Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 72: Kanker



"Nenek jangan mengatakan hal itu ya nek. Karena ada aku yang akan selalu menjaga nenek." Ucap Dae hwa kembali menangis.


"Kamu jangan menangis nak. Kalau begitu, tunjukkan tempat yang paling indah di kota ini, dan dengan begitu, nenek akan bahagia di alam sana. Setelah berjalan jalan dengan kalian berdua. Karena nenek sudah datang ke tempat tempat yang nenek inginkan." Ucap nenek Isabella mengelus tangan Dae hwa.


"Kalau begitu, setelah kita jalan jalan mengelilingi kota ini, dan datang ke tempat yang nenek inginkan. Nenek harus sehat ya nek." Ucap Dae hwa mengelus rambut nenek Isabella.


Nenek Isabella hanya bisa mengangguk dengan perkataan Dae hwa. Dan Jung woo pun datang, bersama dokter dan suster, untuk memeriksa keadaan nenek Isabella.


"Tolong di periksa kondisi nenek Isabella dok." Ucap Jung woo langsung berada di samping Dae hwa.


"Baiklah pak. Kalau begitu, apa kalian berdua bisa keluar dulu, selagi saya memeriksa pasien." Ucap dokter tersebut kepada Jung woo dan Dae hwa.


"Baik dok. Mari sayang." Ucap Jung woo langsung menggandeng tangan Dae hwa.


"Nek, nenek harus kuat ya nek. Kami akan menunggu di luar sebentar." Ucap Dae hwa mengelus tangan nenek Isabella langsung keluar bersama Jung woo.


Setelah Jung woo dan Dae hwa keluar. Di dalam ruangan." Saya periksa dulu ya nek." Ucap dokter tersebut langsung memeriksa kondisi nenek Isabella.


Nenek Isabella mengangguk, dan dokter tersebut memeriksanya. Setelah memeriksa keadaan nenek Isabella." Bagaimana dengan keadaan saya dok?." Tanya nenek Isabella.


"Bagaimana ya nek. Kanker nenek sudah menyebar ke seluruh tubuh, dan mungkin waktu nenek di dunia, tinggal beberapa hari lagi." Jawab dokter tersebut dengan sedih.


"Saya sudah tahu kok tentang hal itu. Tapi, jangan katakan kepada wanita dan pria yang ada di luar itu ya. Katakan saja, kalau saya sudah mulai sembuh. Apa anda bisa dok." Ucap nenek Isabella.


"Kalau begitu, saya permisi keluar dulu. Dan suster, berikan obat untuk nenek Isabella." Ucap dokter tersebut, langsung keluar dari ruang gawat darurat nenek Isabella.


Di luar ruang. Dae hwa langsung menghampiri dokter tersebut." Bagaimana dengan keadaan nenek Isabella dok?." Tanya Dae hwa langsung cemas.


"Keadaan nenek Isabella sudah mulai membaik, dan ia tidak mau mencemaskan kalian berdua." Jawab dokter tersebut berbohong kepada mereka berdua.


"Apa saya bisa melihat nenek Isabella sekarang dok?." Tanya kembali Dae hwa.


"Silahkan, dan kami sudah memberikan obat kepada nenek Isabella. Kalau begitu, saya permisi dengan suster saya." Jawab dokter tersebut langsung pergi bersama suster.


"Mari sayang." Ucap Dae hwa langsung membantu Jung woo masuk ke dalam ruang nenek Isabella.


Di dalam ruang istirahat nenek Isabella." Halo nek. Bagaimana dengan keadaan nenek sekarang?." Tanya Dae hwa dengan bahagia langsung duduk di samping nenek Isabella.


"Nenek sudah mulai membaik kok nak. Kalau begitu, apa kita bisa berkeliling kota ini, dan ke tempat tempat yang nenek inginkan." Jawab nenek Isabelle sekaligus meminta keinginan.


"Kita akan ke kota yang nenek mau juga boleh kok nek. Kalau nenek mau ke kota luar, Dae hwa akan mewujudkannya nek. Semua demi nenek." Ucap Dae hwa mengelus tangan nenek Isabella.


"Aku ikut juga." Ucap,