
"Udah deh..., ngakak mulu kalian.Aku mau tidur dulu ya."Ucap Dae hwa.
"Yah...., ga enak si Dae hwa.Tau ah."Jawab Hana.
"Udah..., Dae hwa itu capeh.Jadi harus ngertiin dong."Ucap Eun ji membelanya.
"Tu kan..., yang dibilang Eun ji aja bener.Wlee."Jawab Dae hwa mengejek Hana.
"Tumben banget bela Dae hwa lu Eun ji."Ucap Hana menaikkan alisnya.
"Biarin deh, kalau begitu kita tutup dulu pembicaraan kita hari ini dan akan di sambung besok.Bay...."Ucap Eun ji melambaikan tangannya lewat ponsel mereka masing masing.
"Bay...., "Bersamaan Hana dan Dae hwa.
Dae hwa pun langsung mematikan ponselnya dan langsung terkapar di ranjang.
"Fyuh..., siap juga menggibah.Enak juga ternyata.Hahhah..."Tertawa Dae hwa sambil menatap atas atap kamar tersebut.
Dae hwa pun mulai tertidur sedikit demi sedikit.
Keesokan paginya, Dae hwa sudah bangun dan sudah di dapur sedang memasak sarapan pagi untuk Jung woo dan pak Baek woo.
"La...., la, la, la...."Nyanyi Dae hwa sambil memasak sarapan pagi tersebut.
"Kamu sudah bangun nak."Ucap ialah pak Baek woo baru datang dari kamarnya.
Membalikkan badannya."Eh..., ayah, iya nih."Jawab Dae hwa tersenyum malu karena nyanyian nya di dengar oleh calon mertua kalau jadi.
"Kenapa kau repot repot memasak nak..., kan bisa suruh pelayan aja?."Tanya pak Baek woo.
"Gapapa yah...., lagi pengen aja nih buat sarapan.Heheheh...., ayah bisa duduk dulu.Nanti aku siapin sarapan nya."Ucap Dae hwa kembali fokus memasak sarapan tersebut.
"Anak yang rajin...., ayah saya sampai salut kepadamu nak.Andai ayah bisa punya menantu seperti mu ini."Ucap pak baek woo melihat Dae hwa dari belakang dan tersenyum bahagia.
Dae hwa yang hanya bisa salting, karena dirinya di puji puji.
Setelah beberapa menit, Dae hwa pun siap memasak untuk sarapan pagi mereka bersama."Ini sarapan pagi nya ayah...., silahkan di nikmati."Ucap Dae hwa meletakkan makanan tersebut di atas meja.
"Wahhh...., apa ini semua nak dae hwa yang masak?."Tanya kagum pak Baek woo.
"Iya ayah..., apa kurang bagus?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Ini sangat bagus, ayah jadi ingin cepat mencicipinya."Ucap Baek woo tersenyum bahagia.
Tiba tiba Jung woo datang dan sudah berpakaian rapi."Pagi ayah...."Sapa Jung woo langsung duduk di kursinya.
"Pagi nak..., kalau begitu mari kita makan bersama.Nak Dae hwa duduklah juga."Jawab pak baek woo menyuruh Dae hwa untuk duduk dan makan bersama.
"Baik ayah..."Jawab Dae hwa dengan malu dan menundukkan kepalanya.
Merekapun makan bersama."Wah..., ini sangat enak.Ayah sampai kagum dengan rasa ini."Kagum pak Baek woo sambil menutup matanya karena kenikmatan tersebut.
"Apa kau yang memasak ini asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo sambil mengunyah makanannya.
Dae hwa mengangguk dalam keadaan mulut penuh dengan nasi dan lauk pauk.
"Pftt..., anak ini begitu cantik ketika wajah nya selucu ini.Astaga ya tuhan."Ucap batin Jung woo tertawa tipis sambil menutupi mulutnya.
"Bapak kenapa pak?."Tanya Dae hwa melihat Jung woo yang tertawa sendiri.
"Ayah...."Kesal Jung woo.
"Hahahaha...."Tertawa tipis Dae hwa, karena Jung woo di jagain aneh oleh ayahnya sendiri.
"Kan..., nak Dae hwa aja tertawa melihat ayah berkata seperti itu, sedangkan dirimu.Tidak pernah membuat nak Dae hwa tertawa."Ucap sombong pak Baek woo.
"Sudah ayah...., nanti pak Jung woo marah lagi.Makan ya ayah."Jawab Dae hwa melerai mereka dan dae hwa memberikan daging ke mangkuk pak Baek woo.
"Terima kasih banyak nak Dae hwa..., setelah makan, kau mandilah dulu dan pakailah ada satu setelan baju kerja di lemari ibunya Jung woo.Kau pakailah sementara dan kembalikan jika kau mau."Ucap pak Baek woo.
"Apa tidak apa apa pak..., saya jadi repot repot datang ke sini."Merasa tidak enakan.
"Pakailah jika kau mau, aku tidak melarang mu."Ucap Jung woo.
"Terima kasih banyak pak Jung woo dan pak Baek woo.Saya jadi merasa bahagia disini."Ucap Dae hwa tersenyum bahagia.
"Pak jung woo memang orang yang peka ya.Pantas saja aku mencintainya."Ucap batin Dae hwa kembali memakan makanan nya sambil tersenyum sendiri.
Setelah makan, Dae hwa langsung ke kamar untuk mandi.Setelah Dae hwa siap mandi.Dae hwa terpukau dengan pakaian almarhum ibunya Jung woo.
"Wah cocok nih warnanya, ternyata ibunya pak Jung woo juga mempunyai baju secantik ini.Aku suka deh jadinya.Ini aja deh."Ucap Dae hwa memakai jas hitam tersebut.
Dae hwa pun langsung keluar dari kamar tersebut dan menuju ke ruang tamu.Saat di ruang tamu, dia terkejut melihat kucing yang pernah di tolong nya, berada di sofa ruang tamu tersebut.
"Ihhh...., ini kan kucing yang ku temukan dan ternyata ini kucing nya pak Jung woo.Kenapa kau baru muncul dan kenapa kau tidak muncul dari kemarin.Aku sangat merindukan mu tau."Ucap Dae hwa langsung memeluk kucing tersebut dan mencium nya.
"Uwwu....., kau begitu lucu dan manis.Aku sangat menyukaimu."Ucap Dae hwa tersenyum bahagia dan kucing tersebut tidak melawannya sama sekali dan malah meminta di sayang lagi.
"Kau memang lucu ya, kenapa aku tidak bisa memilikimu, padahal kau sangat lucu."Ucap batin Dae hwa.
Tiba tiba Jung woo datang dari belakang nya."Apa kau sudah siap asisten Dae hwa?."Tanya Jung woo sambil meletakkan tangannya ke saku celana nya.
"Eh..., pak jung woo.Apa bapak sudah siap?."Tanya balik dae hwa sambil menggendong kucing tersebut.
"Saya sudah siap dan kalau begitu mari kita pergi ke perusahaan sekarang."Ucap Jung woo.
"Omong omong, dimana ayah bapak?."Tanya Dae hwa.
"Dia ada di kamarnya.Ada apa emangnya?."Tanya balik Jung woo.
"Saya cuma mau berpamitan saja kok pak.Karena sudah sangat baik kepada saya."Jawab Dae hwa tersenyum bahagia.
"Saya sudah mengirimkan salam mu kepada ayahku, jadi tidak usah repot repot.Kalau begitu mari kita pergi sekarang."Ucap Jung woo sambil melipat tangannya dengan gaya beda lagi.
Meletakkan kucing tersebut di atas sofa kembali."Dahhh kucing ucul..., nanti aku kesini lagi kalau ada waktu."Ucap Dae hwa masih ingin bersama kucing tersebut.
"Kalau kau ingin membawanya, bawalah ke perusahaan.Aku tidak melarang mu."Ucap Jung woo peka.
"Apa boleh pak?."Tanya Dae hwa kembali untuk memastikannya.
"Bawalah..., jika kau mau.Kalau begitu mari kita masuk ke dalam mobil dan bawa kucing itu, jika kau mau."Ucap Jung woo.
"Terima kasih banyak pak...., bapak yang terbaik deh."Jawab Dae hwa bahagia dan langsung menggendong kucing tersebut dan berjalan duluan.Jung woo yang berada di belakangnya, tersenyum sendiri melihat kelucuan Dae hwa.