
Sontak Jung woo kembali kaget, dan Jung woo tidak bisa lagi menahannya. Tanpa basa basi, Jung woo langsung mencium Dae hwa, dan mereka saling berciuman panas.
Dae hwa yang menyadari bahwa dia sedang ada di dapur, langsung melepaskan ciuman tersebut. "Kita di dapur, kamu jangan macam macam ya." Ucap Dae hwa mencubit pipi Jung woo, dan langsung turun dari wastafel dan kembali duduk dengan tenang.
"Dia benar benar menggemaskan, aku tidak bisa tahan lagi dengannya." Ucap Jung woo hanya bisa tersenyum, dan melanjutkan masakannya.
Selesai membuat sarapan, Jung woo pun langsung meletakannya diatas meja. "Wow, harum banget masakan kamu sayang. Pasti ini enak." Puji Dae hwa yang sudah tidak sabar untuk mencicipinya.
"Tentu saja enak, namanya masakan suami kamu." Ucap Jung woo langsung duduk disampingnya.
"Pagi." Sapa ayatnya langsung duduk dihadapan mereka berdua.
"Eh ayah, mau Dae hwa panggil tadi. Tapi ayah sudah datang." Ucap Dae hwa langsung meletakkan nasi dan lauk dipiring ayah mertuanya.
Selesai makan dan berbincang, Dae hwa pun duduk disofa sambil bermain dengan Katy, selagi menunggu Jung woo mandi dan bersiap siap.
"Katy sayang, kamu menggemaskan banget sih. Gemesan kamu daripada suami aku, kamu gemes." Ucap Dae hwa gemas, sampai menciumku pipi kucing tersebut.
Jung woo sudah selesai bersiap siap, dan langsung memeluk Dae hwa dari belakang. Sontak Dae hwa menatapnya. "Apa kamu sudah siap?." Tanya Dae hwa sambil menggendong Katy.
"Sudah dong sayang, dan kenapa tiba tiba kamu bermain dengan Katy. Padahal tadi gak kelihatan deh?." Tanya Jung woo langsung duduk disampingnya, dan menyender dibahunya.
"Kalau begitu, mari kita pergi kerja sekarang sayang. Kalau kamu mau bermain dengan Katy saja, yaudah bermainlah. Biar aku yang pergi kerja." Ucap Young Soon langsung berdiri, sambil merapikan pakaiannya.
"Tunggu sayang, aku ikut dong. Kalau begitu, kamu jaga rumah baik baik ya Katy sayang. Jangan nakal kepada siapapun, yang ada di rumah ini. Kamu mengerti kan sayang." Ucap Dae hwa kembali mengelus Katy.
"Meow, meow." Jawab kucing tersebut paham dengan perkataan Dae hwa.
Dae hwa pun meletakkan Katy diatas sofa. "Dah sayang, mama dan papa kamu mau pergi bekerja dulu." Ucap Dae hwa dan Jung woo melambaikan tangannya, dan langsung pergi ke perusahaan, dalam keadaan saling berpegangan tangan.
Di perjalanan. "Sayang, ada yang mau aku katakan kepada kamu." Ucap Ayana.
"Hm, hal apa yang mau kamu katakan sayang?." Tanya Jung woo dengan lembut.
"Kamu mau kan ikut kedalam rencanaku, yang sudah aku katakan kepada kamu kemarin. Soal Eun ji dan Chan woo, kamu tahu kan sayang." Jawab Dae hwa sambil menaikkan alisnya.
"Tentu saja aku tahu sayang, dan aku tidak akan melupakan perintah dari istri kesayangan aku. Kalau begitu, kapan mau kita lakukan rencana itu?." Tanya Jung woo sambil tersenyum.
"Kalau nanti bagaimana sayang, dan kamu menghubungi Devian, aku menghubungi Eun ji. Dan dengan begitu mereka akan bertemu dan saling mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain deh." Jawab Dae hwa bahagia, sampai bertepuk tangan.
"Apa kamu jamin kalau ini akan berhasil?." Tanya Jung woo.