
"Ini semua pasti karena kamu kan." Langsung menatap wajah Jung woo dengan sinis.
Sontak Jung woo langsung meliriknya." Eh, aku bukan maksud seperti itu sayang. Memang aku yang menghapus game kamu itu, agar kamu tidak fokus bermain game saja. Bisa bisa nanti kamu selingkuh lewat situ lagi." Jawab Jung woo langsung terus terang dengannya.
"Itu adalah game yang sangat aku sukai, sejak kecil tahu. Baru beberapa hari aku downloads, dan kamu langsung menghapusnya. Tau ah," Ngambek kembali Dae hwa dengan wajah sangat kesal.
"Sepertinya dia benar benar marah deh. Aku harus apa ini." Ucap batin Jung woo, jadi merasa bersalah dengan Dae hwa.
Sesampai rumah Jung woo. Dae hwa langsung turun dari motornya dan langsung membawa masuk kopernya kedalam. Saat didalam, Dae hwa langsung memanggil pak Baek woo.
"Ayah. Kami pulang." Ucap Dae hwa.
"Eh, menantu ayah sudah datang. Apa kamu kelelahan." Bahagia pak Baek woo, langsung memeluk Dae hwa, dan mengelus kepalanya.
"Aku memang sangat lelah ayah. Kalau begitu, aku ke kamar dulu ya ayah. Sekalian mau merapikan pakaian ini di lemarinya." Jawab Dae hwa langsung masuk ke kamarnya yang ada dilantai 2.
"Baik sayang, kamu tidurlah yang nyenyak." Ucap pak Baek woo sangat bahagia.
Dan Jung woo langsung menghampiri ayahnya." Ayah, apa ayah sudah makan?." Tanya Jung woo langsung menyalam ayahnya.
"Ayah sudah makan kok. Kalau begitu, kamu temani istri kamu sana." Jawab ayahnya sekaligus menyuruhnya.
"Baik ayah. Aku akan menyusul Dae hwa dulu, aku duluan ayah." Ucap Jung woo ikut naik ke lantai 2, untuk ke kamar Dae hwa.
Disisi lain. Dae hwa yang sudah ada di kamarnya, langsung berbaring di ranjangnya." Lelah banget tuhan. Aku harus merapikan pakaianku ini." Kembali duduk dan memindahkan pakaian yang ada di koper ke lemari pakaiannya.
Jung woo langsung duduk di samping Dae hwa, yang sedang merapikan pakaiannya." Apa kamu masih marah sayang?." Tanya Jung woo memegang dengan lembut pundak Dae hwa.
Dan Dae hwa langsung mengelak." Siapa yang marah." Ucap Dae hwa tanpa ekspresi.
"Tuh, terlihat dari wajah kamu, kalau kamu lagi ngambek sama aku. Maafin aku sayang." Langsung duduk dilantai, bersama Dae hwa dan memegang kedua tangannya.
Sontak Dae hwa langsung terhenti dan langsung menatap wajah Jung woo." Apa kamu masih marah sayang. Jangan marah gitu dong, nanti cantik kamu hilang." Menggoda Dae hwa dengan senyumannya.
"Berarti kalau aku begini, aku jelek kan. Dasar." Ucap Dae hwa kembali fokus, dan tidak mau menatap wajah Jung woo.
"Aku harus membuatnya tidak marah lagi. Aku ada ide." Ucap batin Jung woo tersenyum tipis.
Tanpa basa basi, Jung woo langsung mencium pipi Dae hwa, dan mencium bibir Dae hwa dengan lembut.
Sontak Dae hwa kaget dan langsung melotot, saat mereka sedang berciuman." Ehm, kamu ih." Langsung mendorong Jung woo.
"Kamu marah kepadaku kan. Yaudah deh, aku keluar saja." Ucap Jung woo langsung berdiri dan menuju pintu luar kamar.
Dae hwa yang melihat Jung woo kecewa, langsung ikut berdiri dan melamun sebentar." Aku tidak boleh egois begini. Pak Jung woo sudah merelakan dirinya, untuk diriku, dan sampai sampai dia harus ditabrak oleh mobil besar."
"Aku harus meminta maaf juga." Ucap batin Dae hwa langsung berdiri dan