Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 6



Ditengah kesedihannya tiba tiba Eun ji dan hana datang menghampirinya dan bingung.


"Dae hwa...."Panggil Hana melihat Dae hwa yang menunduk dan tidak menunjukkan wajahnya.


"Hei....kau dengar kami tidak."Menggelengkan badan Dae hwa.


"Eun ji.... Hana..."Tatap Dae hwa sambil mata lebam.


"Eh...kau kenapa.Lihat mata mu itu sampai lebam begitu, apa kau ada masalah?."Tanya khawatir Hana.


"A....aku..."Jawab gugup Dae hwa.


"Kenapa....?"Tanya Eun ji khawatir melihat Dae hwa.


"Jangan bicara disini...banyak orang,bagaimana kita bahas di belakang kantor saja."Jawab Dae hwa berdiri.


Eun ji dan Hana hanya bisa mengangguk karena belum mendapatkan jawaban dari Dae hwa.


Sesampai di belakang perusahaan dan Dae hwa langsung menyenderkan badannya di tembok perusahaan.


"Katakan kenapa kau menangis, sampai begini?."Tanya Hana lagi untuk memastikannya.


"Benar itu....katakan saja, kita ini kan sahabat, jadi tidak boleh memendam ya...okey."Ucap eun memegang bahu Dae hwa.


Menunduk."Sebenarnya.... sebenarnya, aku begini karena pak ceo."Jawab Dae hwa sambil melihat kebawah.


Terkejut bersamaan."Hah...kok bisa?."Tanya Eun ji dan Hana bersamaan sambil kaget karena jawaban dari Dae hwa.


Mengelus lengannya."Aku menyukai pak ceo sejak lama dan aku tidak mau memberitahukannya pada kalian.Pasti kalian akan mengejekku, jadinya aku tidak memberitahunya pada kalian?"Jawab dengan jujur Dae hwa.


"Apa!!!"Kaget mereka bersamaan lagi.


"Kan...., kalian jangan begitu dong."Ucap Dae hwa malu dan menundukkan wajahnya.


"Terus..., apa yang membuatmu begini?."Tanya detail Eun ji.


"Saat aku tadi di panggil oleh pak manager untuk disuruh ke ruangan pak ceo dan saat aku sudah di sana aku mendengar bahwa pak ceo sedang bermesraan dengan pasangannya.Aku mendengarnya dari luar dan ada lagi.Saat aku masuk ternyata pak ceo juga mengenalkannya padaku bahwa wanita itu adalah pacarnya dan mereka akan segera bertunangan......, padahal aku sudah menyukai pak ceo cukup lama...."Menutupi wajahnya dan menangis.


Eun ji dan Hana langsung memeluk Dae hwa."Itu memang biasa...karena mencintai diam diam.Aku juga pernah merasakan seperti yang kau rasakan."Ucap Hana menenangkannya.


Melepaskan pelukannya."Kapan kau merasakan hal seperti ku?."Tanya Dae hwa sambil mengusap air matanya.


"Waktu aku SMA, aku juga pernah menyukai kakak kelas, tapi aku tidak mau memberitahukannya pada kalian dan pada saat aku sudah memberanikan diriku, untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya.Aku malah berjumpa dengannya sedang berciuman dengan wanita.Disitulah aku merasakan apa yang seperti kau alami sekarang ini, jadi jangan merasa tersakiti karena setiap manusia pasti merasakan sakit hati."Jawab Hana dengan detail sambil menyemangati Dae hwa agar tidak murung.


"Kenapa kau tidak mengatakan pada kami....?"Tanya Eun ji menatapnya.


"Aku tidak ingin kalian repot repot membantuku karena aku tau kalau kalian sudah membantu, tidak main main bantuannya, jadi aku hanya bisa memendamnya deh dan hingga sekarang aku sudah move on dengannya dan menjalani hidupku penuh dengan kebahagiaan terutama bersama kalian."Bahagia Hana memegang tangan Eun ji dan Dae hwa.


"Jadi...jangan bersedih ya sayang...., sedikit demi sedikit lupakan dia dan jalani hidup mu bersama kami dan penuh dengan money bestie."Ucap bahagia Hana.


"Terima kasih banyak...., kalian memang yang terbaik dan selalu ada di masa masa aku butuh sandaran dan support.Aku sayang kalian...."Jawab Dae hwa menangis karena terharu dan memeluk mereka berdua dengan penuh kebahagiaan dan lega akan masukan sahabatnya.


"Aku juga sayang padamu Dae hwa."Ucap Hana memeluknya juga.


"Aku juga sayang kalian."Peluk Eun ji juga.


Merekapun kembali masuk ke perusahaan dan masing masing mereka juga kembali ke meja mereka untuk bekerja kembali.


"Leganya aku mempunyai sahabat seperti Eun ji dan Hana..., dengan begini, aku harus mencoba move on dari pak felix."Ucap batin Dae hwa sudah mengumpulkan tekad yang kuat untuk move on.


"Saatnya aku harus menikmati dunia ini dan berbahagia tanpa memikirkan seorang pria..., aku harus kembali mengerjakan berkas ini agar pak manager tidak marah terus kepadaku."Ucap Dae hwa langsung mengerjakan berkasnya kembali.


Malam pun tiba.Dimana Dae hwa sudah siap menyelesaikan berkasnya dan sedang menunggu eun ji dan hana.


"Arghh....,siap juga nih berkas.Saatnya pulang..."Ucap Dae hwa bahagia sambil merapikan kacamatanya.


Melihat ponselnya untuk melihat jam."Wah...sudah jam 09.00 malam, saatnya menghampiri Eun ji dan Hana.Apa mereka sudah pulang ya."Memikirkan.


"Aku hampiri mereka saja deh."Berdiri dan berjalan menuju meja Eun ji dan Hana.


Sesampai meja Eun ji dan Hana."Eun ji...., Hana..."Panggil Dae hwa melihat meja mereka berdua kosong.


"Kemana mereka...., apa mereka sudah pulang ya.Mereka selalu saja meninggalkan ku."


Tiba tiba ponsel Dae hwa berdering."Siapa yang menelpon ku ya..., apa ini dari Hana atau Eun ji."Mengambil ponselnya dan langsung mengangkatnya.


"Halo..."Panggil Dae hwa.


"Dae hwa sayang..., maafkan kami tidak memberitahukan mu kalau kami pulang duluan, karena kami tadi ada rapat mendadak dan kebetulan sampai malam jadi sekalian pulang saja deh."Ucap Hana meminta maaf.


"Kan..., kalian selalu saja meninggalkan ku."Ngambek Dae hwa.


"Jangan marah dong sayang...besok aku dan Eun ji akan mentraktir mu makan..., jadi jangan ngambek ya."Menggoda Dae hwa dengan makanan karena makananlah yang membuat Dae hwa tidak kembali mengambek.


"Oke...., aku tunggu janji mu, kalau begitu aku tutup telponnya ya...., bay"Ucap Dae hwa bahagia karena kembali mendapatkan makanan gratis dan langsung menutup telponnya.


"Aku harus pulang sekarang....,sebelum kemalaman."Langsung keluar dari perusahaan.


Dae hwa pun sudah menuju ke rumahnya saat sudah di tengah tengah kota dia terhenti dan baru teringat kalau ada barang yang ketinggalan di mejanya.


"Eh..., aku sepertinya melupakan sesuatu, oh ya aku melupakan dompetku..., aku harus mengambilnya karena di sana ada uang bulananku."Berbalik badan dan langsung lari kembali ke perusahaan.


Setelah berlari lari tergesa gesa dan sudah sampai di perusahaannya.Dae hwa pun langsung masuk kedalam untuk mengambil dompetnya yang tertinggal.Saat sudah sampai di mejanya, betapa terkejutnya Dae hwa melihat di mejanya ada pak ceo yang sedang melihat sebuah kertas dan dia sepertinya pernah melihat kertas tersebut


Dan betapa kagetnya ternyata kertas itu adalah kertas yang dia buang ke tong sampah karena berisi ungkapan hatinya kepada pak Felix dan sekarang kertas itu ada di tangan pak Felix dan pak Felix sudah membacanya.