Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 8: Pertemuan Ke-Empat



"Sudahlah...., yang lalu biarlah berlalu."Ucap Dae hwa.


"Mana boleh dibiarkan begitu saja...., dia harus di beri pelajaran, enak saja begitu."Kesal Eun ji meminum bir ya dengan kesal.


"Benar kata Dae hwa, biarkan saja, lagian Dae hwa sudah melupakannya dan untukmu Dae hwa, lupakan saja pak ceo, karena kelihatannya juga pak ceo bukan orang yang baik."Ucap Hana menasehatinya.


Dae hwa mengangguk."Baiklah...., sekarang kita habiskan malam ini dengan bersenang senang dan jangan pikirkan yang aneh aneh apalagi tentang pria, okey...."Ucapnya.


"Oke...."Teriak Hana dan Eun ji kembali bersenang senang.


"Cirsss...."Merekapun bertosan minum bir.


Setelah itu, Eun ji dan hana menginap di rumah Dae hwa dalam keadaan tidur nyenyak akibat efek bir tersebut dan mereka tidur bertiga di kamar Dae hwa bersamaan.Seperti itulah kisah malam bahagia mereka.


Keesokan harinya di perusahaan.Eun ji, Hana dan Dae hwa yang sudah sampai di perusahaan.Eun ji dan Hana yang tidak sempat pulang kembali untuk mengganti pakaian.Merekapun memakai pakaian Dae hwa karena kebetulan pas di badan mereka berdua.


"Fyuhh...., ternyata pakaian mu muat juga denganku."Ucap Hana melihat baju yang di kenakan nya.


"Betul tuh..., jarang jarang baju Dae hwa cocok di kita."Ucap Eun ji juga tersenyum.


"Iya dong...., gue gitu lho, kebetulan aku menyimpan pakaian khusus buat kalian, mana tau suatu hari kalian menginap di rumahku dan tidak ada pakaian, jadinya aku membelinya seukuran kalian dan kebetulan ternyata kalian menginap jadi kepakai juga deh pakaian kerjanya."Jawab jelas Dae hwa sambil membalikkan bola matanya sebagai tanda sombong.


"Ya...ya, sudahlah, terima kasih banyak Dae hwa sayang....kalau begitu aku kembali ke meja ku dulu karena masih ada berkas yang harus di selesaikan.Dah...."Ucap Eun ji melambaikan tangannya lalu pergi kembali bekerja.


"Aku juga duluan ya, karena masih ada berkas yang harus di selesaikan juga."Ucap Hana juga.


"Oke bestie...., dah..."Ucap Dae hwa tersenyum juga ikut melambaikan tangannya.


Dae hwa pun langsung kembali ke mejanya untuk bekerja seperti biasa dan beberapa menit pun berlalu.Tiba tiba pak rangga datang menghampiri Dae hwa.


"Dae hwa..."Panggil pak Rangga.


Reflek menoleh."Eh pak manager, ada yang bisa dibantu pak?."Tanya Dae hwa menatapnya.


"Ini berkas yang harus di siapkan dan siang nanti kita akan rapat dengan perusahaan baru dan antarkan berkas ya nanti ke meja saya dan kita akan langsung pergi ke rapat tersebut."Jawab pak Rangga meletakkan berkas tersebut di atas meja Dae hwa.


"Baik pak...., terima kasih banyak sudah mengantarkannya."Menunduk.


Pak Rangga pun langsung pergi meninggalkan Dae hwa."Astaga...., aku harus cepat cepat menyiapkan berkas ini,agar nanti siang bisa rapat lagi.Karena sudah lama aku tidak ikut rapat, mungkin karena aku hanya karyawan biasa dan tak pernah naik jabatan."Memegang dahinya.


"Kali ini adalah kesempatanku, mana tau aku bisa naik jabatan karena rapat hari ini.Oke..., aku harus bekerja keras."Mengepalkan tangannya sudah bertekad.


Dae hwa pun fokus mengerjakan berkas yang harus diselesaikannya.


Siang pun tiba, dimana Dae hwa akan melaksanakan rapat dan kebetulan berkas yang disuruh kerjakan, akhirnya siap juga berkat kepintaran Dae hwa.


"Fyuh..., siap juga nih berkas."Lalu melihat jam.


"Kebetulan ini juga sudah waktunya rapat..., aku harus mengantarkannya ke meja pak manager."Berdiri Dae hwa lalu merapikan berkas yang akan dibawa.


Sesampai meja pak Rangga."Permisi pak..., saya mau mengantarkan berkas yang bapak minta."Ucap Dae hwa sambil memegang berkas tersebut.


"Eh... Dae hwa, kebetulan ini juga sudah waktunya rapat mari kita pergi bersama sama."Ucap pak Rangga langsung berdiri dan mengambil berkas berkas penting untuk rapat.


Merekapun pergi ke perusahaan tempat rapat mereka hari ini.


Diperjalanan."Omong omong pak, kalau boleh tau, kita akan rapat dimana ya pak?."Tanya Dae hwa.


"OOO...., oh ada 1 lagi pak.Kemana pak ceo?."Tanya Dae hwa kembali.


"Pak Felix sedang ada urusan dengan perusahaan lainnya jadi rapat ini di serahkan pada saya."Jawabnya.


"Baik pak."Ucap Dae hwa mengangguk.


Sesampai di perusahaan Home dan merekapun turun dari mobilnya."Wah.... perusahaan yang sangat besar ya pak."Ucap Dae hwa kagum dengan kebesaran perusahaan tersebut.


"Yaps..., memang besar, jangan kagum dulu,kita masih ada urusan di tempat ini."Ucap pak Rangga masuk dan Dae hwa mengikutinya.


Didalam perusahaan dan mereka di sapa oleh pegawai pegawai perusahaan tersebut.Sesampai ruang rapat."Maaf membuat kalian menunggu lama."Ucap pak Rangga menunduk dan Dae hwa ikut menunduk juga.


Merekapun duduk."Tidak apa apa pak Rangga, pemilik perusahaan ini belum datang,jadi kita bisa menunggunya sebentar."Ucap pegawai di perusahaan tersebut yang juga mewakili bosnya yang masih ada kerjaan sebentar.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pemilik perusahaan Home datang juga.


"Maaf membuat kalian menunggu lama."Ucap yang tidak lain lagi ialah Jung woo, pria yang sering di jumpai Dae hwa.


Terkejut batin."Astaga Mak....., ternyata dia pemilik perusahaan ini, mati aku...."Ucap batin Dae hwa panik.


"Si gila kebersihan ini, pemilik perusahaan home terbesar di kota ini.Bisa bisa aku di pecat lagi sama pak manager gara gara menyinggungnya."Mengerutkan alisnya panik.


Reflek melihat ke arah wajah Dae hwa dan langsung duduk dan buang muka."Mari kita mulai rapatnya sekarang."Ucapnya.


"Perkenalkan nama saya Dae hwa...., saya di bagian karyawan di bidang pengelolahan."Ucap Dae hwa memperkenalkan dirinya.


"Duduk."Perintah Jung woo.


Dae hwa pun reflek duduk kembali ke kursinya.1 jam pun berlalu dimana rapat telah usai dan pak rangga beserta karyawan lainnya akan pulang, jadi mereka mau pulang bareng.


Dimeja Dae hwa yang sudah kembali dari rapat tersebut dan mengingat kembali masa tadi dia, dia bertemu dengan si gila kebersihan yaitu Jung woo.


Sebelumnya.


Setelah siap mengerjakan rapatnya, Dae hwa pun menuju mobil untuk kembali ke perusahaannya,tapi di hentikan oleh jung woo.


"Eh...pak Jung woo..., ada yang bisa saya bantu pak."Ucap pak Rangga membungkuk badan sebagai tanda hormat.


"Salam...."Ucap Dae hwa juga.


"Saya mau bertanya pak Rangga..., apa wanita yang bernama Dae hwa ini bekerja di perusahaan mu?."Tanya Jung woo untuk memastikannya.


"Benar pak...."Jawab pak Rangga tersenyum.


"Tolong ajarin dia tentang sopan santun."Ucap Jung woo melipat tangannya.


"Saya permisi."Ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah Jung woo pergi."Apa yang kau lakukan kepada pak Jung woo.Apa kau sudah menyinggungnya?."Tanya kesal pak Rangga.


Gugup."Tidak pak....., saya hanya menyebutnya dengan si gila kebersihan saja."Jawab Dae hwa menunduk takut.


Memegang dahinya."Astaga Dae hwa!!...., pak Jung woo adalah perusahaan yang sangat membantu perusahaan kita, jadi kau harus meminta maaf kepadanya, agar perusahaan kita bisa bekerja sama dengannya dan berjalan lancar."Ucap pak Rangga menjelaskannya kepada Dae hwa.


"Baik pak...,saya akan melakukannya sebaik mungkin."Jawab Dae hwa mengangguk.