
"Kau begitu cantik Dae hwa.Semua pasti akan tergila gila kepadamu."Ucap Nam ji tersenyum bahagia.
Mengelus lehernya."Heheheh...., terima kasih Nam ji.Kalau begitu aku permisi dulu ya.Karena sudah di panggil oleh pak Jung woo.Dahhh semuanya."Jawab Dae hwa membalas senyum mereka semua sedangkan karyawan prianya malah terbengong melihat kecantikan Dae hwa.
Dae hwa pun menuju ke ruangan Jung woo."Permisi pak saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa sambil menyandang tasnya.
"Silahkan masuk."Jawab Jung woo didalam sambil membelakangi Dae hwa.
Dae hwa pun masuk kedalam."Ini pak..., saya cuma mau menginformasikan soal berkas yang sudah saya siapkan pak."Jawab Dae hwa sambil merapikan rambutnya.
Berbalik badan."Apa kau sudah...."Tiba tiba kata katanya terpotong karena melihat kecantikan Dae hwa dan dia tercengang.
"Halo pak....,"Menyadarkan Jung woo yang terbengong.
"Eh..., bukan apa apa.Apa kau asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo bingung.
"Heheheheh...., iya pak.Kenapa emangnya pak..., apa ini tidak cocok dengan saya?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
Menutupi mulutnya dengan tangan kanannya."Itu sangat cocok denganmu.Anda terlihat cantik hari ini.Sudahlah..., ini ada berkas yang harus kau siapkan.Siang nanti kita ada rapat.Siapkan hari ini juga."Jawab Jung woo memberikan berkas tersebut kepada Dae hwa.
"Baik pak..., kalau begitu saya permisi dulu pak Jung woo."Ucap Dae hwa tersenyum sambil membawa berkas tersebut.
Setelah Dae hwa pergi.Jung woo menutupi wajahnya karena salting dengan kecantikan Dae hwa."Kenapa anak itu mengubah penampilan.Astaga...., dia sangat cantik dengan dress itu.Aku tidak boleh terpanah dengan asisten ku sendiri.Aku harus fokus dengan perusahaan ku."Ucap batin Jung woo merapikan jasnya.
Disisi lain.Dae hwa yang menuju ruangannya tidak sengaja berpapasan dengan Chan yoel."Pagi Chan yoel."Sapa Dae hwa sambil tersenyum.
"Pagi juga...., apa anda karyawan baru disini?."Jawab Chan yoel sambil bertanya.
"Apa kau tidak mengenaliku?."Tanya Dae hwa.
"Anda siapa ya.Sepertinya saya baru sekarang melihat anda."Jawab Chan yoel bingung.
"Aku Dae hwa, Chan yoel...., masa kau tidak mengenaliku.Apa aku sangat berbeda."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya dengan tersenyum.
"Apa!!!."Kaget Chan yoel sampai terpelongok dengan kecantikan Dae hwa.
Memutari Dae hwa."Apa ini benar benar bu manager...., bu manager sangat cantik.Cantik banget."Jawab Chan yoel tiba tiba pipinya blush memerah.
"Hahahah....., terima kasih banyak Chan yoel.Kau yang langsung terbuka mengatakan hal seperti ini.Kalau begitu aku permisi dulu."Jawab Dae hwa bahagia karena mendapatkan pujian.
"Top deh bu manager...., bu manager sangat cantik.Selamat bekerja bu manager cantik."Bahagia Chan yoel tersenyum pepsodent.
Diruangan Dae hwa."Kenapa pak Jung woo hanya mengatakan hal seperti itu saja.Kenapa dia tidak seperti Chan yoel ya.Padahal aku sudah menyukai pak Jung woo.Kenapa reaksi pak Jung woo hanya seperti itu.Menyebalkan deh."Ngambek Dae hwa sambil menyanggang wajahnya di tangannya.
"Aku harus menyiapkan berkas ini dengan cepat.Untuk rapat siang nanti."Ucap batin Dae hwa kembali fokus untuk mengerjakan berkasnya.
Siang pun tiba dimana Dae hwa kelelahan karena menyiapkan berkas yang begitu banyak dan harus di siapkan siang ini juga."Haduh...., dasar Jung woo peak.Bukannya memberiku keringanan malah menyusahkan ku saja.Dasar popo."Ucap kesal Dae hwa terlentang di kursinya karena lelah.
Ditengah kelelahannya.Tiba tiba ponselnya berdering."Uri omma.....omma gaahhh."Bunyi nada dering ponselnya.
"Siapa lagi yang menghubungi ku.Tidak tahu aku sudah kelelahan begini."Mengambil ponselnya lalu melihatnya.
"Eh..., ini dari pak Jung woo."Mengangkatnya.
"Apa kau sudah menyelesaikan berkas berkasnya?."Tanya kembali Jung woo.
"Sudah kok pak, apa sekarang harus saya antar ke ruangan bapak."Jawab Dae hwa berdiri dan merapikan berkas berkas tersebut.
"Sudah tau banyak tanya.Antar sekarang ke ruangan saya.Kita akan langsung pergi untuk rapat di perusahaan lainnya."Jawab Jung woo.
"Baik pak...., saya akan datang secepatnya."Ucap Dae hwa langsung mematikan ponselnya.
"Dia pikir dia siapa.Kan aku tidak salah bertanya biar ga dingin tu telepon seperti sikap dia kepadaku."Ucap batin Dae hwa kembali kesal sambil merapikan berkasnya.
Dae hwa pun pergi ke ruangan Jung woo sambil membawa berkas tersebut.Sesampai ruangan Jung woo.Dae hwa langsung masuk tanpa permisi.
Saat masuk, Dae hwa sudah di sajikan dengan pemandangan perut seksi dari Jung woo yang sedang mengganti pakaiannya."Arghhh.....,"Teriak Dae hwa kaget plus pipinya memerah.
"Arghhh."Ikut terkejut Jung woo karena mendengar Dae hwa teriak.
"Maaf pak..., saya keluar dulu.Saya tunggu di luar pak."Jawab Dae hwa salting dan keluar dengan malu.
Disisi lain.Jung woo yang ikut salting sampai sampai pipinya ikut memerah."Astaga..., apa yang di lakukan anak itu tadi.Aku sampai terkejut dengan teriakannya yang mencekik sampai ke bulu telinga ku."Ucap batin jung woo mengancing kan jas nya.
Setelah siap Jung woo merapikan jas nya.Dia pun langsung keluar dari ruangannya dan menghampiri Dae hwa.
"Maaf membuat mu menunggu lama.Mari kita pergi sekarang."Ucap Jung woo menatapnya.
"Baik pak."Jawab Dae hwa yang tidak berani menatapnya karena masih terbayang kejadian memalukan tadi.
Didalam perjalanan menuju perusahaan lain.Mereka berdua hanya terdiam karena masih malu dengan kejadian yang terjadi tadi.
"Kenapa sepi begini.Sudah seperti kuburan yang mati."Ucap batin Dae hwa sambil menatap kaca mobil tersebut.
Disisi lain."Kenapa kami hanya diam saja.Sudah seperti di rumah Indihome saja."Ucap batin Jung woo ikut menatap kaca disamping nya.
"Apa anda asisten baru pak Jung woo?."Tanya supir tersebut memulai pembicaraan karena dari tadi dia melihat tidak ada pembicaraan.
Menoleh."Eh..., iya pak.Saya baru beberapa hari bekerja di perusahaan pak Jung woo."Jawab Dae hwa tersenyum.
Jung woo menatapnya dengan sembunyi sembunyi.Saat Dae hwa melihatnya,dia memalingkan wajahnya."Wah...., anda begitu cantik.Saya baru melihat asisten pak Jung woo yang begitu cantik seperti ini dan wanita yang sangat kue."Ucap pak supir tersebut ikut tersenyum.
"Terima kasih banyak pak..., saya tidak terlalu suka dengan pakaian yang terlalu seksi apalagi yang berwarna mencolok begitu pak.Saya lebih suka dress warna kue gitu pak."Jawab Dae hwa semakin tersenyum lebar.
"Hahahah...., selera anda memang sangat cocok dengan wanita wanita lainnya.Apa kau tidak keberatan menjadi asisten pak Jung woo?."Tanya kembali supir tersebut.
"Sudahlah pak..., jangan menanyakan hal hal yang terlalu banyak kepadanya.Nanti dia bisa pusing."Ucap Jung woo.
"Ouh..., baik pak Jung woo.Maafkan saya nona Dae hwa."Jawab pak supir memberikan senyuman maaf kepada Dae hwa.
"Tidak apa apa kok pak...., saya baik baik saja jika di tanyakan hal yang bisa membuat orang bahagia."Jawab Dae hwa tidak enakan.
"Terima kasih banyak...., smoga kau memiliki pasangan yang sangat mencintai mu."Ucap pak supir tersebut.
"Terima kasih banyak pak sekali lagi.