
Disisi lain. Ternyata Jung woo belum tidur, dan hanya menutup kedua matanya saja." Apa benar yang di katakan Dae hwa. Dia rela menolak pertemuannya dengan Felix, karena dia tidak mau membuat kesalah pahaman lagi. Aku benar benar gila dengannya." Ucap batin Jung woo langsung memeluk pinggang Dae hwa kembali.
"Eh, mengejutkan saja sih." Ucap Dae hwa kembali mengelus rambut Jung woo.
"Mending aku main game aja deh. Bosan soalnya." Ucap Dae hwa langsung bermain game Mobile Legends dengan teman onlinenya.
"Wah, ada teman online cowok nih. Kita lihat saja kemampuannya sampai mana. Aku pasti akan menang." Ucap Dae hwa langsung duel dengan teman cowok, dan teman cewek online.
"Dae hwa main game dengan seorang pria lewat online. Tidak akan ku biarkan. Karena banyak zaman sekarang, yang menemukan jodohnya lewat game. Tidak akan aku biarkan, karena Dae hwa harus menjadi milikku." Ucap batin Jung woo cemburu.
"Ehm, sayang. Sayang." Panggil Jung woo sambil menutup kedua matanya, dan berpura pura mengigo.
Sontak Dae hwa langsung menatapnya." Eh, apa pak Jung woo mengigo. Sudahlah, di elus nanti ga mengigo lagi itu." Ucap Dae hwa mengelus rambut Jung woo dengan tangan kirinya, dan kanannya fokus bermain game.
Jung woo mengintip Dae hwa." Dia gak peka banget sih. Aku harus melakukan apa ini." Ucap batin Jung woo jadi bingung, dengan Dae hwa yang tidak pekaan.
"Ahah, apa aku pura pura bermimpi buruk saja ya. Dengan begitu, aku pura pura kaget dan terbangun. Setelah itu Dae hwa langsung memelukku." Ucap batin Jung woo mempunyai rencana, dan ia kembali menutup kedua matanya.
"Mati kau, mati. Hahahahah, aku menang." Bahagia Dae hwa karena ia menang bermain game.
"Ya, kamu menang. Aku kira kamu lemah, tenyata kamu jago juga memainkannya." Ucap teman ML ya.
"Tentu saja dong. Aku ini kan sudah pro. Hahahah." Jawab Dae hwa tertawa bahagia.
"Apa mau bermain lagi?." Tanya teman wanitanya di ML.
"Kamu jangan pergi. Kamu jangan meninggalkanku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu." Ucap Jung woo berpura pura mengigo, agar mendapatkan perhatian dari Dae hwa.
"Eh, tunggu ya teman teman. Nanti kita sambung lagi, ada hal penting yang harus aku selesaikan." Ucap Dae hwa langsung mematikan gamenya, dan kembali meletakkan ponselnya di meja.
"Sayang, kamu kenapa?." Tanya Dae hwa, menyadarkan Jung woo yang mengigo.
"Ini saatnya." Ucap batin Jung woo.
"Tidak!." Teriak Jung woo dan langsung memasang wajah takut.
Sontak Dae hwa kaget." Eh, kamu kenapa. Apa kamu mimpi buruk?." Tanya Dae hwa langsung kepadanya.
"Aku bermimpi kalau kamu tidak lagi mencintai aku. Dan meninggalkan aku. Aku sedih deh." Jawab Jung woo langsung memeluknya.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu kok sayang. Aku disini saja, dan aku akan tetap bersama kamu." Ucap Dae hwa mengelus punggung Jung woo dengan lembut.
"Berhasil juga rencanaku. Untuk membuat Dae hwa peka kepadaku. Aku harus menghapus game yang ada di ponselnya." Ucap Jung woo langsung mengambil ponsel Dae hwa, dan menghapus game ML yang ada di ponsel Dae hwa, saat Dae hwa membelakangi ponselnya.
"Kamu jangan Khawatir yang sayang. Aku ada disini untuk kamu." Ucap Dae hwa kembali, tidak menyadarinya.
Jung woo selesai menghapus game tersebut, dan fokus memeluk Dae hwa kembali." Kamu janji kan. Tidak akan meninggalkanku." Ucap Jung woo dengan manja.
"Aku,