Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 56: Ciuman



Tiba tiba tangan Jung woo bergerak, akibat tetesan air mata murni dari Dae hwa. Sontak Dae hwa langsung kaget dan langsung berdiri.


"Eh, kenapa tangan pak Jung woo bergerak. Ini pasti ada keajaiban." Ucap Dae hwa langsung mengusap air matanya.


Dae hwa langsung keluar dan memanggil suster dan dokter." Dokter, pasien didalam ada pergerakan dok, suster. Tolong bantu cek pasien yang ada didalam." Ucap Dae hwa.


"Baik kak. Kami akan langsung mengeceknya." Ucap dokter dan suster langsung menuju ruangan tersebut, dan Dae hwa menyusul mereka berdua.


Saat Dae hwa mau ikut masuk." Maaf kak, anda harus menunggu diluar dulu. Selagi kami memeriksanya." Ucap suster tersebut.


"Baik mbak." Jawabnya langsung duduk di kursinya dan menunggu kabar dari Jung woo.


Setelah beberapa menit. Dokter dan suster pun langsung keluar dari ruang istirahat Jung woo.


Dae hwa langsung berdiri dan menghampiri mereka berdua." Bagaimana dok, dengan keadaan pasien didalam?." Tanya Dae hwa.


"Sungguh suatu keajaiban untuk anda nona Dae hwa. Karena pasien sudah sadar dari pingsannya dan secepat ini dia bisa sadar. Apa anda yang membuatnya sadar?." Jawab dokter tersebut sekaligus bertanya.


"Ga tahu juga dok. Tapi saya sangat berterima kasih kepada anda dokter dan suster. Saya boleh masuk sekarang kan dok?." Tanyanya.


"Silahkan, dan saya permisi dulu. Mari." Jawabnya langsung pergi meninggalkan Dae hwa.


Dae hwa pun langsung masuk kedalam dan ternyata Jung woo sudah sadar." Bagaimana dengan keadaan pak Jung woo?." Tanyanya langsung duduk di sampingnya dan mengelus tangan Jung woo.


"Kenapa kamu jadi sebaik ini kepadaku. Apa kamu sedang bermimpi." Memeriksa keadaan dahi Dae hwa.


"Jangan terlalu banyak bergerak pak Jung woo. Aku memang khawatir dengan bapak." Jawab Dae hwa tersenyum.


"Kamu harus mendengarkan semua penjelasan dariku dulu. Agar kamu tidak curiga denganku." Ucap Jung woo juga memegang tangan Dae hwa.


"Sudahlah pak Jung woo, bapak harus istirahat dulu. Pak Jung woo mau apa, mau makan, mau minum. Bapak mau apa." Ucap Dae hwa tersenyum kepadanya.


"Saya hanya mau kamu tetap ada di samping saya. Tidak lebih dari itu." Jawab Jung woo kepadanya.


"Jangan romantis dulu, bapak harus menjaga kesehatan bapak dulu." Ucap Dae hwa menatap wajah Jung woo.


"Hahahahah, aku romantis juga dengan orang yang aku cintai kok." Ucap Jung ikut tersenyum.


"Tapi aku benar benar harus menjelaskan semuanya kepada mu, soal kesalahan pahaman itu. Kamu harus dengar semuanya, agar kita tidak marahan terus. Boleh kan." Ucap Jung woo mengelus tangannya.


Sontak pipi Dae hwa memerah." Iya, iya. Saya akan mendengarkan semua penjelasan dari pak Jung woo. Silahkan katakan semuanya." Jawab Dae hwa tersenyum kepadanya.


"Padahal aku sudah mendengarkan semuanya dari Chan woo. Tapi aku mau mendengarkan yang lebih jelasnya dari pak Jung woo." Ucap batin Dae hwa.


"Silahkan jelaskan pak Jung woo." Ucap Dae hwa mempersilahkan untuk berbicara dengan sejujurnya.


Jung woo pun langsung menjelaskan semuanya, sama seperti yang dikatakan Chan woo.


Selesai menjelaskannya, Dae hwa kembali menangis, padahal ia sudah mendengarnya dari Chan woo. Tapi kenapa, ia kembali menangis dengan penjelasan dari Jung woo, dan dengan nada yang sangat bersalah.


"Maafkan aku Dae hwa. Apa kamu bisa memaafkan ku sekarang. Aku benar benar minta maaf pada mu. Tapi kalau kamu ga mau maafin, gapapa. Karena memang aku yang bersalah, maafkan aku. Kamu boleh membenciku, kamu boleh menamparku. Lakukan saja, asalkan kamu memaafkan ku." Ucap Jung woo terus berbicara.


"Kamu bo." Terhenti karena tiba tiba Dae hwa menciumnya.


"Eh." Kaget Jung woo masih tidak menyangka dan pipinya langsung memerah.


"Apa kamu benar benar memaafkan ku?." Tanya Jung woo menanyakannya kembali.


"Aku benar benar memaafkan pak Jung woo. Dan jangan banyak bertanya. Pak Jung woo harus menjaga diri bapak." Ucap Dae hwa mengelus rambut Jung woo.


"Terima kasih banyak Dae hwa, terima kasih banyak." Ucap Jung woo mencium tangan Dae hwa dengan bahagia dan meneteskan air matanya.


"Eh, kenapa pak Jung woo menangis?." Tanya Dae hwa bingung.


"Karena aku bahagia, karena aku bahagia bisa bersama mu kembali." Jawab Jung woo mencium kembali tangan Dae hwa.


"Hahaha, pak Jung woo sangat lucu ketika menangis. Aku akan selalu bersama pak Jung woo." Ucap Dae hwa mengusap air mata Jung woo dan tertawa tipis.


Mereka pun tertawa bahagia bersama, didalam cinta mereka berdua.


Keesokan paginya. Dimana Jung woo sudah bangun, dan melihat Dae yang masih tidur di sampingnya." Dia kelelahan karena terus menjagaku. Maafkan aku sayang, maafkan karena sudah membuat kelelahan." Ucap batin Jung woo mengusap rambut Dae hwa dengan lembut.


Tiba tiba Dae hwa pun bangun." Ehm, pak Jung woo sudah bangun." Ucap Dae hwa ikut bangun dan langsung duduk tegap dan mengusap matanya perlahan lahan.


"Iya, apa kamu kelelahan?." Tanya Jung woo mengusap tangannya.


"Enggak kok. Apa pak Jung woo lapar, kalau pak Jung woo lapar, biar aku belikan sesuatu untuk pak Jung woo. Pak Jung woo mau apa?." Tanyanya.


"Aku mau bubur ayam deh." Jawabnya.


"Okey, pak Jung woo tunggu sebentar ya. Akan saya belikan dulu." Ucapnya langsung berdiri.


Saat mau pergi, tiba tiba Jung woo menahan tangannya." Ada apa pak?." Tanyanya langsung menatap wajah Jung woo.


"Kemarilah." Ucap Jung woo menyuruhnya mendekat.


Dae hwa pun langsung mendekat ke wajahnya, dan Jung woo langsung mencium pipinya." Itu sarapan utamanya."Ucap Jung woo tersenyum.


"Ih, apaan sih. Ada ada saja.Sudahlah." Ucap Dae hwa salting sampai pipinya memerah, dan langsung pergi keluar untuk membeli bubur, dalam keadaan senyum senyum sendiri.


Di perjalanan membeli buburnya." Apaan sih pak Jung woo ini. Membuat orang salting saja, pakai mencium pipiku. Dasar penggoda." Ucapnya masih tersenyum sendiri.


Setelah sampai di warung bubur. Ia langsung membelinya dan langsung kembali ke Rumah Sakit.


Sesampai Rumah Sakit, ia pun langsung masuk kedalam ruang istirahat Jung woo." Buburnya sudah sampai." Ucap Dae hwa.


Jung woo pun langsung duduk dan menyandar ke dinding." Tunggu sebentar ya pak. Saya akan mengaduk bubur ini dulu." Ucapnya langsung mengeluarkannya dari plastik.


"Baiklah." Jawab Jung woo ikut tersenyum.


"Nah, kalau udah gini kan enak. Sekarang, buka mulut pak Jung woo lebar lebar. Bubur akan datang." Ucapnya sambil memberi gaya pesawat terbang dan langsung memasukkannya kedalam mulut Jung woo.


"Bagaimana rasanya pak Jung woo?." Tanyanya ikut tersenyum.


"Rasanya,