
"Saya, saya tidak apa apa kok pak." Jawab Dae hwa tersenyum.
"Minumlah kopi hangat ini dan hangatkan lah dirimu sebentar. Tunggu hujan reda, aku akan mengantar mu pulang." Ucap Felix langsung memberikan kopi tersebut kepadanya.
"Terima kasih banyak pak Felix, sekali lagi." Langsung mengambil kopi tersebut dan langsung meminumnya dengan perlahan." Ehm, hangatnya." Ucap batin Dae hwa menghangatkan dirinya dengan kopi tersebut.
"Baguslah jika kau menyukainya." Tersenyum tipis Felix.
"Lain kali, jangan hujan hujanan lagi, atau kau akan pilek dan demam." Ucapnya.
"Saya begini karena pria yang saya sukai pak." Ucap Dae hwa sambil menundukkan kepalanya.
"Pria yang kau sukai, maksudnya." Tanya Felix bingung.
"Kan pernah saya bilang, kalau saya ada menyukai seseorang. Orang itu adalah bos saya sendiri, bos tempat bekerja saya yang baru pak. Sebenarnya hari ini adalah hari dimana semua karyawan diajak makan bersama oleh bos saya." Jawab Dae hwa sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau tidak datang dan malah hujan hujanan?." Fokus bertanya Felix kepada Dae hwa.
"Saya sudah datang sebenarnya pak. Tapi saat saya mau masuk kedalam, saya gugup dan berdiri dulu di luar. Tapi saat saya di luar, ternyata bos saya dan temannya sedang membicarakan saya dan dia mengatakan bahwa dia hanya memanfaatkan saya saja. Hikss, Hikss." Tangis pecah Dae hwa sambil menutupi wajahnya.
"Sudahlah, kau jangan menangis lagi dan minumlah kopi mu dulu, selagi hangat dan aku akan langsung mengantarkan mu pulang." Ucap Felix menenangkannya.
Dae hwa mengangguk dan meminum kembali kopi hangatnya.
"Aku tidak bisa melihat Dae hwa seperti ini. Aku harus menemui si Jung woo itu." Ucap batin Felix.
"Oh ya pak Felix, jangan beritahukan soal ini kepada siapapun. Saya mohon ya pak." Ucap Dae hwa menatap wajah Felix.
"Eh, baiklah. Aku tidak akan mengatakan apapun pada siapapun, soal ini." Jawab Felix tersenyum untuk menenangkan suasana hati Dae hwa yang masih sakit hati.
Setelah beberapa menit dan hujan pun sudah reda. Felix pun langsung mengantarkan Dae hwa pulang. Sesampai rumah Dae hwa." Terima kasih banyak pak, pak Felix jadi repot begini." Ucap Dae hwa.
"Tidak apa apa dan tidak perlu sungkan kepadaku." Jawab Felix tersenyum.
"Ini jas bapak. Terima kasih banyak sekali lagi pak." Langsung mengembalikan jas tersebut.
"Sama sama, aku duluan." Langsung meninggalkan Dae hwa.
Disisi lain, ternyata ada Jung woo yang mengintip didalam mobilnya." Pantas saja dia tidak datang. Ternyata dia dengan bos perusahaan lamanya, mending aku pergi dari sini sekarang." Ucap Jung woo langsung pergi dari tempat tersebut.
Dikamar Dae hwa. Dae hwa langsung mengganti pakaiannya dan setelah mengganti pakaiannya. Dae hwa langsung berbaring di tempat tidurnya." Sudahlah Dae hwa. Mulai sekarang kau tidak boleh baper dan tidak boleh dekat dengan keluarga Jung woo maupun teman temannya. Kau harus melupakannya." Ucap batin Dae hwa sambil memukul kepalanya sendiri.
"Aku harus tidur dan anggaplah hari ini tidak ada." Mulai tertidur karena lelah habis menangis.
Keesokan paginya. Dimana Dae hwa sedikit terlambat dan ia baru datang ke perusahaan. Ia pun bergegas ke ruang kerjanya. Saat mau ke ruang kerjanya, Dae hwa bertemu dengan Chan woo.
"Pagi Dae hwa." Sapa Chan woo tersenyum.
"Eh, kenapa dengan Dae hwa. Kenapa dia tidak seperti biasanya dan tidak tersenyum. Kenapa ya." Bingung sendiri Chan woo.
Dae hwa pun langsung masuk ke ruang kerjanya dan langsung duduk di kursinya." Astaga, kenapa disaat aku mau melupakan mereka dan melupakan pak Jung woo. Kenapa mereka terus muncul di hadapanku. Bagaimana aku mau melupakannya. Sial." Kesal sendiri Dae hwa.
Disisi lain. Chan woo langsung masuk ke ruang kerja Jung woo dan Jung woo sudah ada didalam." Halo Jung woo, ada yang mau aku katakan padamu soal Dae hwa." Ucap Chan woo langsung duduk di sofa.
"Kenapa emangnya dengan asisten Dae hwa?." Tanyanya.
"Tadi aku bertemu dengannya dan saat aku menyapanya, memang dia membalas sapaan ku. Tapi dia mengatakannya tanpa ekspresi dan tidak tersenyum sedikitpun kepadaku dan dia langsung masuk saja ke ruangannya. Dia kenapa ya?." Jawab Chan woo menjelaskannya sekaligus bertanya.
"Biar aku yang melihatnya." Langsung berdiri dan langsung menuju ruang kerja Dae hwa.
Sesampai ruang kerja Dae hwa." Apa saya boleh masuk?." Tanyanya dari luar.
"Masuklah." Jawab Dae hwa dari dalam.
Jung woo pun langsung masuk kedalam dan langsung duduk di hadapannya." Ada apa pak Jung woo kemari?." Tanya Dae hwa tanpa ekspresi.
"Apa kau sedang sakit dan kenapa kau tidak datang di acara tadi malam?." Tanyanya.
"Saya kan sudah katakan kemarin pak, kalau saya sedang sakit kepala dan saya tidak terlalu suka dengan keramaian. Apa pak Jung woo boleh keluar sekarang, karena saya sangat pusing dan masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." Jawabnya tak sedikitpun menatap wajah Jung woo.
"Baiklah, saya permisi." Langsung pergi dari ruang kerja Dae hwa.
"Kenapa dia, sangat aneh." Bingung juga Jung woo.
Sedangkan didalam ruang kerja Dae hwa." Argh, kenapa aku harus bertemu dengannya sih. Astaga." Jadi pusing Dae hwa sambil mengerutkan keningnya.
Siang pun tiba. Dimana tiba saatnya jam makan. Dae hwa yang tidak keluar dari ruang kerjanya dan tidak mau makan siang, karena dia tidak nafsu makan.
Sedangkan di luar ruangannya. Chan woo dan Jung woo sedang makan bersama dan Chan woo melihat sekitaran kantin tersebut." Dimana Dae hwa ya, biasanya dia sudah muncul kalau sudah jam makan begini. Tapi kenapa dia tidak keluar juga. Ada apa dengannya."Mencari cari di sekitar kantin.
"Entahlah, di benar benar aneh dan dia juga mengatakan hal yang singkat kepadaku tadi. Ada apa dengannya ya. Jelas jelas kemarin malam, aku melihatnya bersama bos lamanya." Jawab Jung woo sambil melipat kedua tangannya.
"Hah, maksud mu, kau membuntuti Dae hwa sampai ke rumahnya?." Tanya Chan woo langsung menatapnya.
"Aku hanya mengeceknya saja. Karena takut dia kenapa napa." Jawab Jung woo.
"Ouh, tapi kenapa dia marah kepada mu dan dia sangat aneh." Bingung kembali Chan woo.
Saat mereka sedang kebingungan. Jiy wa dan Nam ji ke kantin juga untuk makan siang. Jung woo yang mengenal mereka, karena mereka dekat dengan Dae hwa langsung memanggilnya." Jiy wa dan Nam ji.Boleh kalian kemari sebentar." Panggil Jung woo.
Jiy wa dan Nam ji langsung menghampiri Jung woo." Iya pak. Ada apa ya pak?." Tanya Jiy wa.
"Apa kalian,