
"Sayang." Panggilnya kembali dengan lembut.
"Apa kamu marah denganku?." Tanyanya sambil memegang punggung Dae hwa dengan tangan kirinya.
Dae hwa langsung mengelak." Aku tidak marah kok. Kamu fokuslah menyetir, jangan menggangguku." Jawab Dae hwa tidak mau menatap wajah Jung woo.
Jung woo hanya bisa menghela nafas, dan mengikuti kemauan Dae hwa. Ia fokus menyetir, sambil melirik Dae hwa kembali.
"Kalau dilihat lihat, pak Jung woo memang sangat menyayangiku. Dia juga sudah merelakan dirinya demi diriku, sampai sampai dia harus berada di Rumah Sakit selama beberapa minggu. Ini semua salahku juga, sepulang nanti aku akan minta maaf juga padanya." Ucap batin Dae hwa mengingat kembali kejadian dimana Jung woo di tabrak mobil.
"Tapi, aku mau mengerjainya dulu. Biar aku lihat reaksinya." Ucap batin Dae hwa tersenyum tipis.
Sesampai rumah Dae hwa. Dae hwa mau turun, dan Jung woo langsung membukakan pintu mobil." Aku bisa sendiri." Ucap Dae hwa dengan ekspresi datar, dan langsung masuk ke dalam rumahnya, setelah membuka kunci rumahnya.
"Mati aku, dia sudah ngambek denganku. Bagaimana ini, aku harus membujuknya." Ucap batin Jung woo, berjalan dibelakang Dae hwa.
Dae hwa langsung masuk ke kamarnya, dan Jung woo mau menyusulnya masuk. Tapi dihalangi oleh Dae hwa." Kamu tunggulah di ruang tamu, aku akan menyusun pakaianku di koper." Ucap Dae hwa langsung menutup pintu kamarnya.
Sontak Jung woo kaget dan langsung duduk di ruang tamu. Di dalam kamar Dae hwa. Dae hwa langsung duduk di ranjangnya, dan menahan tawa." Hahahah, mampus dia. Salah siapa sok sok ngambek gitu. Aku aja ratu ngambekan." Ucap batin Dae hwa, sambil meletakkan pakaiannya di kopernya.
Setelah beberapa menit, Dae hwa meletakkan pakaiannya di koper. Dae hwa pun langsung keluar dari kamarnya, dan ke ruang tamu, untuk menyusul Jung woo." Mari kita pulang, aku sudah merapikan semua pakaiannya." Ucap Dae hwa kembali dengan wajah tanpa ekspresi.
"Eh, kenapa anak ini tiba tiba memelukku. Dia memang manja kepada wanita yang sudah ia cintai. Sungguh menggemaskan." Ucap batin Dae hwa tersenyum tipis didalam pelukan Jung woo.
"Jangan meluk gitu dong. Aku sudah lelah, mari pulang." Kembali memainkan aktingnya, dan langsung melepaskan pelukan Jung woo.
Dae hwa langsung keluar dari rumahnya, dan Jung woo langsung menyusulnya. Setelah Dae hwa mengunci rumahnya. Ia langsung memegang dinding rumah tersebut." Selamat tinggal rumah lama. Sudah banyak rintangan yang aku lewati di rumah ini."
"Dan ini akhirnya kita berpisah. Semoga kamu mendapatkan pemilik yang lebih baik." Ucap Dae hwa dengan bahagia dan langsung masuk kedalam mobil Jung woo.
Didalam mobil. Jung woo kembali menatapnya dan terus meminta maaf kepadanya." Sayang, maafin aku ya sayang. Aku janji gak bakal ngambek lagi sama kamu." Ucap Jung woo kembali mengelus tangan Dae hwa.
"Sudahlah, cepat jalan ke rumah. Aku sudah sangat mengantuk." Sedikit tegas Dae hwa kepada Jung woo.
Dan sontak Jung woo kaget. Ia langsung menggas mobilnya, menuju rumahnya.
Di perjalanan. Mereka hanya diam saja, dan Dae hwa langsung membuka ponselnya karena bosan. Ia mau memainkan game nya. Dan saat mau main game, ternyata game tersebut tidak ada." Eh, kemana aplikasi game aku. Kenapa tiba tiba hilang, padahal kemarin masih ada deh?." Tanyanya sendiri, sambil mencari cari aplikasi game nya.
"Ini semua pasti karena kamu kan." Langsung menatap wajah Jung woo dengan sinis.
Sontak Jung woo langsung meliriknya." Eh, aku