
"Kalian sedang apa?." Tanya yang tidak lain lagi ialah pak Baek woo.
"Eh, ayah. Ini, kami sedang membuat roti panggang, untuk sarapan pagi. Sini duduk ayah." Jawab Dae hwa dengan bahagia.
Pak Baek woo pun langsung duduk disamping Dae hwa. "Ini roti panggang ayah." Langsung memberikannya kepada pak Baek woo.
"Mari kita makan bersama." Ucap Jung woo, yang sudah selesai, dan langsung duduk di hadapan Dae hwa.
Dae hwa pun langsung mencicipi roti panggang tersebut. "Ehm, enak banget sayang. Memang kalau kita yang buat bareng, pasti enak." Ucap Dae hwa, sambil mengunyah makanannya.
"Bagaimana ayah. Apa enak menurut ayah?." Tanya Dae hwa kepada pak Baek woo.
"Enak kok. Ayah lumayan suka dengan roti panggang ini." Jawab pak Baek woo langsung tersenyum kepada Dae hwa.
"Syukurlah kalau ayah menyukainya." Ikut tersenyum Dae hwa dan Jung woo bersama.
Setelah selesai sarapan bersama." Apa kalian mau ke perusahaan?." Tanya pak Baek woo kepada mereka berdua.
"Iya ayah. Kami mau bekerja dulu." Jawab Jung woo, merapikan jasnya.
"Kenapa tidak libur dulu, terutama kamu nak Dae hwa. Kamu pasti lelah kan, kenapa tidak libur bekerja dulu?." Tanya pak Baek woo kepada Dae hwa.
"Gak deh ayah. Aku bosan banget di rumah, pengen kerja di perusahaan. Ketemu sama teman teman disana. Ayah tenang saja, aku tidak akan kecapean disana kok." Jawab Dae hwa.
"Baiklah kalau begitu. Mending kalian pergi sekarang." Ucap pak Baek woo mengelus rambut Dae hwa.
"Kami pergi dulu ayah. Ayah yang baik di rumah." Ucap Dae hwa melambaikan tangannya, dan Jung woo berada disampingnya, dengan memegang pinggangnya.
Di luar rumah. Jung woo langsung membukakan pintu mobil depan." Terima kasih banyak sayang." Bahagia Dae hwa, langsung masuk ke dalam mobil.
"Sudah sayang. Aku udah pakai sabuk pengaman juga nih." Jawab Dae hwa.
"Kalau begitu, kita pergi sekarang." Ucap Jung woo langsung menggas mobilnya, menuju perusahaan.
Sesampai perusahaan. Jung woo kembali membukakan pintu untuk Dae hwa." Apa kita akan memberitahukan yang lainnya, kalau kita sudah menikah. Atau kita diam diam dulu?." Tanya Dae hwa menatapnya.
"Tidak apa apa sayang kita publish hubungan kita. Lagian, siapa yang tidak setuju dengan hubungan kita ini. Sekarang, kita sudah menjadi suami istri, dan suami istri, tidak boleh saling menyembunyikan sesuatu. Kamu paham sayang." Jawab Jung woo mencium kening Dae hwa.
"Ini di perusahaan. Jaga sedikit hawa kamu itu, nanti aku yang malu sayang." Sontak pipi Dae hwa langsung memerah.
"Baiklah. Kalau begitu, mari kita masuk bersama." Jawab Jung woo langsung menggandeng tangan Dae hwa dengan penuh kehangatan.
Di dalam perusahaan. "Pagi pak bos." Salam semua karyawan, langsung menundukkan badannya.
"Pagi juga. Disini, saya mau memberitahukan kepada kalian semua, bahwa asisten Dae hwa, sudah menjadi pasangan sayang, atau bisa dimaksud sebagai istri sah sayang." Ucap Jung woo terus terang.
"Hah." Kaget semua karyawan.
"Pak bos dan buk asisten Dae hwa, kalian sudah menjadi suami istri?." Tanya Nam ji duluan.
"Heheheh, iya Nam ji. Maafkan aku, karena aku tidak memberitahukanmu." Jawab Dae hwa jadi tidak enakan.
"Kenapa kalian tiba tiba menikah begini. Dan kenapa kalian tidak mengundang kami?." Tanyanya kembali.
"Kami