. Aku mengantar Shanum ke tempat pemotretan dulu.”
Naya membaca pesan yang beberapa menit lalu dikirim oleh Zaky. entah ada hubungan apa antara Zaky dengan model caantik itu. sepertinya Zaky sangat perhatian. Dan membuatnya tidak suka. Naya pun akhirnya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan tidak membalasnya.
Cukup lama Naya menunggu Zaky. bahkan minumannya hampir habis tapi yang ditunggu tak juga datang. saat Naya hendak berdiri meninggalkan café, terdengar suara seruan seorang pria yang sejak tadi ditunggu.
“Nay, jangan pergi dulu!” ucap Zaky dengan nafas tersengal.
Naya yang melihat Zaky ngos-ngosan akhirnya kembali duduk dan memesankan minuman untuknya.
“Maaf!” ucap Zaky bersamaan dengan pelayan café datang membawakan minuman.
“Kak Zaky minum dulu!” ucap Naya.
Setelah meneguk minuman yang dipesankan Naya, Zaky perlahan sudah bisa mengatur nafasnya dengan baik.
“Maaf, aku telat Nay. Tadi setelah mengantar Shanum, jalanan sangat macet karena ada kecelakaan lalu lintas.” Ucap Zaky.
Lagi-lagi Naya dibuat kesal saat Zaky kembali menyebut nama Shanum. Sepertinya perempuan cantik itu sudah berhasil mencuri perhatian Zaky. lalu kenapa semalam Zaky mengatakan kalau perasaannya masih sama.
“Hei, apa kamu cemburu?” tanya Zaky saat melihat wajah kesal Naya yang ditahan.
“Kak Zaky bicara apaan sih? Untuk apa aku cemburu pada kakakku sendiri.” Jawab Naya dengan tenang.
“Kenapa kamu bicara seperti itu, Nay? Apa kamu sudah melupakan perasaan itu? apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi, Nay?” tanya Zaky dengan suara sendu.
Kepergiannya selama ini ternyata membuat Naya dengan mudahnya melupakan perasaan itu. Zaky kecewa melihat sikap Naya yang sudah berubah. Padahal kemarin dia sangat bahagia saat bertemu dengan Naya dan menganggap kalau Naya juga masih menyimpan perasaan itu.
“Aku rasa memang lebih baik seperti itu, Kak. Apa Kak Zaky tahu kalau selama ini Mama sakit karena kepergian Kak Zaky. dan setelah Mama bertemu kembali dengan Kakak, aku bisa melihat aura bahagia Mama. aku tidak ingin menyakiti Mama lagi. biarlah sampai kapanpun kita tetap menjadi saudara.” Jawab Naya dan membuat Zaky semakin kecewa mendengarnya.
“Tapi kamu masih mencintaiku kan, Nay? Kamu masih menyimpan perasaan itu kan?” Tanya Zaky ingin tahu.
“Untuk apa juga kalau aku mencintai seseorang yang sudah memiliki kekas-“
“Shanum adikku, Nay! Dia adik kandungku!” potong Zaky.
Naya sangat terkejut mendengar uacapn Zaky baru saja. bagaimana mungkin Zaky memiliki adik perempuan yang seusia dengannya. Namun jika diingat-ingat, memang wajah Shanum hampir mirip dengan Zaky. lalu apa semua itu benar.
“Selama aku pergi, aku menemukan keluarga kandungku, Nay. Dan aku mempunyai adik perempuan, yaitu Shanum.” Ucap Zaky kemudian.
Entahlah kenapa hati Naya sangat lega mendengarnya. Ternyata rasa kesal dan cemburunya terhadap model cantik yang bernama Shanum itu itu tidak terbukti kalau dia bukan kekasih Zaky. melainkan adik kandungnya.
“Apa kamu senang mendengarnya? Apa kamu sudah lega? Tidak cemburu lagi?” tanya Zaky, seketika membuat wajah Naya memerah.
Naya tidak menjawab. Dia melepas genggaman tangannya dari Zaky lalu meminum minuman yang ada di atas meja. Sedangkan Zaky hanya tersenyum tipis saat Naya menghabiskan minumannya. Karena Naya lupa kalau minumannya sudah habis sejak tadi.
“Apakah enak jusnya, Nay?” tanya Zaky setelah Naya menghabiskan minuman milik Zaky.
“Astaga!! Maaf, Kak. Aku akan pesankan lagi.” ucap Naya salah tingkah.
“Tidak perlu! Aku sudah tidak haus lagi. dengan kamu meminum minumanku, secara tidak langsung kita sudah bercumbu loh, Nay!” ucap Zaky sambil mengerlingkan matanya.
“Apaan sih, Kak Zaky?” Naya semakin salah tingkah dengan perkataan Zaky baru saja. terlebih dia tiba-tiba ingat dengan ciumannya dengan Zaky dulu.
Setelah keadaan normal kembali, Zaky kembali memegang tangan Naya. Dia ingin memperjelas hubungannya dengan Naya yang selama ini terputus cukup lama.
“Nay, keluargaku tinggal di luar kota. Dan aku di sini juga tidak bisa lama-lama. Kalau pemotretan Shanum selesai, aku harus pulang. aku di sana juga bekerja membantu Ayah di perusahaannya.” Ucap Zaky.
“Apa Kak Zaky tidak ingin tinggal bersama lagi dengan Mama dan Papa?” tanya Naya dengan raut sedih.
“Maaf. Aku bisa tinggal bersama kalian asal dengan status yang berbeda.” Jawab Zaky dan membuat Naya cukup bingung.
“Status berbeda maksudnya aku sebagai suami kamu. Jadi, apakah kamu masih mencintaiku, Nay? Aku akan berusaha mendapatkan restu dari Mama dan Papa agar menyetujui hubungan kita.”
Naya senang mendengarnya. Namun ada perasaan gamang dalam hatinya, apakah Mama dan Papanya akan memberikan restu.
“Kamu jangan khawatir! Aku akan membawa Ayah dan Bunda kesini untuk membantu kita mendapatkan restu dari Mama dan Papa.” Lanjut Zaky yang seolah mengerti dengan apa yang ada dalam benak Naya saat ini.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️