Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 60: Pijat



"Dan, saya akan menyuapi pak Jung woo. Pak Jung woo, mau makan sendiri atau mau disuapin?." Tanyanya kepada Jung woo.


"Saya mau disuapi deh." Jawab Jung woo tersenyum.


"Baiklah." Langsung mengaduk bubur tersebut dan menyuapi Jung woo.


"Ehm, enaknya di suapi oleh pacar." Ucap Jung woo sambil mengunyah buburnya.


"Eh, jangan katakan seperti itu. Masih ada Chan woo tahu." Malu Dae hwa.


"Tidak apa apa Dae hwa, aku sudah mengetahuinya dari Jung woo tadi. Jadi, kau tidak perlu malu kepadaku." Ucap Chan woo menaikkan alisnya, sambil mengunyah buburnya juga.


"Astaga, kenapa pak Jung woo sudah mengatakannya kepada Chan woo. Malu tahu." Memukul pundak Jung woo dan pipinya langsung memerah.


"Gapapa dong. Kan kamu sudah juga jadi pacar aku." Jawab Jung woo ikut tersenyum melihat Dae hwa malu malu.


"Benar itu, kenapa harus malu. Kau kan juga sudah jadi pacar Jung woo. Ngapain harus malu." Ucap Chan woo kembali.


"Iya, iya. Cepat habiskan bubur kamu ini, aku mau akan bubur dulu. Makan sendiri nih." Langsung memberikan bubur Jung woo kepadanya dirinya sendiri


"Jangan ngambek dong." Ucap Jung woo langsung merasa bersalah.


"Saya tidak ngambek, tapi saya mau makan dulu, karena lapar. Okey." Jawab Dae hwa langsung mengambil bubur miliknya dan langsung memakannya.


"Iya deh, tapi aku minta maaf, karena kesalahanku ya." Ucap Jung woo langsung manja.


"Iya, iya." Ucap Dae hwa langsung duduk di sofa bersama Chan woo.


"Anyeong Chan woo. Apa kamu sudah selesai makan?." Tanya Dae hwa sambil mengunyah buburnya.


"Sudah mau habis ini kok, sedikit lagi. Habis ini, aku mau ke Perusahaan Jung woo dulu, untuk melihat keadaan Perusahaan." Jawab Chan woo.


"Ouh, baiklah." Jawabnya langsung melahap buburnya yang masih hangat.


Disisi lain. Jung woo yang melihatnya pun langsung cemburu." Apaan sih mereka. Kenapa malah membuatku cemburu di depanku sih." Cemburu Jung woo sambil mengunyah buburnya dengan cepat.


Sontak ia pun tersedak." Uhuk, huk." Batuk Jung woo.


"Eh, pak Jung woo baik baik saja." Langsung menghampiri Jung woo dan memberikan segelas air putih kepadanya.


Jung woo pun langsung meminum air putih tersebut." Argh, segarnya." Jawabnya mengembalikan gelas tersebut kepada Dae hwa.


"Apa sudah baik?." Tanyanya kepada Jung woo.


"Aku tidak apa apa." Jawabnya kembali melahap buburnya yang masih ada.


"Kenapa pak Jung woo ya. Aneh nih anak, sudahlah. Aku mau makan buburku lagi." Kembali duduk di sofanya dan kembali menyantap buburnya yang masih ada.


Setelah menghabisi bubur mereka. Dae hwa pun langsung membuang kotak tersebut di tong sampah, dan kembali masuk." Jung woo dan Dae hwa. Aku ke Perusahaan dulu ya, untuk melihat Perusahaan Jung woo. Tidak apa apa kan bro?." Tanyanya kepada Jung woo, sambil menaikkan alisnya.


"Pergilah, tidak apa apa. Dan jaga dengan baik Perusahaan ku." Jawabnya tersenyum.


"Okey, dan aku pergi dulu ya Dae hwa. Sampai nanti." Melambaikan tangannya kepada Dae hwa dan langsung keluar dari ruang istirahat Jung woo.


Dae hwa pun ikut melambaikan tangannya, dan dilihat oleh Jung woo dengan tatapan cemburu. Setelah Chan woo pergi, Dae hwa pun langsung duduk di samping Jung woo kembali." Kenapa kau dekat sekali dengan Chan woo sih?." Tanya Jung woo sambil melipat kedua tangannya.


"Kenapa kalau saya dekat dengan Chan woo. Apa pak Jung woo cemburu dengan Chan woo?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.


"Siapa yang cemburu sih. Aku kan hanya menanyakan saja, apa salah." Jawabnya.


"Dia memang benar benar wanita yang sangat baik dan ramah. Tidak sia sia aku menyukainya." Ucap batin Jung woo senyum senyum sendiri, sambil menatap wajah Dae hwa.


"Kenapa pak Jung woo senyum senyum begitu. Apa ada yang salah dengan wajah saya?." Tanyanya kebingungan.


"Tidak kok, kau sangat cantik ketika tersenyum. Jangan pernah menghilangkan senyum manis mu itu. Karena aku sangat menyukainya." Jawab Jung woo langsung mengelus tangan Dae hwa.


"Dasar gombal. Omong omong, bagaimana keadaanya sekarang. Apa sudah lumayan baik?." Tanyanya kembali.


"Ya, lumayan sih. Tapi, masih kurang semangat aja." Jawabnya.


"Oh ya, pak Jung woo belum meminum obatnya. Minum obat dulu ya." Mengambil obat yang ada di meja.


"Aku tidak mau minum obat. Rasanya pahit." Langsung menolaknya.


"Jangan manja deh. Minum, atau pak Jung woo tidak akan sehat. Nanti saya malas datang kemari lagi, kalau pak Jung woo tidak mau minum obatnya." Mengeluarkan pil dari bungkusannya.


"Baiklah, aku akan meminumnya demi kamu sayang." Kembali duduk.


Dae hwa pun langsung memberikan sebutir obat pil, juga segelas air putih." Minumlah obat ini.


Jung woo pun mengambil obat pil tersebut dan mengambil segelas air putih dari Dae hwa. Jung woo pun langsung meminum obat tersebut, dan hampir muntah karena obat tersebut.


Tapi Dae hwa menahannya dengan segelas air putih. Jung woo pun meminum air putih tersebut dan tidak jadi mual.


"Gitu dong, masa minum obat aja takut." Ucap Dae hwa langsung mengambil gelas yang sudah di minum oleh Jung woo, dan langsung meletakkannya di atas meja, dan kembali duduk di samping Jung woo.


"Apa pak Jung woo mau di pijat?." Tanya Dae hwa.


"Boleh. Boleh banget malahan. Kebetulan, tangan dan kaki ku sakit. Apa boleh di pijat." Jawabnya.


"Baiklah, aku akan langsung memijatnya." Langsung memijat tangan Jung woo dengan perlahan lahan.


"Bagaimana rasanya?." Tanyanya sambil memijat Jung woo.


"Ehm, enaknya. Apalagi kalau di pijat oleh sang pacar, rasanya tambah enak." Jawab Jung woo dengan bahagia.


"Dasar mesum." Langsung menjetikkan kening Jung woo.


"Aduh, sakit tahu sayang. Jangan jentik gitu dong." Memegang keningnya.


"Lagian, salah siapa berkata itu. Udah deh, jangan banyak bicara, mending pak Jung woo istirahat dulu, kalau kelelahan." Ucap Dae hwa tersenyum kepadanya.


"Baiklah sayang. Aku akan istirahat dulu, selagi kamu memijat." Jawab Jung woo langsung istirahat dan menutup kedua matanya untuk tidur.


Jung woo pun langsung tertidur dengan bahagia, karena Dae hwa berada disisinya." Pak Jung woo begitu tampan ketika tidur. Tampan." Kagum Dae hwa sampai senyum senyum sendiri dan mengelus rambut Jung woo.


Saat Dae hwa sedang menatap wajah Jung woo. Tiba tiba ponselnya berdering." Siapa yang menghubungiku jam segini ya." Langsung mengambil ponselnya, yang ada di dekat sofa, dan langsung mengangkatnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo juga Dae hwa, ini aku Felix." Jawabnya.


"Eh, pak Felix. Ada apa menghubungi saya?." Tanyanya.


"Saya mau,