
Dalam perjalanan menuju perusahaan."Oh ya pak, kalau boleh tahu.Kenapa kucing ini tidak pernah muncul dirumah bapak kemarin?."Tanya Dae hwa menatapnya.
"Kemarin dia sedang di rawat, karena ada masalah di bagian kakinya.Jadi dia harus di rawat di sana beberapa hari dan kebetulan hari ini dia sudah bisa pulang.Namanya Katy.
"Wah...., nama yang bagus.Halo Katy sayang..."Ucap Dae hwa mengelus elus badan Katy.
"Meong..., meong..."Ucap keenakan kucing tersebut.
"Soal pakaian almarhum ibu bapak.Akan saya kembalikan besok atau nanti kalau saya sempat ya pak.Saya jadi ga enakan."Ucapnya.
"Pakailah dulu jika kau mau, jangan merasa tidak enakan.Karena ayah ku menganggap mu sudah seperti anaknya."Jawab Jung woo.
"Baiklah pak.
"Omong omong kau memang sangat cantik memakai pakaian itu."Puji Jung woo.
Seketika itu juga pipi Dae hwa langsung memerah."Ehm...., terima kasih banyak pak.
Tiba tiba Dae hwa merasa kepanasan, akibat salting.Jung woo melirik dan langsung menurunkan kaca mobil.
"Eh..., kan aku tidak bilang.Kenapa langsung diturunkan kaca mobilnya.Pak Jung woo memang orang yang peka ya."Ucap batin Dae hwa kembali salting.
"Terima kasih banyak pak Jung woo."Ucap Dae hwa sambil mengelus elus kucing tersebut.
Sesampai perusahaan."Kau masuklah duluan, saya akan menyusul dan jangan buat masalah karena kucing itu.Kau mengerti."Ucap Jung woo menatapnya.
Dae hwa mengangguk."Baik pak, saya permisi dulu."Tersenyum.
Dae hwa pun langsung masuk ke dalam."Anak itu memang lucu ya, saya baru tahu kalau dia selucu itu."Ucap batin Jung woo tersenyum tipis.
Didalam perusahaan, Dae hwa bertemu Jiy wa."Pagi Jiy wa."Sapa Dae hwa tersenyum.
"Pagi juga Dae hwa.Omong omong kucing siapa itu kau bawa?."Tanya Jiy wa.
"Heheheh...., ini kucing pak Jung woo.Saya ketemu kemarin, saat dirumah pak Jung woo dan saya pinjam sebentar."Jawab Dae hwa mengelus kembali kucing tersebut.
"Wah..., lucu banget kucing nya ya.Siapa namanya?."Tanya Jiy wa gemas dengan kucing tersebut.
"Namanya Katy..., nama yang bagus bukan."Jawabnya.
"Ihh..., namanya lucu banget.Persis seperti Kucing nya.Pak ceo memang pandai memberi nama kucing ya."Ucap Jiy gemas.
"Aku pergi ke ruangan dulu ya Jiy wa.Takutnya kucing ini buat masalah di perusahaan.Bisa bisa aku di marahin pak Jung woo lagi.
"Baiklah...., selamat bekerja sayang."Ucap Jiy wa.
Dae hwa pun melambaikan tangan nya lalu pergi menuju ruangan nya.Di dalam ruangan.
"Kamu duduk di sini dulu ya, kucing manis.Aku mau bekerja dulu."Ucapnya membelai kucing tersebut.
"Meong...."Menurut Katy.
"Kucing baik...., duduk di sini ya."Ucap Dae hwa langsung ke kursinya untuk bekerja seperti biasanya.
"Sepulang nanti aku harus mengembalikan pakaian pak Jung woo ini.Aku jadi merasa tidak enakan padanya, biarpun dia mengatakan bahwa tidak apa apa jika tidak ku kembalikan."Ucap batin nya sambil mengetik komputer.
Tiba tiba ponselnya berdering."Omma omma gahh...
"Siapa yang menghubungi ku."Mengambil ponselnya lalu melihat.
"Eun ji..., ada apa dia menghubungi ku sepagi ini."Langsung mengangkatnya.
"Halo Eun ji, ada apa menghubungi ku sepagi ini?."Tanya Dae hwa.
"Aku rindu dengan mu, disamping ku juga ada Hana kok.Bagaimana kalau kita video call saja, kau mau?."Jawab Eun ji sekaligus bertanya.
"Ya,ya."Mengubah ke video call.
"Dah...., Pagi Hana."Sapa Dae hwa juga.
Dae hwa mengangguk."Tentu saja.Aku jadi merasa tidak enakan padanya, sepulang kerja nanti, aku mau mengembalikannya secepat mungkin."Jawab Dae hwa mengelus lehernya.
"Kalau dia tidak mau di kembalikan, biarkan saja untukmu.Yakan Hana."Ucap Eun ji membalikkan bola matanya.
"Tidak boleh seperti itu, kita di ajarkan untuk mengembalikan barang yang bukan milik kita."Jawab Dae hwa tidak terima.
"Benar juga yang di katakan Dae hwa, kau ini Eun ji."Ucap Hana membela Dae hwa.
"Ya,ya....
"Ada yang mau ku tunjukkan kepada kalian, sebentar."Mengambil kucing yang ada di sofa.
"Apa yang mau kau tunjukkan?."Penasaran Eun ji dan Hana.
Dae hwa pun mengambil kucing milik Jung woo dan langsung duduk untuk menunjukkan kepada Eun ji dan Hana.
"Nah..., lihatlah kucing ini, manis bukan."Jawab Dae hwa tersenyum dan menggendong kucing tersebut.
"Wahhh...., lucu banget.Apa ini kucing yang kau pernah kau temukan itu?."Gemas Hana.
"Benar...., kan sudah ku bilang, ini kucing milik pak Jung woo dan aku di beri kesempatan untuk menjaganya.Lucu kan."Mengelus elus kucing tersebut.
"Meong...."Ucap Kucing tersebut menjilati kakinya.
"Ihhh..., lucu banget gila...., aku jadi ingin memeluknya."Gemas juga Eun ji.
"Namanya siapa Dae hwa, apa dia mempunyai nama?."Tanya Hana masih terus memandangi kucing tersebut.
"Namanya Katy, lucu bukan."Jawabnya.
"Fukmen...., lucu banget.Aku sampai ingin mencubit pipinya itu."Ucap Hana sangat gemas dengan nya.
"Hahahah...., lain kali kalian datang lah.Aku akan meminjam kucing ini lagi kepada pak Jung woo."Ucapnya tersenyum bahagia.
"Aku tunggu janji mu itu sayang...., omong omong apa keadaan mu baik baik saja disana?."Tanya Eun ji.
"Baik dong...., aku sangat betah bekerja di perusahaan ini.Banyak yang baik kepada ku."Bahagia Dae hwa.
"Syukurlah sahabat ku baik baik saja disana.Jika ada yang menganggu mu, kabari aku saja."Ucap Eun ji serius.
Dae hwa mengangguk."Terima kasih banyak buat kalian yang sudah mengkhawatirkan ku.
"Kalau begitu aku tutup dulu ya video call ya, karena harus menyelesaikan pekerjaan lainnya.Semangat sayang."Ucap Eun ji dan Hana melambaikan tangannya.
"Kalian samangat juga, dahhh...."Jawab Dae hwa ikut melambaikan tangannya lalu mematikan ponselnya.
"Aku sangat bahagia memiliki sahabat yang sangat peduli dengan ku, ku harap aku juga memiliki satu pria yang selalu berada di sisiku, seperti sahabat ku."Ucap batin Dae hwa sambil memandangi atas atap.
Tiba tiba ponselnya berdering lagi."Eh..., siapa yang menghubungi ku lagi.Apa Eun ji lagi, dasar anak itu."Mengambil ponselnya dan melihat kembali.
"Eh...., nomor tidak dikenal.Siapa ya dan kenapa video call.Jawab aja deh."Ucapnya langsung mengangkatnya.
"Halo nak Dae hwa, ini bapak."Ucap tidak lain lagi ialah pak Baek woo.
"Eh..., ayah.Kenapa tiba tiba video call."Tanya bingung Dae hwa.
"Ayah cuma mau menanyakan, apa kau tahu dimana kucing nya?."Tanya pak Baek woo.
"Ohhh...., ini kucing nya ayah.Tadi aku lupa kasih tau ayah, karena buru buru.Apa ayah mencari cari?."Jawab Dae hwa sekaligus bertanya.
"Heheheh..., iya nih.Kirain kucing nya hilang, ternyata ada sama kamu.Gapapa deh, jagain Katy ya nak."Tersenyum pak Baek woo.
"Iya ayah...., aku minta maaf ya udah buat ayah cari cari Katy."Ucap Dae hwa jadi tidak enakan.
"Tidak apa apa nak...., kalau begitu ayah tutup dulu ya telponnya.Semangat nak Dae hwa."Ucap pak Baek woo melambaikan tangannya dan tersenyum bahagia.
"Ya ayah..., dahh..."Ikut melambaikan tangannya.