Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 36



"Sebenarnya..., kenapa kau memberi ayahku mie instan itu.Kau tidak tahu kalau ayahku mengidap penyakit dan mie instan itu adalah salah satu penyebab nya.Kenapa kau malah memberinya seperti itu."Tegas Jung woo sambil melipat tangannya.


"Namanya saya juga tahu pak..., jadi saya memberinya."Jawab Dae hwa kesal sendiri.


"Kan tadi sudah dikatakan ayahku kepadamu dan kenapa kau malah mengajaknya makan mie instan bersama.Aku cukup kecewa padamu..., jika ayahku kambuh, kau apa bisa membayar rumah sakitnya."Memarahi Dae hwa.


"Saya minta maaf yang sebesar besarnya pak..., saya sangat minta maaf sekali lagi.Jika saya merepotkan dirumah ini, saya akan pulang sekarang juga.Saya permisi pak."Ucap Dae hwa langsung keluar dari ruang kerja Jung woo.


"Kenapa anak itu ngambek gitu..., apa aku sudah keterlaluan kepadanya.Dasar Jung woo..., kau terlalu menaikkan tensi mu.Astaga."Mengerutkan keningnya.


Disisi lain.Dae hwa langsung mengambil tasnya dan keluar dari rumah Jung woo."Mengesalkan banget sih..., jelas jelas dia yang menyuruh ku datang kesini.Sangat menyebalkan..., aku tidak mau kesini kalau bukan karena ayahnya."Kesal Dae hwa langsung menuju ke rumahnya menaiki taxi.


Didalam perjalanan menuju rumahnya."Kenapa tiba tiba pak Jung woo sedingin itu.Padahal biasanya dia baik baik saja.Dasar aneh, dasar Rozi."Kesal tingkat tinggi Dae hwa.


Disisi lain lagi.Tiba tiba Jung woo batuk batuk."Huk..., uhuk..., kenapa tiba tiba aku batuk ya.Aneh."Ucap batin Jung woo langsung minum segelas air putih.


Dae hwa yang sudah sampai dirumahnya.Dan langsung masuk kedalam, setelah membayar taxi tersebut.


"Mengesalkan...., hem."Langsung masuk kedalam kamarnya dan berbaring dikasurnya.


Ditengah kekesalannya..., tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahh....


"Siapa lagi sih yang menghubungiku begini."Langsung mengambil ponselnya dan melihat.


"Video call dari grup.Kenapa mereka tiba tiba menghubungiku."Langsung mengangkatnya.


"Halo gaes..., ada apa?."Tanya Dae hwa dengan wajah murungnya.


"Sepertinya ada yang berbeda darimu..., kenapa kau murung begitu."Tanya Eun ji bingung.


"Tau tuh dae hwa..., kau kenapa memasang wajah jelek itu."Tanya Hana juga.


"Kalian ini..., kenapa kalian malah mengejekku sih.Aku lagi sedih tau."Jawab Dae hwa tambah sedih.


"Ya sayang...., kenapa kau, cerita dong."Ucap Eun ji.


"Ini..., aku kesal gara gara perbuatan Jung woo itu."Jawab Dae hwa kesal.


"Eh..., si bos perusahaan kamu itu ya?."Tanya Hana.


"Iya..., siapa lagi coba kalau ga dia."Jawabnya.


"Wah..., masalah apa yang kau alami dengan bos mu itu?."Tanya Eun ji.


Dae hwa pun menceritakan masalah yang terjadi kepada sahabatnya.Setelah selesai menceritakannya.


"Yang salah itu ayahnya...., udah tahu dia kena penyakit.Masih aja membangkang perkataan anaknya."Kesal Eun ji.


"Jangan menyalahkan ayahnya..., aku sudah menganggap ayah pak Jung woo sebagai ayahku, karena dia sangat baik kepadaku."Membela Dae hwa tidak mau mendengar Eun ji menjelekkan ayah pak Jung woo.


"Iya, iya deh..."Pasrah Eun ji.


"Tapi baguslah Dae hwa kau langsung pergi dari situ.Daripada bos mu itu semakin marah padamu..., bisa pecah tu rumah."Ucap Hana membelanya.


"Terima kasih banyak Hana....


"Sama sama..."Mengedipkan matanya.


"Setelah itu..., kau mau ngapain lagi.Apa kau marahan dengan bos mu itu, si Jung woo itu?."Tanya Eun ji serius.


"Entahlah..., yang terpenting aku harus semangat bekerja dan tidak memikirkan soal percintaan."Jawab Dae hwa sambil membalikkan bola matanya.


"Omong omong bagaimana dengan kabar pak Felix?."Tanya Dae kepada mereka berdua.


"Tidak kok..., siapa juga yang mau menyukainya.Dia hanya sebatas teman sekarang, tidak lebih.Okey..."Jawab Dae hwa sambil melipat tangannya ngambek.


"Btw apa kalian mau menemui ku besok?."Tanya Dae hwa.


"Untuk apa?."Tanya Hana.


"Ada yang mau kukatakan pada kalian besok.Tenang aja deh, besok aku yang traktir."Jawab Dae hwa.


"Kenapa tidak sekarang saja mengatakannya?."Tanya Hana kembali.


"Aku mengantuk nih..., sudah ya, aku mau tidur syantik dulu.Okey..., dah sayang."Jawab Dae hwa langsung mematikan video call tersebut dan langsung terkapar di tempat tidurnya.


"Smoga aku baik baik saja besok yatuhan."Ucapnya mulai tertidur.


Keesokan paginya.Dimana Dae hwa sudah berpakaian rapi dan langsung berjalan kaki menuju perusahaannya.


"Na..., na, na, na nana.Ehmm."Nyanyi Dae hwa sambil menikmati udara pagi.


Saat Dae hwa sedang berjalan kaki.Tiba tiba ada yang mengklakson tepat di sampingnya.Reflek melihat kesamping."Eh..., siapa ya itu?."Tanya Dae hwa sambil melihat kaca mobil tersebut.


Kaca mobil pun perlahan turun dan ternyata ialah Felix."Pagi manager Dae hwa."Sapa Felix dari dalam mobil.


"Eh pak Felix..., bapak mau ke kantor ya?."Tanya Dae hwa tersenyum.


"Iya nih..., apa kau tidak mau bareng saya perginya?."Tanya balik Felix.


"Tidak usah pak..., bapak jadi repot repot begini.Saya tidak mau merepotkan pak ceo lagi."Jawab Dae hwa tidak enakan.


"Naiklah..., kebetulan perusahaannya kan satu arah.Sekalian saya berbaik hati kepadamu.., masa tidak boleh.Naiklah."Ucap Felix ikut tersenyum.


"Baiklah pak ceo..., saya akan naik kali ini saja."Jawab Dae hwa pasrah dan langsung masuk kedalam mobil Felix.


"Nah.., gitu kan bagus.Mari kita pergi sekarang."Bahagia Felix langsung menggas mobilnya.


Didalam perjalanan menuju perusahaan tempat Dae hwa bekerja."Dae hwa."Panggil Felix sambil mengemudikan mobil.


"Iya pak..., ada apa?."Tanya Dae hwa sambil menatapnya dari samping.


"Apa kau benar benar tidak mau kembali lagi ke perusahaan saya?."Tanya Felix balik.


"Kenapa pak ceo terus menanyakan soal itu.Tentu saja jawabannya tetap tidak pak.Maafkan saya pak."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Dasar..., jelas jelas kau tidak mau lagi bekerja dan bersama denganku.Tapi aku malah begini, maafkan ku.Kau tidak marah kan?."Tanyanya.


"Kenapa saya harus marah dengan pak ceo..., anggap saja sebagai tanda pertemanan pak."Ujarnya tersenyum untuk menenangkan suasana hati Felix.


"Omong omong pak..., apa bapak tidak mau mencari pasangan lagi?."Tanya Dae hwa.


"Hem.., soal itu entahlah manager Dae hwa.Saya masih tidak mau memikirkan soal percintaan dan mau fokus untuk bekerja di perusahaan saya yang sekarang ini.Soal jodoh nanti datang sendiri."Jawab Felix ikut tersenyum.


"Saya juga seperti itu kok pak..., saya akan menunggu jodoh saya saja.Dia pasti akan datang, dan aku akan menunggu hari itu."Ucap Dae hwa juga.


Sesampai perusahaan."Terima kasih banyak pak ceo sudah mengantarkan saya..., saya jadi membuat pak ceo begini."Ucap Dae masih merasa tidak enakan.


"Tidak apa apa..., anggaplah sebagai tanda maaf saya selama ini.Saya permisi dulu."Jawab Felix langsung meninggalkan Dae hwa dan Dae hwa tidak lupa melambaikan tangannya.


Dae hwa tidak tahu bahwa ada Jung woo yang juga baru datang dan melihat Dae hwa diantar oleh Felix.


"Mereka begitu mesra..., apa mereka sudah berpacaran."Ucap batin Jung woo kembali dingin dan kecewa.