Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 9:Pecat



Kembali ke sekarang.Dimeja Dae hwa yang sudah kembali mengingat masa masa tadi.


"Masa aku harus meminta maaf kepada si gila kebersihan itu sih, males banget...."Ucap Dae hwa males minta maaf.


"Tapi aku harus meminta maaf kepadanya karena kalau tidak, bisa bisa aku di pecat lagi sama pak ceo.Mana aku harus kembali ke perusahaannya itu lagi."Ucapnya memegang dahinya pusing memikirkannya.


Tiba tiba Eun ji dan Hana datang."Halo Dae hwa sayang....."Panggil Hana sambil membawa secangkir kopi dingin.


Menoleh."Eh... kalian, ada apa?."Tanya Dae hwa menatapnya.


"Kami baru ingat kalau kau akan rapat hari ini dan kami lihat dari kejauhan kau tidak baik baik saja.Jadi kami menghampirimu sambil membawa kan mu kopi."Jawab Eun ji menjelaskannya.


"Terima kasih banyak bestie."Tersenyum lalu mengambil kopi yang ada di tangan Hana.


"Omong omong kenapa kau murung begini Dae hwa?."Tanya Hana.


Meminum kopinya."Argh..., segarnya..., kopi dingin memang solusinya."Ucap Dae hwa menikmati kopi dingin gratis.


"OOO.....tentang itu, karena aku berjumpa dengan si gila kebersihan lagi."Jawabnya.


"Apa!!!...."Kaget Eun ji dan hana bersamaan.


"Usttt...., jangan teriak teriak dong...nanti dengar pak manager, bisa gawat kita."Ucap Dae hwa menyuruh pelan pelan berbicara.


"Terus, terus.Apa yang terjadi dengan kalian?."Tanya Eun ji juga.


"Ternyata dia pemilik perusahaan home.Perusahaan yang tadi kami rapat."Jawab Dae hwa sambil membalikkan bola matanya.


"Apa!!!...."Kaget kembali Eun ji dan Hana.


Menutup mulut mereka berdua."Kalian....disuruh diam, bukannya diam.Pelan pelan dong....."Ucap Dae hwa takut berisik dan menganggu yang lainnya.


Eun ji dan Hana mengangguk."Apa ada cerita selanjutnya."Penasaran Hana.


"Kelanjutannya...., saya malah disuruh minta maaf kepada si gila kebersihan itu karena dia bilang ke pak manager bahwa aku tidak punya sopan santun karena sudah menyinggungnya."Jawab murung Dae hwa.


"Kasihan ya gadis kecil kita ini....., apa kami yang harus bertindak untuk melakukannya?."Tanya Eun ji yang paling ambisi.


"Tidak usah...., tidak usah..., kalian sudah banyak membantu selama ini.Aku tidak ingin merepotkan kalian lagi."Jawab Dae hwa merasa ga enakan.


"Apa kau yakin bisa menyelesaikannya dengan sendiri?."Tanya Hana kembali memastikannya.


Dae hwa mengangguk."Baiklah...jika kau tidak butuh bantuan kami dan jangan lupa di habiskan kopi dinginnya karena aku sudah capeh capeh membelinya."Ucap Hana mencubit pipi Dae hwa.


"Kalau begitu kami pergi dulu ya...., kau bekerjalah dengan baik.Kalau ada apa apa langsung hubungi kami saja."Ucap Eun ji lalu pergi kembali ke mejanya bersama Hana.


Disisi lain."Wanita culun itu.Cukup menarik...."Ucap yang tidak lain lagi ialah Jung woo.


"Melipat tangannya."Aku harus membuatnya masuk ke perusahaan ku ini.Karena kebetulan perusahaan ku sedang membutuhkan seorang asisten.Yaitu aku sendiri yang membutuhkan asisten jadi sepertinya dia sangat pas denganku.Gila kebersihan...., nama yang lumayan cocok untukku."Senyum Jung woo.


Menghubungi seseorang."Halo...., cari wanita yang bernama Dae hwa dan buat dia harus bekerja di perusahaan ini."Perintah Jung woo di teleponnya.


"Baiklah...., saya tutup telponnya."Menutup telponnya.


Malam pun tiba dimana Dae hwa sudah menyiapkan berkas yang tadi disuruh pak manager saat tadi siang.


"Tapi mau bagaimana lagi...., lagi pula aku memang sering di ejek dan di hina.Bagi ku itu hanya masalah biasa saja,biarin deh."Ucapnya langsung pergi ke ruang Felix sambil membawa berkas yang mau di berikan nya.


Sesampai ruangan pak Felix dan Dae hwa gugup untuk masuk ke dalam.Dae hwa pun memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam bagaimanapun caranya.


"Permisi pak...., saya boleh masuk?."Tanya Dae hwa dari luar pintu.


"Masuklah...."Jawab pak Felix.


Masuk kedalam."Ini pak berkas yang sudah saya selesaikan dan disuruh antar oleh pak manager."Jawabnya lalu meletakkan bekas tersebut diatas meja pak ceo.


"Jika tidak ada yang lain...., maka saya akan keluar untuk pulang."Ucapnya.


"Ada yang mau saya katakan padamu Dae hwa dan ini masalah serius."Ucap pak Felix melipat tangannya.


"Apa itu pak?."Tanya Dae hwa.


"Maaf banget selama ini saya ada salah padamu dan menyulitkan mu bekerja.... karena dirimu, kau sudah banyak membantu untuk perusahaan ini.Tapi saya harus benar benar melakukannya, karena ini menyangkut perusahaan saya."Ucap pak Felix.


"Kalau boleh tau apa itu pak.Langsung ke intinya saja pak."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Anda saya pecat!!!!"Jawab tegas pak Felix.


"Apa!!!....., kenapa saya di pecat pak.Apa salah saya, saya selalu mengerjakan berkas yang bapak minta dan kenapa tiba tiba bapak memecat saya.Apa alasannya pak."Kaget Dae hwa dan tidak mau keluar dari perusahaan tersebut.


"Karena ada satu masalah yang kau buat dan itu berdampak pada perusahaan ini?"Jawab pak Felix kepadanya.


"Masalah apa itu pak.Jelaskan pada saya!!!."Marah Dae hwa tidak terima dengan pernyataan tersebut.


Berdiri lalu memukul meja."Kau sudah membuat pemilik perusahaan Home sakit hati karena kau menghina bos tersebut.Jadi aku harus memecatmu karena itu akan berdampak buruk bagi perusahaan ini."Jawabnya tegas.


Dae hwa kaget di campur sakit hati."Kau tidak boleh egois dan harus menerima semua kenyataannya."Ucap pak Felix duduk kembali dan melipat tangannya.


"Baiklah kalau memang itu yang bapak minta.Saya akan keluar dari perusahaan ini dan tak akan pernah kembali kesini.Terima kasih banyak atas semua yang sudah bapak berikan kepada saya, saya tidak akan lagi merepotkan perusahaan ini.Terima kasih."Pergi Dae hwa langsung keluar meninggalkan perusahaan tersebut.


Dijalan.Dae hwa yang pulang dengan berjalan kaki sambil memegang tangannya sendiri dan menangis.


"Hiksss.....Hikss...., mau bekerja dimana lagi aku.Aku kan sudah bekerja lama di perusahaan pak Felix dan aku sudah bertemu dengan sahabat sahabatku.Sekarang aku tidak bisa bertemu setiap hari dengan mereka.Huahhh......"Tangis deras Dae hwa sambil menatap langit.


Ditengah ketepurukannya.Ada sebuah kucing yang menghampirinya dan kucing itu ialah kucing Jung woo yang di temukan nya berapa hari yang lalu.


Melihat ke bawah kakinya karena seperti ada yang mengelus kakinya."Eh...., wah...kau kucing yang sebelum itu ku temukan kan."Jongkok lalu mengelus ngelus kucing tersebut.


Tiba tiba Jung woo juga datang sambil dalam keadaan berlari karena mengejar kucingnya."Hosh.....Hush....Hosh...."Suara kelelahan.


Menatap ke arah Jung woo yang baru datang lalu berdiri sambil menggendong anak kucing tersebut."Kenapa dia kabur dari bapak?."Tanya Dae hwa kepadanya.


"Itu bukan urusan mu.Cepat kembalikan sini kucing saya."Jawab ju hwang woo dingin."


"Nih...."Langsung memberikannya dan tidak melawan.


"Kenapa anak ini tidak melawan dan biasanya dia mengatakanku si gila kebersihan.Pasti dia ada masalah."Ucap batin Jung woo mengambil kucing tersebut dari pelukan Dae hwa.