Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 77: Mengungkapkan Hubungan



Setelah beberapa menit merapikan semuanya. Dae hwa langsung membantu Jung woo untuk berjalan tanpa menggunakan kursi roda." Kamu pasti bisa sayang. Karena kamu kan sudah sembuh." Ucap Dae hwa membantunya berjalan, karena ada sedikit kakinya yang terkilir.


Jung woo pun langsung memegang kedua tangan Dae hwa, dan Dae membantu Jung woo berjalan.


"Semangat sayang. Kamu pasti bisa." Ucap Dae hwa memberi kecupan kepada Jung woo.


Sontak Jung woo langsung kaget dan langsung semangat untuk berjalan." Eh, kenapa kamu jadi bisa. Padahal tadi kesakitan, karena turun dari ranjang?." Kebingungan Dae hwa.


"Entah kenapa energiku kembali sayang, akibat ciuman dari kamu." Jawab Jung woo, langsung melepaskan tangan Dae hwa, dan ia langsung bisa berjalan dengan baik.


"What." Kaget Dae hwa dengan jawaban Jung woo, dan sontak pipi Dae hwa langsung memerah.


"Seharusnya tadi aku tidak menciumnya. Dasar Dae hwa bodoh." Ucap batin Dae hwa hanya bisa pasrah.


Mereka berdua langsung kembali pulang, dengan menggunakan Taxi yang sudah dipesankan oleh Dae hwa.


Sesampai rumah." Mau aku bantu?." Tanya Dae hwa yang masih sedikit cemas dengan Jung woo.


"Tidak perlu. Aku bisa sendiri kok." Jawab Jung woo langsung keluar dari mobil, dan langsung masuk kedalam rumah.


"Pak Jung woo benar benar aneh deh. Ini pak uangnya." Ucap Dae hwa langsung memberikan uangnya, dan menyandang tasnya.


Didalam rumah." Kami pulang ayah." Ucap Jung woo, dan Dae hwa dibelakangnya.


"Eh, Jung woo dan Dae hwa. Kalian sudah pulang." Tanya ayahnya langsung menghampiri mereka berdua.


"Iya ayah. Pak Jung woo sudah sehat, dan sudah boleh pulang. Jadi kami langsung pulang saja." Jawab Dae hwa langsung meletakan koper Jung woo di dekat sofa.


"Oh ya. Kalau begitu, biar bibi yang meletakkan koper ini ke kamar Jung woo." Ucap pak Baek woo kepada Dae hwa.


"Baik ayah. Aku juga lelah, heheheh." Ucap Dae hwa jujur dan duduk di samping Jung woo.


"Oh ya ayah, ada yang mau aku katakan pada ayah sekarang juga." Ucap Jung woo langsung serius.


"Katakan saja. Hal apa yang mau kau katakan." Ucap ayahnya juga.


"Eh, kenapa wajah pak Jung woo langsung serius begitu. Hal apa yang mau ia katakan pada ayah, aku jadi curiga dengannya." Penasaran Dae hwa.


"Tapi, ayah dulu yang mengatakannya. Soalnya ada hal yang mau ayah katakan pada mu juga. Ini hal penting." Ucap ayahnya langsung mengingat sesuatu juga.


"Katakan saja ayah, kalau begitu ayah duluan saja." Kata Jung woo.


"Sebenarnya, kenapa kalian tidak berpacaran saja, dan kalian akan segera menikah. Kalian sangat cocok begini, dan kalau soal saling mencintai. Kalian bisa selama pacaran saling mencintai.?." Tanya ayahnya dengan serius.


Seketika itu juga, Dae hwa yang mendengarnya langsung salting, dan pipinya memerah." Astaga ayah, itulah yang mau aku sampaikan pada ayah. Sebenarnya, aku dan Dae hwa sudah berpacaran." Jawab Jung woo langsung ke inti.


"Ih, pak Jung woo." Malu Dae hwa mencubit paha Jung woo.


"Gapapa sayang. Ayah juga mendukung hubungan kita ini kok." Ucap Jung woo mengelus bahu Dae hwa.


"Kenapa kamu harus malu nak Dae hwa. Sebenarnya ayah,