Love A Handsome Ceo

Love A Handsome Ceo
Episode 102: Pantai



"Kamu mau melakukan apa sayang, sampai kamu menjatuhkanku ke tempat tidur. Apa kamu sudah tidak sabar untuk mempunyai anak dariku?." Menggoda Dae hwa, dan langsung memegang perut Dae hwa.


"Ih, Jung woo mes*m. "Ucap Dae hwa menutup wajahnya, dengan pipinya yang memerah.


Jung woo pun langsung kembali disampingnya, dan tertawa pulas. "Hahahah, kamu lucu banget sayang, kalau sedang salting. Benar benar menggemaskan." Ucap Jung woo tertawa puas.


Dae hwa langsung menatapnya. "Kamu, menyebalkan. Apa begini sudah tidak lucu lagi." Ucap Dae hwa duduk, dan menggodanya dengan membuka sedikit pakaiannya.


Sontak Jung woo langsung melihatnya, dan matanya langsung melotot, plus kaget. "Kamu mencoba menggodaku. Aku akan memakanmu, arghh." Ucap Jung woo langsung menerkam Dae hwa dan mencium leher Dae hwa.


Tiba tiba saja ponsel Jung woo berdering. "Itu telepon kamu berbunyi. Cepat angkat, siapa tahu penting." Ucap Dae hwa.


"Paling masalah kantor, aku mau fokus ke kamu saja." Jawab Jung woo kembali mencium lehernya.


"Kamu, angkat itu. Nanti ada yang penting, baru tahu rasa kamu." Ucap Dae hwa tegas, langsung mendorongnya.


"Baiklah sayang, aku akan mengangkatnya nih." Langsung mengambil ponselnya, dan mengangkatnya.


"Ehm." Ucapnya.


"Jung woo, aku mau mengabarimu, kalau besok malam aku akan tiba. Oh ya, ayah di rawat di rumah, atau di rumah sakit. Biar aku langsung ke lokasi, untuk menjenguk ayah?." Tanya yang tidak lain lagi ialah Chan woo.


"Ouh, kau ternyata Chan woo. Untuk lokasinya, kau datang dulu ke tempat yang aku kirimkan ini ya. Jangan banyak alasan dan ikuti saja yang ku katakan. Kau paham." Jawab Jung woo, langsung mengirimkan lokasi tersebut kepada Chan woo.


Chan woo pun melihatnya. "Hah, di pantai. Apa maksud mu ini, apa ayah di rawat di pantai. Jangan gila deh kau. Yang benar saja dong." Tegas Chan woo.


"Sudahlah, kau datang saja kesana. Atau aku akan mengadukan pada ayah, kalau kau menyakitiku. Dan ayah akan sakit lagi, bagaimana." Menaikkan alisnya.


"Iya, iya. Aku akan datang ke pantai besok malam. Banyak mulut banget sih. Kalau begitu, sudah dulu. Bay." Langsung mematikan ponselnya, dengan kesal.


"Apa kata Chan woo sayang?." Tanya Dae hwa langsung memeluknya dari belakang.


"Besok malam dia akan sampai, dan dia menanyakan dimana ayah di rawat. Jadi aku kirimkan saja lokasi dimana Eun ji dan Chan woo akan bertemu, yaitu pantai malam. Jadi mereka akan bertemu, dan akan saling mengungkapkan perasaan mereka deh. Dan dengan begitu, rencana kita berhasil sayang." Jawab Jung woo sambil mencium pipi Dae hwa.


"Kamu memang yang paling hebat deh sayang, aku sayang kamu. "Merekapun langsung menikmati malam yang penuh dengan kehangatan dan tentunya membuat tubuh mereka panas tentunya.


Keesokan paginya, dimana Dae hwa sedang membuatkan sarapan untuk Jung woo. "La, la la la la. Kemarin malam aku melakukan hal itu lagi dengan Jung woo. Argh, dia benar benar ganas sekali. Tidak ada ampunan bagiku, sungguh mengerikan." Ucap batin Dae hwa mengerutkan keningnya, sambil memasak sarapan seperti biasanya.


Tiba tiba saja ada yang memeluknya dari belakang, dan ia adalah Jung woo, yang seperti biasanya selalu mengganggu Dae hwa yang sedang masak.


"Ehm, kamu ini, selalu saja mengganggu aku masak. Apa kamu gak lelah, terus menggangguku?." Tanya Dae hwa sambil tersenyum.


Jung woo memeluk pinggangnya, dan meletakkan kepalanya dibahu Dae hwa. "Mana mungkin aku lelah, kalau mengganggu istriku yang cantik dan seksi ini. Tentu aku akan terus menggodanya dong." Jawab Jung woo kembali menggoda Dae hwa.


"Terserah kamu deh, oh ya. Soal nanti kita mempertemukan Chan woo dan Eun ji, apa kita memiliki hal yang lainnya?." Tanya Dae hwa meletakkan sarapan tersebut, dipiring masing masing.


"Tentu saja, buat sampai mereka berciuman dengan penuh cinta. Dan merasakan apa itu cinta yang sebenarnya." Jawab Jung woo sambil bernyanyi.


Malam pun tiba, dimana Eun ji sudah bersiap siap untuk ke pantai, yang sudah di rencanakan oleh Dae hwa. Dan Dae hwa, Jung woo bersembunyi dibalik bebatuan besar, dan pohon besar, yang tidak akan dilihat oleh siapapun.


Eun ji yang masih di rumahnya, langsung menghubungi Dae hwa, yang sudah ada di lokasi tersebut, bersama Jung woo.


Ponselnya pun langsung berdering. "Eun ji menelepon sayang." Ucap Dae hwa.


"Angkat cepat." Ucap Jung woo berbisik.


Dae hwa pun langsung mengangkat teleponnya. "Halo Eun ji, ada apa?." Tanyanya.


"Kau sudah di pantai belum. Aku sudah siap siap nih?." Tanya balik Eun ji.


"Kau duluan saja cepat, nanti aku akan menyusulmu. Aku mau bersiap siap juga ini, kau duluan saja." Jawab Dae hwa.


"Baiklah, jangan lama lama lho." Ucap Eun Ju langsung mematikan ponselnya.


"Apa dia bilang sayang?." Tanya Jung woo yang ada disampingnya.


"Katanya dia sudah mau datang kemari sayang. Untung saja tadi kita sudah menyiapkan kursi pantai, biar mereka duduk bersama." Jawab Dae hwa sambil tertawa tipis.


"Benar itu sayang, kita benar benar hebat." Merekapun langsung bertosan.


Tiba tiba saja ponsel Jung woo berdering juga, dan itu adalah panggilan dari Chan woo.


"Nah, ponsel aku sudah berdering nih. Ini pasti panggilan dari Chan woo." Ucap Jung woo langsung mengambil ponselnya, dan menunjukannya.


"Yaudah, kalau begitu langsung angkat saja. Nanti dia curiga lagi, kalau kita sedang mengerjainya." Ujar Dae hwa kepada Jung woo, dan Jung woo langsung mengangkat teleponnya.


"Ehm." Ujar Jung woo ditelepon tersebut.


"Kau dimana, aku sudah mau sudah sampai. Dan aku akan langsung ke pantai ini. Apa kau sudah ada disana?." Tanyanya langsung.


"Kau belum ke lokasi, karena aku masih bersiap siap. Kau duluan saja, nanti aku akan menyusulmu." Jawab Jung woo sambil tersenyum tipis.


"Baiklah, aku akan menunggumu. Dan kau jangan menipuku, atau aku akan menarik celana dalammu itu." Ucap Chan woo langsung mematikan ponselnya.


"Bagaimana, apa kata Chan woo?." Tanya Dae hwa dengan pelan juga.


"Dia juga sudah otw ke sini,. sebentar lagi mereka akan datang. Jadi kita tunggu saja." Jawab Jung woo tersenyum manis.


"Kita sudah menyiapkan kepiting di dekat kursi mereka, dan saat kaki Eun ji digigit, nanti kan otomatis dia akan teriak dan kaget, dan akan jatuh kedalam pelukan Chan woo. Argh, itu keren banget." Ucap Dae hwa dengan bahagia.


Tiba tiba saja ada yang datang ke pantai tersebut, dan ia adalah Eun ji. Sontak Dae hwa dan Jung woo langsung menatapnya. "Eun ji sudah datang sayang." Bisik Jung woo disampingnya.