
"Saya tidak akan pergi kok pak Jung woo. Kenapa pak Jung woo menangis?." Tanyanya sambil mengelus punggung Jung woo.
"Aku menangis karena bermimpi buruk tentang mu. Kau meninggalkanku, dan aku tidak bisa mengejar mu. Sebab itu, aku menangis, karena takut kehilangan mu lagi." Jawab Jung woo masih terus memeluknya.
"Aku tidak akan meninggalkan pak Jung woo lagi kok. Jadi, pak Jung woo tidak perlu takut." Ucap Jung woo langsung memegang pipi Jung woo dengan kedua tangannya.
"Bapak mengerti kan?." Tanyanya menatap kedua mata Jung woo.
Dan Jung woo langsung mengangguk, sebagai tanda mengerti." Kalau boleh tahu, kenapa kamu kembali kemari. Kamu pasti lelah di Perusahaan tadi kan. Kenapa memaksakan diri mu?." Tanya Jung woo menyender di bahu Dae hwa.
"Saya takut pak Jung woo sendirian. Dan ternyata memang benar, pak Jung woo sendirian. Sebab itu, saya mau menemani pak Jung woo disini.Karena, semua ini juga salah saya." Jawabnya sambil merapikan rambut Jung woo.
"Terima kasih banyak, tapi kamu harus ingat dengan diri kamu sendiri. Oh ya, ada yang mau aku katakan pada mu." Ucap Jung woo langsung serius kembali dan menatapnya dengan tatapan cinta.
"Apa yang mau pak Jung woo katakan. Katakanlah." Penasaran Dae hwa kepadanya.
"Apa kamu mau menjadi pacarku?." Tanya Jung woo menembaknya.
"Aku benar benar mencintai mu sejak kita bertemu. Dan aku tidak bisa menyampaikan perasaanku sendiri kepada mu. Karena aku malu dengan diriku sendiri, yang belum siap untuk melamar mu. Tapi, mulai detik ini, aku sudah tidak takut lagi dan sudah benar benar mencintai mu. Apa kamu bersedia berpacaran denganku?." Tanya Jung woo kepadanya dan menjelaskannya secara detail.
"Tentu saja aku mau. Hahahah." Langsung menerimanya dan memeluk Jung woo.
Merekapun langsung bahagia di malam itu. Keesokan paginya, dimana Dae hwa tertidur didalam pelukan Jung woo." Ehm, sudah pagi ya." Langsung membuka matanya dengan perlahan lahan, dan menatap wajah Jung woo yang ada di sampingnya.
"Eh, aku ketiduran kemarin malam, di samping pak Jung woo. Kasihan dia." Langsung turun dari ranjang istirahat Jung woo.
Saat Dae hwa mau turun dari ranjang Jung woo. Tiba tiba saja, Jung woo langsung menariknya agar tidak menjauh darinya." Jangan pergi, aku mau kamu selalu ada di sampingku." Ucap Jung woo langsung menariknya kembali.
"Aduh pak Jung woo, saya juga tidak akan meninggalkan anda. Saya mau mencuci wajah dulu." Ucap Dae hwa langsung tersenyum kepada Jung woo.
"Baiklah, tapi jangan meninggalkan aku ya." Ucapnya dengan manja.
"Iya pak Jung woo tampan." Mengelus rambut Jung woo dan langsung ke kamar mandi untuk membilas wajahnya.
Selesai membilas wajahnya, Dae hwa duduk di samping Jung woo." Pak Jung woo mau sarapan apa. Biar saya belikan?." Tanya Dae hwa menatapnya.
"Aku mau bubur aja deh, seperti biasanya." Jawabnya juga menatap kedua mata Dae hwa.
"Jangan menatap saya dengan tatapan itu. Saya jadi takut." Ucapnya sambil mencubit pipi Jung woo.
"Auh, aku kan juga begini, karena mencintai kamu." Jawabannya sambil memegang pipi bekas cubitan Dae hwa.
"Kalau begitu, saya beli bubur sebentar. Dan pak Jung woo jangan bergerak dulu, sebelum saya datang. Saya pergi dulu." Melambaikan tangannya dan langsung keluar ruang istirahat Jung woo.
"Iya sayang." Jawabnya menurut kepada Dae hwa.
Diluar, saat Dae hwa mau membeli bubur ayam. Ia bertemu Chan woo yang mau masuk kedalam ruang istirahat Jung woo." Eh, Chan woo. Kau mau masuk kan?." Tanya Dae hwa tersenyum.
"Iya nih Dae hwa. Kau mau kemana?." Jawabnya sekaligus bertanya.
Chan woo pun ikut tersenyum dan langsung masuk ke ruang istirahat Jung woo." Halo sahabatku." Sapanya dan duduk di samping Jung woo.
"Aku kira Dae hwa tadi." Ucap Jung woo memikirkannya.
"Kau sudah mencintai Dae hwa kan. Bagaimana dengan hubungan kalian sekarang?." Tanya Chan woo langsung menanyakan soal itu.
"Kami sudah berpacaran." Jawab Jung woo langsung jujur.
"Apa!, aku tidak salah dengar kan. Kau dan Dae hwa sudah berpacaran. Benarkah, aku masih tidak percaya ini. Karena sahabatku Jung woo, yang seumur hidupnya tidak pernah jatuh cinta, malah jatuh cinta dengan asistennya sendiri. Sungguh mengagumkan." Kagum Chan woo kembali bertanya kembali.
"Ya benar dong. Masa aku harus menipu mu. Kalau kau tidak percaya, kau bisa bertanya kepada Dae hwa nya langsung." Ucap Jung woo sambil melipat kedua tangannya.
"Baiklah, aku percaya kok dengan sahabatku ini. Selamat ya sahabatku." Langsung berjabat tangan dengan Jung woo dengan wajah yang bahagia.
"Sama sama. Dan semoga, kau juga bertemu dengan jodoh mu ya." Jawab Jung woo mengejeknya.
"Mentang mentang sudah ada pacar, langsung mengejekku ya. Awas saja, kalau aku punya pacar. Aku akan langsung menunjukkannya kepada mu." Kesal Chan woo kepadanya.
"Aku akan menunggu waktu itu, sampai akhir hayatku. Kalau kau memang mempunyai pacar." Ucap Jung woo menaikkan alisnya.
"Okey, siapa takut. Aku akan mempunyai pacar, dan aku juga sedang jatuh cinta dengan seseorang." Jawabnya.
"Sudahlah, jangan bertengkar karena hal ini saja. Dasar bocah." Ucap Jung woo tidak mau membesarkan masalah.
"Benar juga yang kau katakan sahabatku. Jangan sampai, tali persahabatan kita putus, karena suatu masalah." Jawab Chan woo menurut dengan perkataan Jung woo.
Tiba tiba ada yang masuk ke ruang istirahat Jung woo, dan ia adalah Dae hwa yang membawa 3 bubur." Aku sudah membeli buburnya." Langsung masuk dan menunjukkannya kepada Jung woo.
"Kenapa banyak sekali?." Tanya Jung woo langsung duduk.
"Satunya untuk pak Jung woo, satunya untuk Chan woo, dan satunya lagi untuk saya." Jawabnya dengan jelas.
"Kenapa kau membelikan si Chan woo itu. Biar dia makan sendiri?." Tanya Jung woo dengan nada kesal.
"Gak boleh begitu pak Jung woo. Gitu gitu, Chan woo baik kepada saya. Yakan Chan woo." Tersenyum kepada Chan woo sambil menaikkan alisnya.
"Benar banget itu Dae hwa. Jangan dengarkan pria itu. Mending kita makan saja yuk." Jawab Chan woo bahagia, karena ia di bela oleh Dae hwa.
"Kalau begitu, ini punya kamu Chan woo." Langsung memberikan bubur tersebut kepada Chan woo.
"Terima kasih." Mengambil bubur tersebut dan duduk di sofa.
"Dan, saya akan menyuapi pak Jung woo. Pak Jung woo, mau makan sendiri atau mau disuapin?." Tanyanya kepada Jung woo.
"Saya mau,