Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 41: Malam Yang Indah



Sesampai rumah Dae hwa.Dae hwa langsung berbaring di tempat tidurnya."Fyuh..., lelah banget hari ini.Tapi aku kenyang.Hehehehe."Tertawa sendiri.


"Bagaimana dengan keadaan pak Jung woo ya.Aku sudah tidak pernah saling sapa dengan pak Jung woo lagi.Eh...., kenapa tiba tiba aku memikirkan pak Jung woo.Dasar Dae hwa."Guling guling sendiri karena salting.


"Aku harus baik dengan pak Jung woo..., agar pak Jung woo tidak marah denganku."Ucap Dae hwa langsung duduk.


Tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahh."


"Siapa yang menelpon ku."Melihat ponselnya.


"Astaga..., Chan woo.Ada apa sih dengannya.Dasar."Langsung mengangkatnya.


"Ada apa..., ganggu aja?."Tanya Dae hwa malas bicara.


"Apa kau sudah dirumah?."Tanya balik Chan woo.


"Bukan urusanmu....., ada apa?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.


"Jutek banget sih..., aku kan cuma mengkhawatirkan mu saja.Apa tidak boleh?."Tanya Chan woo.


"Tidak boleh..., dah."Langsung mematikan ponselnya.


"Chan woo selalu saja mengangguku.Hem."Ngambek sendiri Dae hwa sambil membuang ponselnya.


"Aku mau tenang dulu deh..., apa nanti malam aku jalan jalan aja ya."Ucap Dae hwa.


"Iya deh..., aku mau tidur bentar ah."Langsung memejamkan matanya sebentar.


Malam pun tiba.Dan Dae hwa langsung terbangun."Astaga..., ini sudah jam berapa ya."Mengambil ponselnya dan melihat jam.


"Subhanallah...., sudah jam 8.Sepanjang itu aku tidur.Eh..., kenapa aku ucap subhanallah, kan aku ga Islam.Sudahlah..., aku mau mandi dulu dan mau jalan jalan mencari angin."Langsung mandi dengan cepat.


Selesai mandi.Dae hwa langsung berpakaian rapi dan tidak memakai jaket tebal."Tidak usah pakai jaket tebal deh.Lagi pengen pakai pakaian ini saja.Yaudah deh."Langsung keluar dan berjalan jalan.


Dae hwa pun berjalan jalan dan melihat bintang bintang yang begitu indah."Wah..., bintang malam ini cantik banget ya.Persis seperti ibu dan ayah.Cantik dan tampan."Ucap Dae hwa memandangi langit malam yang begitu indah.


"Itu ada bangku taman..., aku duduk disitu dulu deh."Ucapnya langsung duduk setelah berjalan jalan sebentar.


"Entah kenapa..., setiap melihat bintang dan bulan.Bawaannya kebayang ibu dan ayah.Apa ibu dan ayah baik baik saja disana.Dae hwa sangat rindu dengan kalian berdua.Smoga kalian baik baik saja disana dan jangan rindu denganku."Ucap Dae hwa berbicara dengan dirinya sendiri dan matanya berkaca kaca.


"Astaga..., cuma ini saja kenapa aku mau menangis sih.Dasar cengeng."Ucapnya mengusap air matanya yang sudah jatuh setetes.


Tiba tiba ada yang memberinya tisu.Dae hwa pun langsung menoleh kearah orang tersebut.Betapa terkejutnya dae hwa, ternyata pria yang memberikannya tisu ialah Jung woo.


"Eh..., pak Jung woo.Kenapa bapak disini?."Tanya Dae hwa mengusap air matanya, agar tidak ketahuan oleh Jung woo.


"Hapuslah air mata mu dengan tisu ini dan jangan dengan tanganmu.Tangan mu akan basah nanti."Jawab Jung woo menyogokkan tisu kepadanya.


"Terima kasih banyak pak..., bapak bisa duduk disini."Ucap Dae hwa langsung mengambil tisu tersebut dan bergeser, agar Jung woo bisa duduk.


"Apa bapak jalan jalan malam juga?."Tanya Dae hwa sambil mengusap air matanya dengan tisu dari Jung woo.


"Iya..., aku bosan di rumahku.Pengen jalan malam dan melihat bintang."Jawab Jung woo meletakkan tangannya di saku jaketnya karena dingin.


"Apa kau juga sama dengan saya?."Tanya balik Jung woo.


"Hehehe..., iya pak.Saya juga bosan di rumah dan saya duduk sebentar disini deh."Jawab Dae hwa tersenyum lepas.


"Hahah..., saya merindukan kedua orang tua saya pak.Setiap saya melihat bintang dan bulan..., saya selalu membayangkan kalau bulan itu ayah dan bintang itu ibu.Jadinya saya sangat rindu dengan mereka dan itu membuat saya menangis sedikit."Jawab Dae hwa dengan jelas dan rinci.


"Saya juga sama denganmu...., setiap saya melihat langit.Saya sangat rindu dengan ibu saya...., dia pasti sangat bahagia disana."Ucap Jung woo menatap langit malam.


"Nasib kita sama ya pak.Bedanya pak Jung woo masih mempunyai ayah dan saya tidak punya siapa siapa, selain sahabat dan rekan kerja.Dan langit ini adalah tempat yang paling bahagia bagi saya."Ucapnya ikut menatap langit dan bintang.


"Kenapa kau memakai pakaian pendek begini.Malam ini sangat dingin..., bisa bisa kau kedinginan nanti.Pakailah jaket ku dulu."Ucap Jung woo melepas jaketnya dan meletakkannya ke badan Dae hwa.


"Eh..., terima kasih banyak pak.Nanti pak Jung woo kedinginan.Apa tidak apa apa pak?."Tanya Dae hwa jadi tidak enakan kepada Jung woo.


"Sudahlah..., kau harus peduli dengan dirimu sendiri.Jangan pikirkan aku..., aku sudah memakai pakaian dalam lagi dan tidak akan dingin."Jawab Jung woo melipat kedua tangannya.


"Omong omong..., sahabat pak Jung woo itu, sangat lucu ya pak.Dia terus saja menganggu saya."Ucap Dae hwa tersenyum tipis.


"Dia memang begitu dari dulu dan dia sangat buaya.Kau harus hati hati dengannya."Ucap Jung woo.


"Hahaha..., pak Jung woo ada ada saja.Saya akan hati hati dengan sahabat bapak itu."Ucap Dae hwa tertawa dan menutup mulutnya.


"Apa pak Jung woo sudah makan?."Tanya Dae hwa menatapnya.


"Aku sudah makan tadi dirumah, bersama ayah dan Chan woo."Jawab Jung woo terus memandang langit.


"Soal kejadian kemarin..., aku sangat minta maaf.Itu karena aku tidak bisa mengatur emosiku.Aku minta maaf."Ucap Jung woo meminta maaf kepada Dae hwa.


"Saya sudah memaafkan pak Jung woo kok dari lama.Jadi pak Jung woo tidak usah merasa bersalah."Jawab Dae hwa bahagia.


"Ada yang mau aku tanyakan dengan mu asisten Dae hwa."Ucap Jung woo menundukkan kepalanya.


"Menanyakan apa pak..., katakan saja."Ucap Dae hwa menatapnya.


"Sebenarnya.....


Tiba tiba ponselnya Dae hwa berdering."Eh..., tunggu ya pak.Saya mau menjawab telepon dulu.Sebentar aja kok pak."Ucap Dae hwa langsung mengambil ponselnya.


"Silahkan."Jawabnya.


Dae hwa pun langsung sedikit menjauh dan langsung mengangkat teleponnya."Ada apa?."Tanya Dae hwa.


"Kau dimana?."Tanya yang tidak lain lagi ialah Eun ji.


"Aku lagi ada diluar..., ada apa emangnya?."Tanya Dae hwa.


"Aku dan Hana sudah ada dirumah mu.Ada yang mau kami katakan padamu.Mending kau cepat pulang deh, karena ini masalah serius."Jawab Eun ji.


"Baiklah...., aku pulang sekarang.Dah."Langsung mematikan ponselnya.


Menghampiri Jung woo lagi."Maaf banget pak.Saya dapat telepon dari sahabat saya, katanya mereka sudah ada didepan rumah saya dan ada urusan mendadak.Lain kali kiya bicarakan ya pak..., saya permisi dulu dan ini jaket bapak."Ucap Dae hwa membungkukkan badannya dan menyerahkan jaket Jung woo.


"Bawalah jaket itu dulu..., nanti kau kedinginan dan hati hatilah."Jawab Jung woo.


"Terima kasih banyak pak..., saya duluan."Langsung meninggalkan Jung woo dan membawa jaketnya.


"Kenapa..., kenapa aku tidak bisa menanyakan hal harusnya aku lakukan.Dasar Jung woo."Mengacak acak rambutnya sendiri.


Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari samping dan ternyata ia.....