Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
episode 15



Setelah Jung woo pergi.Dae hwa pun terbangun."Huamm...., apa ini sudah pagi."Bangun Dae hwa sambil membuka sedikit demi sedikit matanya yang lengket.


Melihat jam di ponselnya."Astaga.ini sudah jam 08.00.Berarti dari tadi aku tidur dong.Astaga Dae hwa."Langsung terbangun begitu melihat jam yang sudah pagi dan langsung memegang dahinya pusing.


"Aku harus cepat cepat membereskan berkas berkas ini.Nanti datang pak Jung woo, bisa gawat semua."Ucapnya panik langsung mengerjakan berkasnya.


Tiba tiba ponselnya berdering."Omma...omma...ga."Nada dering ponsel Dae hwa.


"Siapa yang menghubungiku."Mengambil ponselnya lalu mengeceknya.


"Eh.Nomor siapa ini."Mengangkat ponselnya.


"Halo... dengan Dae hwa.Ada yang bisa kami bantu."Ucap Dae hwa.


"Asisten Dae hwa.Saya Jung woo...., datang ke ruangan saya sekarang.Ada yang mau saya katakan padamu."Ucap Jung woo.


"Baik pak."Jawab Dae hwa.


Jung woo pun langsung mematikan ponselnya."Ohhh...., ternyata ini nomor pak Jung woo kemarin yang dia minta.Aku lupa mengesave nomor ya.Sebentar....ada nama yang cocok untuk kontaknya."Ucap Dae hwa memberikan nama kontak khusus untuk Jung woo.


Dan ternyata nama yang di beri Dae hwa untuk nama kontak Jung woo ialah si gila kebersihan."Nah...., gini kan bagus di lihat namanya.Sekarang aku harus ke ruangannya."Berdiri Dae hwa lalu merapikan berkas berkasnya agar tidak berantakan.


Sesampai ruangan Jung woo."Permisi pak.Saya masuk."Ucap Dae hwa sambil merapikan kembali kacamatanya.


Didalam ruangan Jung woo."Apa yang mau bapak katakan pada saya pak?."Tanya Dae hwa.


"Kenapa anda tidur di ruang kerja.Seharusnya jika kau mengantuk, tidurlah di rumahmu.Jangan tidur di perusahaan.Mengerti."Jawab Jung woo sambil melipat tangannya.


Kaget."Eh...., kenapa pak Jung woo bisa tau kalau saya tidur di ruangan saya.Apa pak Jung woo datang mengendap endap dan melihat saya.Itu juga termasuk mesum tau pak."Ucap Dae hwa melancang.


Menutupi mulutnya dan tiba tiba pipinya memerah."Maksud saya bukan seperti.Sudahlah.Sekarang ada yang mau saya katakan selain itu."Ucap Jung woo kembali fokus dan pipi ya yang masih memerah belum menghilang.


"Jiakh...., pipinya pak Jung woo memerah.Kenapa ya."Ucap batin Dae hwa menatapnya.


"Nanti ada karyawan baru yang masuk di perusahaan kita ini.Karena kau adalah asisten pribadi saya, jadi bantulah dia dengan memperkenalkan isi perusahaan ini."Ucap Jung woo ke titik serius.


"Kan saya juga baru bekerja disini pak.Kenapa tidak menyuruh yang sudah berpengalaman saja seperti Nam ji atau karyawan lainnya pak?."Tanya Dae hwa karena dia juga baru beberapa hari bekerja dan belum tau tentang apapun.


"Saya tidak mau merepotkan yang lain karena kau adalah asisten saya.Laksanakan perintah saya.Mengerti...."Tegas Jung woo menatapnya.


"Eh....baik pak.baik."Menunduk Dae hwa.


"Omong omong pak.Karyawan barunya perempuan atau laki laki pak?."Tanya Dae hwa.


"Karyawan barunya ialah laki laki dan di tempatkan ke bidang pemasaran teknologi.Jadi dia yang akan membantu memasarkan barang barang teknologi jadi perkenalkan tentang barang barang teknologi kita dan dia akan datang siang nanti jam 14.00 siang."Jawab Jung woo menjelaskannya dengan detail.


"Baik pak.Saya akan melakukan yang terbaik untuk bapak.Kalau begitu saya permisi dulu pak."Ucap Dae hwa membawa berkas tersebut lalu keluar dari ruangan Jung woo dan bergegas ke ruangannya.


Diruangan Dae hwa."Baru beberapa hari bekerja.Sudah harus melayani karyawan baru,kan aku karyawan baru juga di sini.Kenapa tidak menyuruh yang lain saja.Dasar gila kebersihan."Kesal Dae hwa meletakkan berkas yang di atas mejanya.


"Aku harus membaca berkas berkas ini.Sebelum karyawan baru itu datang."Langsung duduk dan memulai bacaan berkas tersebut yang terdiri dari 1 buku tebal yang harus di hafal.


"Mana banyak banget lagi struktur perusahaan ini.Cape deh."Memegang dahinya pusing kepala barbie.


"Dan belum lagi dia akan datang siang nanti.Aku harus benar benar serius untuk menghafal ini agar aku tidak di cap jelek oleh karyawan baru itu.Ku harap kami bisa berteman baik."Ucapnya langsung fokus menghafal berkas berkas tersebut.


Siang pun tiba.Dae hwa yang sudah terkapar lelah karena menghafal berkas berkas tersebut."Ya tuhan...., kenapa banyak banget ya.Kalau di hafal."Lelah Dae hwa menghafalnya.


"Tapi aku udah hafal kok.Ga sia sia aku menghafalnya dari tadi dan ini sudah waktunya anak baru itu akan datang.Aku harus menyambutnya di depan perusahaan."Berdiri Dae hwa dan bergegas turun untuk menyambut karyawan tersebut.


Dibawah.Dae hwa yang sudah menunggu anak baru tersebut datang dan dia mondar mandir menunggu.Tiba tiba Nam ji datang.


"Siang Dae hwa...."Sapa Nam ji tersenyum.


"Eh.Nam ji.Siang juga."Jawab Dae hwa ikut tersenyum.


"Omong omong, kenapa kau mondar mandir disini dan tumben banget disini?."Tanya Nam ji.


"Aku sedang menunggu karyawan baru katanya karyawan tersebut akan datang hari ini dan aku di tugaskan untuk menyambutnya oleh pak Jung woo."Jawab Dae tersenyum.


"Ouh...pak ceo yang menyuruhnya."Ucap Nam ji mengelus lehernya.


"Oh ya Nam ji.Kenapa kalian memanggil pak ceo dan kenapa tidak memanggilnya dengan pak Jung woo saja.Kan lebih enak di dengar?."Tanya bingung Dae hwa.


"Aku juga heran kenapa kau memanggilnya pak Jung woo.Karena hanya kau yang memanggilnya dengan sebutan pak Jung woo di perusahaan ini dan karyawan biasa.Karena mau pernah memanggil ya seperti itu dan kami malah di marahi olehnya dan baru ini kau memanggilnya dengan sebutan itu dan pak ceo tidak marah.Aku salut denganmu.Omong omong apa sarannya biar di terima panggil oleh pak ceo."Jawab Nam ji sekaligus bertanya.


Memikirkannya."Tidak ada saran sih dan saya hanya lebih suka memanggilnya seperti itu saja dan saya lebih rumit memanggilnya dengan sebutan pak ceo.Karena jika saya memanggil pak ceo...., saya jadi teringat dengan perusahaan lama saya yang membuat saya sakit hati."Jawab Dae hwa.


"Apa perusahaan lama mu membuatmu begitu menyakitkan?."Tanya Nam ji menyelidikinya.


"Hahahh...., itu masalah pribadi.Lain waktu akan saya katakan, jika saya sudah siap."Jawab Dae hwa tersenyum.


"Baiklah...., kalau begitu aku pergi duluan.Semangat untuk menunggu karyawan baru dan jika karyawan itu tampan.Katakan segera padaku."Berbisik Nam ji kepadanya.


"Hahahah...., aman kok.Kebetulan karyawan ini ialah laki laki.Aku akan langsung memberitahukannya padamu."Mengedipkan matanya dan tersenyum.


"Oke..., kalau begitu aku pergi dulu.Dah...."Melambaikan tangannya lalu pergi.