Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 25: Rumah Mertua



Malam pun berlalu.Dimana Dae hwa akan berangkat ke rumah Jung woo dan Dae hwa sudah memberikan kabar tersebut kepada sahabat sahabat nya.


Saat sesampai rumah Jung woo."Wah..., rumahnya sangat bagus.Aku jadi segan buat masuk dalam.Tapi ini demi pekerjaan, yasudah deh masuk saja."Ucap batin Dae hwa sambil menggandeng tas nya.


Memencet bel."Ting...., tong...."Bunyi bel rumah Jung woo.


Ternyata yang membukakan pintu tersebut adalah ayah Jung woo."Iya...., ada apa."Langsung menatap wajah Dae hwa.


"Eh..., halo pak...., saya karyawan pak ceo dan apa bapak tidak kenal saya?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Saya sepertinya tidak mengenali kamu nak.Kamu siapa ya?."Tanya balik pak Baek woo.


"Mungkin karena saya sudah berubah pak.Saya adalah Dae hwa yang membantu bapak waktu itu, yang membelikan ramen kepada bapak."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Heh....,"Terkejut pak Baek woo.


"Apa benar kau nak Dae hwa.Saya tidak percaya, coba jelaskan."Ucap pak Baek woo tidak percaya bahwa dia adalah Dae hwa.


"Waktu itu kan saya yang membelikan bapak ramen karena pak Baek woo sedang mencari cari ramen dan kebetulan saya memberikan restoran yang pernah saya datangi dan itu menjual ramen yang sangat enak dan saya membelikan pak Baek woo 2 porsi ramen.Dan saat saya keluar, pak Jung woo sudah datang dan menyebut kepada saya, bahwa bapak itu adalah ayah pak Jung woo.Begitu deh pak."Jawab dengan detail Dae hwa dan tidak lupa untuk tersenyum.


"Wah...., ternyata kau benar nak Dae hwa.Kenapa kamu bisa berubah sepeti ini.Saya hampir tidak mengenali mu nak?."Tanya pak Baek woo melihat Dae hwa dari bawah hingga atas.


"Heheheh...., saya ingin mengubah gaya rambut dan gaya style saya saja kok pak.Saya tidak sampai operasi kok."Jawab Dae hwa.


"Kamu begitu cantik nak..., silahkan masuk.Jangan di luar aja, sini masuk."Ucap pak Baek woo mempersiapkan Dae hwa masuk.


"Terima kasih banyak pak Baek woo."Jawab Dae hwa sambil membungkukkan badannya sebagai tanda sopan.


Dae hwa pun masuk ke dalam rumah keluarga Jung woo dan Dae hwa terpukau dengan isi dari rumah keluarga tersebut."Wah...., apa semua ini lukisan dan bunga milik pak Baek woo?."Tanya Dae hwa terpukau dan tidak bisa memalingkan wajahnya dari lukisan lukisan tersebut.


"Terima kasih banyak nak, ini semua memang lukisan bapak.Dulu saya sangat suka melukis hingga sampai sekarang saya tua begini dan ini adalah lukisan pertama saya, yang saya buat pada umur 10 tahun."Jawab pak Baek woo menunjukkan lukisan pertama nya.


"Wah...., pak baek woo sudah mengenal lukisan sejak umur 10 tahun, itu sangat mengagumkan pak.Saya jadi iri dengan pak baek woo,bisa mengenal lukisan lukisan yang begitu indah, bahkan lukisan ini seperti sangat nyata."Ucap Dae hwa memegang lukisan tersebut.


"Kalau nak Dae hwa ingin melihat lihat lagi.Nak Dae hwa bisa melihat lihat dulu.Sembari menunggu Jung woo datang."Ucap pak Baek woo tersenyum bahagia karena lukisannya di puji oleh calon menantu nya.


"Omong omong...., apa pak Baek woo hanya tinggal berdua saja dengan pak Jung woo?."Tanya Dae hwa sambil menatap lukisan tersebut.


"Ternyata kehidupan pak Jung woo tidak seindah yang saya bayangkan.Pak Jung woo juga pernah merasakan penderitaan yang begitu menyakitkan.Sama seperti kehidupan ku."Ucap batin Dae hwa menatap wajah pak Baek woo.


"Kenapa tiba tiba menanyakan hal seperti itu nak Dae hwa?."Tanya balik pak Baek woo.


"Heheheh...., tidak ada apa apa kok pak.Saya cuma mau tau aja.Kalau boleh tau, kapan pak Jung woo akan datang ya pak?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Mungkin bentar lagi dia akan datang nak.Kau duduk dulu.Akan saya siapkan minuman untukmu."Jawab pak Baek woo tersenyum.


"Tidak usah pak...., saya aja yang membuat minuman nya.Lagian pak Baek woo juga nanti kelelahan, biar saya saja pak.Apa boleh?."Tanya balik Dae hwa.


"Nak Dae hwa kan tamu, jadi saya akan membuatkan minuman kepada anda.Dan kebetulan pembantu kami sedang pergi ke kampung nya, karena ada keluarga ya yang sedang sakit.Jadi sementara Jung woo yang mengerjakan pekerjaan rumah ini sementara.Jadi biarkan bapak saja yang menyiapkan."Jawab pak Baek woo tersenyum bahagia.


"Biarkan saya saja pak...., boleh kan.Saya tidak mau merepotkan pak Baek woo, karena saya disini sebagai tamu.Tidak apa apa kan pak."Ucap Dae hwa memohon karena merasa segan.


"Baiklah..., jika nak Dae hwa memaksa.Bapak akan tunggu disini, nak Dae hwa hati hati lah di dapur.Dapurnya ada di sebelah kanan."Jawab pak Baek woo mempersilahkan Dae hwa untuk membuat minuman.


"Terima kasih banyak pak Baek woo, saya duluan."Ucap Dae hwa mengedipkan matanya lalu pergi ke dapur dengan gembira.


Sesampai dapur."Wah...., dapurnya begitu indah.Aku sampai terpukau dengan seluruh isinya, yang di penuhi dengan warna warna yang indah dan lukisan yang indah."Ucap batin Dae hwa kembali terpukau dengan isi rumah tersebut.


"Aku harus cepat cepat membuat minuman, mana tau pak Jung woo juga akan datang, saat aku sudah menyiapkan minuman ini."Ucap Dae hwa mengambil bahan bahan dari kulkas untuk di buatnya menjadi minuman.


Beberapa menit pun berlalu.Akhirnya Dae hwa berhasil membuat minuman dan cemilan, hasil tangan nya sendiri.


Mengelap tangan nya."Siap juga..., aku harap pak Baek woo menyukainya dan pak Jung woo juga datang."Ucap batin Dae hwa membawa cemilan dan minuman tersebut menuju ruang tamu.


Sesampai ruang tamu.Ternyata Jung woo sudah duduk di sofa ruang tamu bersama ayah nya."Minuman dan cemilan nya datang...., silahkan di nikmati."Ucap Dae hwa tersenyum lalu meletakkan cemilan dan minuman tersebut di atas meja.


"Eh..., kau sudah di sini rupanya asisten Dae hwa.Kapan kau datang?."Tanya Jung woo menatap nya.


"Saya sudah dari tadi datang pak...., saya bosan dan jadi saya membuatkan minuman dan cemilan untuk pak Baek woo, tapi karena pak Jung woo juga sudah datang.Jadi nikmati cemilan dan minuman yang saya buat sendiri pak."Jawab Dae hwa kembali tersenyum.


"Terima kasih nak Dae hwa...., kamu memang calon menantu yang cocok untuk saya jadikan menantu."Jawab pak Baek woo memujinya.


Seketika itu juga pipi Dae hwa memerah, karena di puji langsung oleh ayah dari pria yang di sukai nya.