Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 87: Baju Seksi



Setelah pak Baek woo pergi." Sayang, mari aku bantu membersihkan piring kotor ini. Biar aku saja yang memberikannya ya sayang." Ucap Jung woo langsung mengambil piring yang ada ditangan Dae hwa.


"Kamu apa tidak kelelahan sayang?." Tanya Dae hwa.


"Aku baik baik saja kok sayang. Kamu jangan takut gitu, karena aku kan kuat, termasuk kuat di ranjang." Jawab Jung woo menggodanya.


"Ih, sudahlah. Cepat cuci piring sana, jangan mesum begitu." Pipi Dae hwa langsung memerah.


"Aku mandi dulu ya sayang. Kalau kamu sudah siap, langsung tidur saja di kamar ya." Ucap Dae hwa langsung naik ke kamar mereka berdua.


Setelah beberapa menit. Jung woo yang sudah selesai mencuci piring, dan sudah mengantuk. Langsung berbaring di tempat tidur.


Dan disisi lain, Dae hwa yang sudah selesai mandi, dan mengenakan pakaian seksi, dengan rambut yang masih basah.


"La, la la la la." Nyanyi Dae hwa, sambil mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut.


Sontak Jung woo mendengar nyanyian Dae hwa, langsung membuka matanya pelan pelan.


Ia melihat Dae hwa yang duduk didepan cermin, dan sedang mengeringkan rambutnya. Jung woo sontak kaget, melihat Dae hwa yang mengenakan pakaian yang hanya sepaha.


"Astaga, dia benar benar seksi. Istriku benar benar seksi. Aku semakin mencintainya." Ucap batin Jung woo tersenyum puas, melihat Dae hwa dari belakang.


Dae hwa langsung berbalik badan." Ehm, ngapain kamu ngintip ngintip begitu. Dasar mesum." Ucap Dae hwa tersenyum tipis.


"Ih, aku akan mengganti pakaian ini kok. Soalnya kurang nyaman saja." Ucap Dae hwa.


Jung woo langsung berdiri dari ranjangnya, dan langsung memeluk Dae hwa dari belakang." Kamu gak boleh lepas pakaian ini. Aku suka pakaian ini, dan aku ini kan suami kamu. Masa kamu harus malu sih. Tau ah." Ngambek Jung woo langsung lompat ke ranjangnya, dan menutupi wajahnya dengan bantal guling.


"Benar juga yang dikatakan Jung woo. Aku ini kan sudah menjadi istrinya, dan tidak mungkin aku masih malu didepannya. Kami kan sudah pernah berciuman, kenapa aku harus malu dengan semua ini. Kedepannya aku juga akan melakukan hal seperti ini disetiap malamnya." Ucap batin Dae hwa mengumpulkan keberaniannya.


"Benar. Sekarang ini aku tidak takut dengannya lagi, dan harus duluan menggodanya. Karena Jung woo, sudah merelakan nyawanya demi diriku. Dan sekarang, aku harus membalas semua hal hal yang ia lakukan kepadaku." Ucap Dae hwa sudah mengeringkan rambutnya, dan langsung duduk di ranjang.


"Sayang, maafkan aku ya. Sayang, jangan ngambek gitu dong." Menggoyangkan badan Jung woo, yang masih menutupi wajahnya dengan bantal guling.


"Ahah, aku ada ide." Ucap batin Dae hwa memiliki ide.


Dae hwa berpura pura menangis." Masa ada seorang pria yang mengabaikanku sih. Lebih baik aku tidur diluar saja deh, dengan Katy. Dari pada disini, aku diabaikan oleh suamiku sendiri." Akting Dae hwa dengan pura pura menangis, agar Jung woo melihatnya.


Sontak Jung woo yang mendengarkan Dae hwa menangis, langsung duduk." Sayang. Kamu jangan menangis gitu dong, maafin aku sayang." Merasa bersalah, dan langsung memeluk Dae hwa dari belakang.


"Kamunya sih. Cuekin aku, tau ah, aku ikutan ngambek juga." Jawab Dae hwa sambil melipat kedua tangannya.


"Maafin aku sayang, aku kan cemburu dengan kamu. Aku kan mau tahu." Ucap Jung woo mau sesuatu.


Tanpa basa basi, Dae hwa langsung